Beri Aku Kesempatan

Beri Aku Kesempatan
Menikah


__ADS_3

"Sah," suara itu nyaring terdengar lalu di iringi ucapan syukur, karena Hasyim sudah berhasil mengucap kalimat akad dengan lancar.


Sejak penawaran beberapa minggu yang lalu Hasyim akhirnya segera mengurus semuanya termasuk acara lamaran, proses tersebut dilakukan di kampung Aleria. Awalnya keluarga gadis itu agak keberatan jika melepas anaknya secepat itu, namun karena melihat ketulusan Hasyim dan memang sudah saling mengenal akhirnya mereka merestui.


Teman Aleria yang ada di Jogja seketika terkejut karena melihat story instagram gadis tersebut. Padahal gadis bermata sipit itu jarang sekali dekat dengan laki-laki saat di sekolahan. Tapi baru saja kemarin lulus sudah nikah aja.


Pernikahan digelar di rumah milik Hasyim sendiri, sesudah Aleria menyetujui tawaran itu laki-laki tersebut langsung mencari hunian yang sudah jadi lalu mengisinya dengan aneka perabotan. Dia dan Aleria akan menetap di Jombang karena gadisnya ingin kuliah di universitas swasta yang ada di kota tersebut.


Orang tua Aleria sudah tidak risau tentang kehidupan anaknya nanti, karena Hasyim bukan hanya baik saja tapi dia juga sudah memiliki kehidupan yang mapan. Usaha martabak manis miliknya semakin maju apalagi ada 8 cabang. Tentunya bisa lebih mencukupi kehidupan mereka.


Acara memang digelar meriah, namun mbok Sari memutuskan agar acaranya hanya sampai menjelang sore saja, karena wanita renta itu sudah menyusun rencana yang menakjubkan, dan tentunya mbok Darti selaku nenek dari Aleria juga ikut andil.


"Syim, nanti piring-piring ini kamu yang bereskan ya jangan sampai Aleria kecapekan," tutur mbok Sari ketika lagi makan sore bersama.


"Soalnya nanti kita pada pulang, biar kalian sebagai pengantin baru bisa lebih leluasa," sambung mbok Sari disertai kekehannya.


"Iya mbok benar tuh biar cepat mbak rianya kasih eyang cicit," kini Hayana yang menyahut tanpa malu, karena dia sudah merasa dekat dengan keluarga Hasyim termasuk mbok Sari.


Aleria yang lagi minum seketika tersedak. "Uhuk-uhuk," dia tidak menyangka jika adiknya berucap begitu.


"Pelan-pelan minumnya," Hasyim mengusap punggung Aleria agar bisa meredakan.


"Iyo ndok bener omongmu, soale cucuku juga masih dua, sedangkan anakku yang dua masih setia dengan titel bujang lapuknya," mbok Sari menyindir Suryo anak kedua dan Hisyam anak terakhirnya.


Hasyim mempunyai 4 saudara, sedangkan sang kakak pertama yang bernama Pandu sudah berumah tangga dan dikaruniai 2 anak yang lucu. Kini tinggalah Hisyam dan Suryo saja yang belum.


"Kalau aku mah gampang buk, yang patut ditanyai itu mas Suryo sebenarnya dia itu normal atau kagak," canda Hisyam yang langsung dipelototi oleh Suryo.


"Iya sebenarnya kamu normal nggak sih le?" mbok Sari malah ikut-ikutan Hisyam. Suryo memang terkesan cuek dan terlihat tidak pernah dekat sama perempuan, bahkan usianya yang masuk 35tahun masih tetap sendiri. Pantas saja sang adik mencandai begitu.


"Weslah yu, mengko nek jodohe teko yo bakal rabi kok," mbok Darti ikut menyahut karena kasihan dengan raut muka Suryo yang seperti sedang menahan malu.


"Jodoh iku dikejar mas, la pean malah ndekem ae ndek pabrik, ya apa bisa datang begitu saja," Hasyim jengkel juga dengan Suryo. Pria itu terlalu giat dalam bekerja kayak seperti tidak memikirkan masa depannya, pekerjaan juga sudah mapan, Suryo bekerja di pabrik besar yang ada di kotanya dan memiliki gaji lebih dari UMR, tinggal pasangan aja yang belum nongol.

__ADS_1


"Kok bilangin sampai mulutmu berbusapun tidak bakalan dia dengerin, biarlah sekarepe wonge. Ibu sudah pusing mikirnya,"


"Halah uwes.. ayo kita segera pulang, gak baik lama-lama mengganggu pengantin baru," ucap mbok Sari.


"Oh iya, yawis ayo pulang biarin mereka berdua di sini," akhirnya para rombongan antar dua keluarga tersebut mulai beranjak, dan untuk piring-piring kotor sudah tentu menjadi tugas Hasyim.


