
#Beri Aku kesempatan sekali lagi
Oleh: Ida Susyla Wati
Terima kasih Admin, sudah meloloskan.
PART 1:
https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/permalink/3351370648258136/
PART 2
https://m.facebook.com/groups/488655531196343?view\=permalink&id\=3354544677940733
#PART 3
Hari demi hari aku sering berkirim pesan pada Vidya. Bahkan aku sering menelfonnya.
"Heiiii...Mas kok gak bilang kalau mau ke rumah?" Vidya tersenyum manis sambil membuka kan pintu, sesaat setelah Aku neflon dan bilang kalau aku ada di depan rumahnya.
"Hehe..." Aku hanya senyum sambil garukin kepala yang tidak gatal.
"Tau dari mana rumah aku? Pasti dari Mey deh" celotehnya
"Hehe..iya aku nanya mey alamat kamu vid...Kenapa, kamu nggak suka ya aku maen kesini?"
"Ya gak lah mas..cuma kaget aja tiba-tiba ada di depan rumah. Ya udah masuk yuk...btw, barusan bingung gak nyariin rumah aku" celotehnya sambil mempersilahkan aku untuk duduk.
"Gak juga sih..cuma lurus doank kok jalan nya. Eh, aku ganggu gak nih?"
"Nggak kok mas, barusan cuma ngerjain revisian proposal dikit doank. Tapi udah kelar" ia menjelaskan.
__ADS_1
Itu pertama kali aku maen ke rumahnya. Ternyata dia dari keluarga yang cukup berada, rumahnya cukup bagus dan luas.
Namun aku harus kecewa karena Mey memberi informasi bahwa Vidya kurang tertarik sama aku. Apakah tampang kerenku ini tidak cukup untuk menarik perhatian dia?
Aku makin penasaran sama gadis ini. Ini tantangan buatku, aku tidak akan menyerah. Aku akan terus berusaha mendapatkannya.
Suatu hari aku mengajak Vidya menonton. Awalnya dia menolak karena sedang sibuk mengerjakan proposal skripsi. Terus aku minta bantuan Mey supaya membujuk Vidya agar mau nonton di cineplex 21 bareng aku, dan...berhasil. yessss Vidya mau diajak nonton.
Akhirnya kita bisa nonton berdua. saat hendak memasuki ruang teater, Aku pegang tangan nya tapi dia melepasnya dengan halus.
"Ahh sial...., susah amat ni cewek" gumamku dalam hati.
*
Sejak kejadian nonton bareng itu, kita jadi akrab, seminggu dua kali aku selalu berkunjung ke rumahnya. Aku berasalan meminjam CD film karena dia punya banyak koleksi film.
Disela obrolan saat aku main ke rumahnya, Vidya bertanya kenapa aku tidak kuliah. Aku jawab aku milih kerja karena ingin membantu ekonomi orang tua. Vidya bilang aku bisa menyisihkan separuh gajiku untuk orang tua dan sisanya untuk biaya kuliah.
Aku dan Vidya makin dekat. Kita sering nonton film bersama, sekedar makan bareng bahkan aku makin akrab dengan keluarga Vidya. Entah apa status hubunganku dengan Vidya. Yang jelas Vidya sudah tidak lagi secuek dulu.
Sementara hubunganku dengan Diana masih seperti yang dulu, Putus nyambung. Saat aku sudah dekat dengan Vidya, Diana masih sering mengajakku ketemu di hotel hanya untuk melepas hasrat. Entah kenapa aku tidak bisa menolak. Padahal saat itu Diana juga sudah punya kekasih. Tapi kami masih sering melakukan hubungan badan.
🥀
Dari Mey aku mendapat informasi kalau Vidya mulai menyukaiku. Aku senang banget donk... Singkat cerita aku dan Vidya sudah menjadi sepasang kekasih walau tanpa proses 'Nembak'.
Iseng suatu waktu, aku mengajak Vidya menginap di hotel. Dia menolak. Berkali-kali aku mencoba membujuknya agar mau. Setelah sekian lama aku merayu, Akhirnya dia luluh dan bersedia kencan denganku. Aku bawa dia ke tempat dimana aku dan Diana terbiasa menginap.
Saat aku bawa masuk ke dalam kamar hotel, Vidya menunjukkan muka ketakutan. Aku berusaha mencumbunya, dia menangis tak berani menatapku, ku coba menciuminya, dia ga bereaksi dan hanya menampakkan wajah sedih dengan berurai air mata tanpa suara.
Aku tak tega. Ku urungkan niat untuk menidurinya. Perempuan ini terlalu polos, dia terlalu baik. Ternyata selama ini dia belum pernah pacaran, akulah pacar pertamanya.
__ADS_1
Sungguh dia bener-bener berbeda dengan cewek-cewek yang selama ini aku kencani. Terlebih dia berbeda jauh dengan Diana.
Terlintas dalam pikiranku untuk berhenti menjadi petualang cinta. Aku ingin serius dengan Vidya. Aku ingin Vidya jadi istriku, aku ingin ia menjadi ibu dari anak-anakku kelak.
Sebejat-bejatnya aku, aku ingin punya istri wanita yang baik- baik. Akupun mengutarakan niatku pada Vidya. Dia tidak tau siapa aku, Dia tidak tau betapa aku laki-laki bejat dan *******. Tapi aku ingin berubah. Aku ingin memiliki keluarga dan anak-anak bersama Vidya.
*
Vidya telah menyelesaikan sarjananya. Dia pun sudah bekerja di salah satu Bank BUMN ternama sebagai Staff Back office.
Sementara akupun berusaha menyelesaikan kuliahku dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Semua urusan kuliahku hingga skripsi tuntas, Vidyalah yg punya andil besar membantuku.
Begitu gelar sarjana sudah ku kantongi. Segera ku lamar Vidya. Sebelum aku memutuskan melamar Vidya, aku telah dapat info yang valid bahwa Diana juga telah punya kekasih yang akan serius dengannya. Mungkin jodohku memang Vidya. Gumamku kala itu.
**********
Jam lima sore, Sepulang kerja aku tidak mendapati Vidya di kamar. Tiba-tiba ibuku masuk kamar dan berkata bahwa selepas membantu ibu memasak dan menyelesaikan pekerjaan rumah tadi pagi, Vidya pamit mau ke Puskesmas untuk periksa kandungannya. Tapi belum pulang sampai se sore ini.
Aku agak panik. Aku hubungi nomer nya. Tidak aktif. Kemana dia? Aku bertanya-tanya dalam hati. Bukankah dikota ini dia tidak punya keluarga?Keluarganya pindah dinas keluar kota dan sejak menikah kita tinggal dirumah orang tuaku.
Lalu pergi kemana dia? Dia sedang hamil besar dan bulan ini perkiraan melahirkan.
Rasa cemas mulai datang dipikiranku. Ini pasti gara-gara masalah tadi malam. Apakah dia tau aku sering tidur dengan Diana? Bukankah chat yang ketemu itu hanya sekedar aku bilang kangen sama Diana.
Ya tuhan jangan sampai dia tau kelakuan bejatku. harus kemana ku cari dia. Gimanapun yang sedang dikandungnya adalah anakku.
Bergegas ku pacu motor, ku cari dia ke puskesmas terdekat. Nihil, Vidya tak ku temukan di setiap puskesmas yang ku datangi.
🌷
Kira-kira kemana Vidya pergi?
__ADS_1
Bersambung