Beri Aku Kesempatan

Beri Aku Kesempatan
Clue yang susah


__ADS_3

Hari ini terasa melelahkan bagi Aleria, tapi bukan hanya dia sepertinya para maba jiga merasakan.


Dijemur di bawah teriknya matahari, melakukan kegiatan yang serba diberi tenggang waktu. Bahkan membenarkan hijabpun tak sempat, tangan serasa keriting karena mencatat materi yang terlau cepat dibacakan.


Peluh keringat membasahi dahi serasa gatal tubuh itu, karena engap bercampur debu yang berterbangan saat beraktifitas tadi. Dia mengira menjadi maba adalah hal yang paling menyenangkan.


Kegiatan ospek pasti seru seperti outbound yang berisikan game sehingga bisa menyegarkan pikiran. Ternyata berbanding terbalik dengan hal yang dibayangkan.


Ospek merupakan pengenalan lingkungan sekolah, dan para maba diberikan banyak tugas seperti menebak clue makanan lalu membawanya buat bekal, jika clue yang dibawa salah maka akan mendapatkan poin, dan diberikan hukuman sesuai jumlah poin yang terkumpul.


Aleria masih aman, dia selalu teliti dan tepat waktu dalam mengerjakan sesuatu, seperti membuat id card. Banyak yang kebingungan tentang id card tersebut, karena pengumuman hanya dilakukan di zoom dan terkadang sinyal menjadi penghalang, bahkan yang sinyalnya bagus malah bertolak belakang dengan sinyal kakaknya yang membawa acara di zoom.


Aleria saja sampai memasang headset agar bisa jelas mendengarkan intruksi pembuatan id card tersebut, lalu yang paling sulit saat menebak clue peralatan tulis.


seperti bolpoin kuda berwarna hijau terus merek buku yang sulit dicari saat ini, ia sampai bertanya-tanya ke temannya yang sudah dibuat grup. Mereka juga kebingungan, hanya mondar-mandir yang bisa dilakukan Aleria.


Seraya menggendong satu toples camilan, Hasyim tahu kalau sang istri gampang sekali merasa lapar, jadi ia selalu menyetock banyak camilan di rumah. Ya begitulah Hasyim saat ini, diam-diam tapi merhatikan.


Entah disengaja atau memang sudah menjadi aturan dari kampus, tugas ospek seperti melebihi tugas yang guru berikan di waktu SMA, kemarin ia berjam-jam keliling kota Jombang untuk mencari buku merek langka itu.


Toko besar maupun kecil telah ia masuki tapi dengan hasil nihil, untung Hasyim menawarkan mau menemani, dan karena sang suamilah buku tersebut dapat ditemukan.

__ADS_1


Masih teringat jelas ucapan Hasyim kemarin, "Kita coba cari sekali lagi pasti ketemu kok,"


"Sabar, namanya juga jadi mahasiswa,"


"Tugas ospek itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan tugas skripsimu nanti,"


"Jangan sampai telat makan, tugasnya bisa diteruskan nanti,"


Banyak ucapan Hasyim yang terlontar saat melihat sang istri mengeluh dengan teman-temannya di via telepon, maupun ketika Aleria memasang raut wajah jenuh.


"Nanti berhenti di toko Sempurna mas," ucap Aleria seraya mengetik sesuatu di aplikasi hijaunya.


"Camilan di rumah sudah habis?" tanya Hasyim, karena biasanya mereka membeli camilan di toko Sempurna.


Dia bingung nanti jajan apa yang harus ia beli, clue kali ini sangatlah susah. Belum satupun clue yang terpecahkan. Bahkan teman-temannya di gruppun belum bisa menjawab.


Dia memijat pelipis kepala karena seperti dilanda kepusingan, ingin berkeluh kesah ke Hasyim tetapi gengsi sudah mendahului. Sebegitu juga dengan sang suami, hanya bisa berkasihan dalam hati.


Saat sudah sampai toko Aleria hanya memegang lalu menaruh jajan dan itu dilakukannya berkali-kali.


Karena masih menunggu jawaban dari sang kawan, Hasyim yang merasa Aneh dengan tingkah sang istri langsung berucap.

__ADS_1


"Jajan cluenya seperti apa?" tanya Hasyim kemudian.


"Gak tahu, temanku belum bales," Aleria mensecroll aplikasi hijau itu untuk mengecek para temannya yang telah ia cp satu persatu sudah membalas atau belum.


Hasyim dapat melihat dari samping kalau belum ada chat terbaru, "Mana cluenya biar mas bantu,"


Aleria menyengritkan dahinya, teman-temannya saja yang muda belum bisa menebak clue tersebut apalagi dengan Hasyim?


"Emangnya mas bisa?" tanya Aleria seperti menyepelekan.


"Bisa,"


Bukannya segera menyerahkan hp yang berisikan daftar clue, tapi Aleria malah berjalan meninggalkan Hasyim.


"Yaudah kalau kamu mau seharian penuh di sini," Hasyim mengikuti sang istri.


"Cluenya susah,"


"Mas juga pernah kuliah,"


Aleria paham dengan ucapan Hasyim yang mengatakan pernah kuliah, berati suaminya dulu juga pernah mengikuti kegiatan ospek seperti ini, bahkan juga memecahkan clue yang sulit sekalipun.

__ADS_1


"Ini," Aleria membalikan badan seraya menyerahkan hpnya.


bersambung...


__ADS_2