Beri Aku Kesempatan

Beri Aku Kesempatan
Jalan-jalan


__ADS_3

Ternyata benar kata orang- orang, jika pacaran setelah menikah itu menyenangkan, tetapi semua tergantung pada diri masing-masing. Jadi jangan iri dulu pada pasutri baru ini.


"Kayaknya enak deh kalau pakai motor," ucap Aleria setelah melihat ada pasangan muda yang melintas di sebelah kaca mobilnya.


"Dingin sayang kalau malam begini,"


"Kan pakai jaket mas," bantah Aleria


"Tetap saja dingin, kayak sikap kamu ke mas


sungguh dingin... "


"Gaje," ketus sang istri.


"Minum boba kayaknya enak deh mas," lanjut Aleria lagi saat melihat stand boba di pinggir jalan.


"Dingin kayak gini kamu malah pingin es?"


"La emang sudah lama gak minum boba," bola-bola kenyal itu merupakan minuman favorit Aleria sejak dulu.


"Kapan-kapan aja ya, nanti kalau batuk gimana coba,"


"Pengen naik motor gak dibolehin, terus pengen boba juga gak


yaudah balik ajalah mas," kesal bocah itu.


"Bukannya mas gak mau nurutin tapi kalau sayang sakit gimana?"


"Nggak bakalan sakit kok beneran deh, kan sekarang sudah jarang minum es


otomatis minum satu es gak akan sakit mas, " Aleria tetap teguh dengan keinginannya.

__ADS_1


"Iya-iya, kita parkirin dulu mobilnya," ucap Hasyim mengalah.


...----------------...


"Kamu mau juga gak mas?" Aleria menawari Hasyim.


"Kamu aja, mas masih kedinginan,"


"Oke, pak thai tea plus boba satu ya," ucap perempuan tersebut kepada bapak penjualnya.


Sambil menunggu pesanannya, Aleria melihat-lihat pedagang di sekitaran situ. Semua stand yang terpasang sungguh menggoda di mata bocah tersebut.


"Wah cimol, jajanan pas SD dulu,"


"Mau itu juga?" tanya Hasyim.


"Mau.."


"Ini dek pesenannya,"


"Berapa pak?" tanya Aleria seraya mengadahkan tangan ke suaminya, isyarat untuk meminta uang.


"Delapan ribu dek sekalian sama bobanya," lalu perempuan itu membayarnya dengan uang sepuluh ribu.


Saat penjualnya mencarikan kembalian di dompet, Hasyim segera mencegahnya. "Kembaliannya buat bapak saja,"


"Alhamdulillah terima kasih mas,"


"Sama-sama pak,"


Ketika mereka baru berjalan meninggalkan stand itu, Aleria protes kepada Hasyim. "Kok dikasih kan sih mas, dua ribu itu lumayan buat bayar parkir, "

__ADS_1


"Hitung-hitung sedekah sayang.. biar rejeki kita semakin barokah,"


"Tapi mas-"


"Tadi kamu ingin cimol kan? yuk kesana mumpung masih sepi," sebelum melanjutkan ucapannya , Hasyim sudah memotong terlebih dahulu. Karena laki-laki itu tidak ingin berdebat dengan sang istri hanya perkara uang dua ribu.


Berbagai bungkus makanan sudah berada di tangan Aleria. Hingga dia kerepotan untuk membawanya.


"Sini sebagian biar mas aja yang bawa,"


"Nah gitu dong peka, sejak tadi tak tungguin buat inisiatif malah hp an mulu," ketus Aleria.


"Maaf sayang.. ini mas masih ngecek laporan bahan-bahan yang habis,"


"Kamu kuat nghabisin semuanya?" ucap Hasyim lagi ketika mereka duduk bersama dan masih di tempat yang sama.


"Ya kuatlah mas, ini tuh makanan kesukaanku


jadi ya pasti habisnya," Aleria mengambil es boba terlebih dahulu lalu mencoblosnya dengan sedotan. Tapi tidak bisa-bisa.


"Sini-sini," laki-laki itu mencoba belajar untuk peka, yaitu dengan membantu sang istri mencoblos sedotan.


Dalam satu coblosan langsung bisa, tapi kenapa ketika Aleria mencoba sangatlah susah. Padahal itu merupakan hal yang sangat gampang.


"Mas Hasyim gak kepengen apa gitu?" tanya Aleria, karena sejak tadi yang beli hanya dia saja.


"Mas cuma kepengen melihat kamu tersenyum bahagia,"


"Halah gombal,"


Hasyim tidak beli apapun karena dia tahu pasti istrinya nanti tidak habis, dan akhirnya Hasyimlah yang makan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2