Beri Aku Kesempatan

Beri Aku Kesempatan
Gara-gara es krim


__ADS_3

Saat dipastikan wangi tubuhnya masih ada, laki-laki itu langsung menyusul Aleria ke kamar.


Ceklek


Pintu terbuka dan menampakan tubuh Aleria yang membuat Hasyim seketika susah menelan salivanya.


"Sayang .."


Gadis yang sudah membuka pakaiannya itu langsung meraih selimut ketika mendengar panggilan Hasyim.


"Mas badanku rasanya ngga enak .." rengek gadis itu sambil mengusap-usap tubuhnya dibalik selimut.


Sejak menghabiskan satu bungkus es krim tubuhnya terasa gerah padahal Ac kamar sudah hidup. Apalagi ketika melihat Hasyim masuk malah rasanya ingin memeluk tubuh laki-laki itu.


"Nggak enak gimana?" Hasyim menyentuh dahi istrinya kawatir seumpama Aleria lagi demam. Tapi tidak terasa panas sama sekali.


"Gerah mas,"


Laki-laki yang baru bergerlar menjadi suami itu menjadi bingung ketika istrinya merasa kegerahan, padahal AC kamar masih menyala.

__ADS_1


"Terakhir kali Ria makan apa?" biasanya orang yang sakit pasti karena salah makan, jadi Hasyim menanyakan seperti itu.


"Makan es krim yang ada di kulkas,"


Hasyim baru kepikiran jika ada sesuatu yang ditaruh dalam es krim tersebut. Karena ibunya hanya memberikan satu dan untuk Aleria saja.


"Sayang.. di es krim tadi ada obatnya, dan cuma ada satu cara untuk menghilangkannya,"


"Gimana mas cara ngilanginnya?" tanya bocah belia tersebut dengan frustrasi. Karena tubuhnya merasakan hal yang sangat aneh menurutnya.


"Dengan ibadah suami istri, kamu pahamkan sayang.. "


"Ta-tapi aku belum siap mas," lirih Aleria.


"Aku takut hamil mas," Aleria di SMA mengambil jurusan MIPA, jadi sedikit tahu tentang hal yang menjurus ke situ.


"Itu biar mas yang mikirkan, sekarang kita fokus saja ke proses penyembuhan,"


"Ta-tapi .."

__ADS_1


"Ria ingin sembuh kan?" tangan Hasyim membelai pipi istrinya.


"Ingin .. rasanya gerah mas, gak enak," rengeknya lagi.


Cuaca yang sudah mendung semakin mendukung untuk melakukan ibadah, apalagi rintikan hujan mulai turun. Hawa dingin semakin menyelimuti.


Selama Penantian panjang akhirnya Hasyim. dapat memiliki Aleria sepenuhnya. Manisnya madu dapat mereka teguk bersama. Meskipun Aleria bocah yang masih belia, tetapi Hasyim tetap saja menyimpan namanya di hati yang terdalam.


Sebenarnya Hasyim tak tega melihat istrinya menangis saat permulaan tersebut, namun beberapa menit kemudian akhirnya membaik. Aleria dapat menyesuaikan. Hingga mereka sudah sampai ke puncak pendakian.


Namun setelah istirahat sebentar, Hasyim berulah lagi. Ia ingin melakukannya lagi, ya kali ini Hasyim tak ingin melepaskan istrinya dari terkamannya malam ini. Laki-laki itu seperti merasa ketagihan akan hal baru tersebut.


"Sudah ya mas, Ria capek," mohon Aleria, karena tubuhnya sudah remuk redam.


"Sebentar lagi ya sayang ..." bujuk Hasyim.


Tapi ucapan hanya tinggalah ucapan, Hasyim tidak menepatinya. Dia berkata sebentar, namun tetap saja masih belum berhenti. Entahlah apa laki-laki itu tidak merasa kasihan pada istrinya kali ini?


Punggung Hasyim sudah penuh dengan cakaran istrinya, tapi semua itu tidak bisa memberhentikan kegiatannya. Ya harap maklum umur sudah matang dan kini malah menikahi bocah belia. Akhirnya begitu, semoga saja Aleria kuat untuk menghadapi Hasyim.

__ADS_1


Mata gadis itu sudah mengantuk, namun bagaimana bisa terpejam jika Hasyim tak kunjung berhenti. Lama-kelamaan Aleria tidur dengan sendirinya, dia tidak peduli dengan kegiatan suaminya


bersambung....


__ADS_2