"Jadi istri yang baik ya ndok," Aleria dipeluk ibunya untuk melepas sang anak yang kini sudah menjadi tanggung jawab Hasyim.


"Insya allah bu," jawab gadis itu.


Setelah mereka berpamitan satu persatu dan memasuki mobil, Aleria langsung masuk untuk memberesi piring-piring dan Hasyim mulai menutup gorden jendela. Tapi tiba-tiba Hisyam dan Hayana datang lagi katanya ada barang yang ketinggalan.


"Aku yakin kalau kamu nanti bisa sampai 6 ronde bahkan lebih hahaha," Hisyam menepuk bahu Hasyim dan Aleria dapat mendengarkan itu karena melintas di sekitar kakak beradik tersebut.


"Mbak nanti ceritain ya, gimana rasanya malam pertama," Hayana juga mengikuti ulah Hisyam.


"Emang rasanya gimana?" tanya Aleria dengan bingung. Entah kenapa otak gadis itu malah jadi lemot mungkin karena kecapekan.


"Hais ... kalian ini memang niat meracuni otak istriku, katanya ngambil barang ketinggalan nyatanya mana, gak ada kan?"


benar kan na?" apa ada pesan seperti itu, mereka berdua malah terkesan menggoda pengantin baru tersebut.


"Iyaps betul itu om


yaudah om kita pulang aja," ajak Hayana.


"Iya na, soalnya pengantinnya sudah gak tahan," dengan tawa tergelak Hisyam mengikuti gadis kecil yang sudah keluar lebih dulu tadi


Hasyim menutup dan mengunci pintu, karena suasana juga sudah sepi. Orang-orang yang tadi membantu juga pada pulang. Di pelataran rumah hanya menyisakan tenda. Perkiraan besok akan dibongkar.


"Sayang .. kok malah kamu yang nyuci piringnya, sini biar mas aja," Hasyim merebut tangan sang istri dan membasuhnya di air mengalir agar bersih dari busa sabun.


"Tapi aku gak ada kerjaan mas,"

__ADS_1


"Kerjaan kamu cuma nemani mas aja, sana duduk aja,"


"Mas, apa nanti kita akan main catur?" tanya Aleria ketika sudah duduk di dekat Hasyim yang sedang mencuci piring.


"Kamu mau main catur? tapi mas gak bisa main,"


"Tapi tadi mas Hisyam bilang kalau mas bisa 6 ronde bahkan lebih, berati itu main catur kan mas," Aleria pernah mendengar ketika orang main catur bisa beronde-ronde. Jadi dia mengira yang dikatakan Hisyam itu permainan catur.


"Jangan pikirkan perkataan orang gila itu sayang .." ternyata Aleria masih benar-benar polos hingga tidak mengerti arti kata itu. Ya lebih baiknya Hasyim akan mengajari istri kecilnya.


"Eh, tadi mbok Sari ninggalin es krim mas di kulkas katanya buat aku," Aleria teringat ucapan ibu Hasyim tadi, lalu dia menuju kulkas untuk mencari makanan kesukaannya tersebut.


"Tapi cuman ada satu mas, mas Hasyim nggak usah minta ya," di lemari dingin masih belum terisi dan ketika Aleria membuka cuman ada satu buah es krim dan beberapa minuman.


"Iya gak papa sayang .. gih segera dimakan,"


Aleria sangat suka dengan es krim apalagi kalau rasa coklat. "Mas aku ke kamar dulu ya ingin nonton tv sambil rebahan terus disambi makan es krim enak deh kayaknya,"


"Iya sayang .. nanti mas nyusul, bentar lagi ini selesai kok,"


Aleria dengan girang langsung masuk ke kamar pengantin yang sudah dihias sedemikian rupa, tapi Aleria menatap bodoh amat karena tidak paham dengan maksud penghiasan tersebut.


Akhirnya cucian piring sudah beres di tangan Hasyim. Sebelum menyusul sang istri ia mencium aroma badannya terlebih dahulu. Apakah parfum yang dia pakai setelah mandi masih tercium wangi? karena niatnya nanti ingin mengajak sang istri terbang ke atas awan. Jika Aleria mau tapi kalau belum siap Hasyim juga tidak memaksa.


Saat dipastikan wangi tubuhnya masih ada, laki-laki itu langsung menyusul Aleria ke kamar.


Ceklek


Pintu terbuka dan menampakan tubuh Aleria yang membuat Hasyim seketika susah menelan salivanya.


bersambung ..


kira-kira kenapa dengan tubuh Aleria? kok sampai om Hasyim dibuat tercengang begitu 😂.

__ADS_1


ikutin terus kisahnya 😍


__ADS_2