Beri Aku Kesempatan

Beri Aku Kesempatan
Candu


__ADS_3

"Chat sama siapa?"


"Sama cowok?"


Hasyim bertanya secara beruntun karena rasa cemburu, padahal Aleria bertukar pesan ke teman ceweknya.


"Iya," Aleria menjawab dengan serius tak ada raut becanda dari nada bicaranya.


Ckik...


Kepala Aleria hampir saja membentur ke depan, beruntung dia memakai sabuk pengaman.


"Kamu gila ya mas!" bentak Aleria karena Hasyim tiba-tiba mengerem mobil dengan mendadak.


Rasa cemburu menggerogoti hati sang suami, hingga secara sempontan melakukan hal itu. Apalagi Aleria berani membentak Hasyim, ia merasa tak terima. Sudah mood berantakan malah dibentak-bentak.


Mata laki-laki itu menajam, bahkan bocah belia yang tadi berani membentaknya kini menjadi menciut.


Tapi Aleria tidak memalingkan wajah sama sekali, dia tetap menatap wajah sang suami. Meskipun agak merinding.


Hasyim mencondongkan tubuh tegapnya mendekati Aleria, perhatian pertama ia tujukan kepada bibir mungil nan sexy bewarna pink alami tanpa polesan apapun.

__ADS_1


Sudah lama Hasyim tak mengganggu bibir itu, dan rindu telah mengganggu. Aleria memundurkan tubuhnya tapi ini di mobil bukan di rumah, sangat sulit untuk menghindar.


Hembusan nafas Hasyim terasa tepat di depan wajah mulus sang istri, kharisma laki-laki itu memang membuat Aleria terpana, namun dia ketakutan ketika melihat manik tajam suaminya.


"Ngapain kamu mas?"


Hasyim memegang dagu Aleria agar tidak menunduk, lalu mendekatkan bibirnya sampai perempuan tersebut merasa seperti jantungan.


Baru menempel dan mata mereka saling bertatap-tatapan, Aleria ingin mendorong tubuh tegap itu. Tapi tangannya seakan kaku tak bisa berkutik, Apalagi tangan berurat Hasyim mengusap pinggang Aleria lalu menjalar ke tempat yang ia inginkan.


"Hegh," secara tidak sadar Aleria mengeluarkan suara yang telah lama Hasyim rindukan.


Perempuan itu tidak menyangka suara yang bisa membangkitkan sang singa malah keluar begitu saja. Jangan salahkan Aleria tapi salahkan saja tubuhnya yang tidak bisa berkutik jika disentuh Hasyim begini.


Dia beranggapan bahwa sang istri juga merindukannya.


Dengan pelan akhirnya Aleria bisa menggerakkan tangannya meskipun bergetar, ia ingin mendorong dada bidang Hasyim tapi tidak ada gerakan dorongan, malah rasanya seperti menyentuh dada itu saja.


Karena Hasyim merasa gemas, akhirnya ia memegang bagian yang lain lagi.


"Mas.." Aleria memejamkan mata dan jari tangannya meremat kaos Hasyim.

__ADS_1


"Hm," Hasyim langsung menyergap bibir yang sedikit terbuka itu.


Mencumbunya dengan lembut, menikmati apa yang sudah lama tak ia rasakan. Aleria tidak membalas dia bingung harus bagaimana.


Karena tangan Hasyim sudah membuka sebagian kancing kemeja putihnya, dan ia masukan tangan beruratnya ke balik baju tersebut.


Gelenyar aneh terasa di tubuh Aleria, dia bergumam-gumam tidak jelas karena mulutnya masih disumpal dengan mulut sang suami.


Tubuh mungil tersebut menggeliat karena merasa geli, dan Hasyim tidak ingin jika berhenti. Setelah puas dengan bibir itu lalu melanjutkannya mengexplore ke yang lain.


Dia mengendus-endus leher mulus sang istri, meskipun tubuh tersebut sudah seharian berkeringat, tetapi wangi khas tubuh Aleria masih tercium candu bagi Hasyim.


"Mas.. " Aleria ingin menyingkirkan kepala Hasyim, tapi malah menjadi remasan di rambut suaminya.


di bawah dagu Aleria juga tak luput dari pengabsenan Hasyim. bocah belia tersebut seakan tidak tahan mendapat perlakuan begitu, apalagi tangan Hasyim juga tak bisa diam.


Hingga Hasyim merasakan sesuatu yang keluar dari tubuh sang istri, dan nafas Aleria tersengal-sengal karena sudah melepaskan sesuatu yang tidak bisa ia tahan.


"Kamu suka kan sayang..


kita lanjutkan di rumah,"

__ADS_1


Aleria tidak menangapi, ia tidak peduli juga dengan keadaan bajunya yang sudah terbuka. Karena tubuhnya sudah lemas tak bertenaga.


__ADS_2