Beri Aku Kesempatan

Beri Aku Kesempatan
Aleria berubah


__ADS_3

"Rasanya kok gini sih mas?" protes perempuan itu setelah satu nasi goreng meluncur dimulutnya.


"Maaf ya sayang, nanti mas akan belajar lagi," padahal Hasyim sudah berusaha untuk membuat nasi goreng seperti pedagang kaki lima, namun rasanya tetap saja kurang sempurna. Entah itu kurang asinlah, kurang bumbulah.


"Ria gak mau makan, rasanya gak enak," ia mendorong piring di meja secara perlahan.


Entahlah kali ini Aleria tidak seperti biasanya, yang difikiran Hasyim mungkin istrinya itu lagi kedatangan tamu bulanan, jadi gak bisa mengatur mood.


"Yaudah mas pesankan makanan dulu ya,"


"Arghh lama, keburu lapar!"


Klontang


Bunyi sendok yang terbentur dengan piring, hingga membuat tubuh Hasyim terlonjak kaget.


"Astagfirullah Aleria!" laki-laki itu tidak habis fikir akan kelakuan istrinya kali ini.


Tapi perempuan yang usianya masih di bawah 20 tahun itu tidak menggubris apapun. Dia masuk ke kamar diiringi bantingan pintu cukup keras.


"Andai saja aku tak nikah, mungkin sudah bisa bebas kaya temanku!" macam-macam skincare dan apapun yang ada di depannya kini menjadi bahan pelampiasan.


Prang


Brug


Bunyi-bunyi saling bersahutan, pikiran Aleria memang masih labil. Tadi malam ia melihat postingan teman-temanya di instastory yang sedang berlibur di pantai. Padahal jikapun ia ingin pasti Hasyim akan menurutinya. Namun entahlah bagaimana jalan pikiran bocah itu, seakan menyesal sudah menikah dengan Hasyim.

__ADS_1


"Ya Allah Aleria! apa yang kamu lakukan sayang?


kita beli makan ya, jangan seperti ini,"


Ketika mendengar suara bantingan, Hasyim langsung menyusul ke kamar dan tercengang saat melihat pecahan beling berserakan di mana-mana, bahkan kamar seperti kapal pecah. Apalagi kondisi Aleria kini hanya bisa terduduk dengan kepala terpelungkup berpangku kedua kaki, disertai isakan tangis tergugu.


"Aku nyesel nikah sama kamu, aku nyesel!" Aleria menolak pelukan suaminya, ia malah memukul-mukul dada Hasyim.


"Sayang, maaf jika mas ada salah," Hasyim merengkuh tubuh itu lagi meskipun pukulan belum berhenti.


"Gara-gara kamu aku tidak bisa kayak yang lain!" teriaknya frustasi.


"Ria pengen apa hm?" tangan Hasyim menangkup pipi istrinya dan mengusap air mata yang terus saja mentes.


"Andai saja Ria belum nikah, mungkin bisa bebas huhu," dia sudah mulai tenang tapi masih menangis lirih.


"Aku ingin liburan tanpa kamu! apa bisa dituruti hm?"


Dari segi ucapan Aleria sudah beda seperti tak lagi menghormati suaminya, hingga minta ingin liburan sendiri. Apakah dia malu akan setatusnya yang sudah menjadi istri.


"Ria lihat mas sayang.. " Aleria menuruti permintaan suaminya, ia menatap mata laki-laki itu.


Lalu Hasyim mendekatkan wajahnya dan meng*c*p bibir ranum tersebuta. Sesapan demi sesapan ia lakukan dengan hati agar istrinya itu dapat merasakan ketulusannya.


Tak mungkin ia menuruti keinginan Aleria untuk pergi sendiri tanpa pantauannya. Suami mana yang tega melepas sang istri? Apalagi perempuan itu masih belia takut kalau ada apa-apa jika diluar.


"Mas," panggil Aleria sambil memainkan kancing baju suaminya.

__ADS_1


"Iya sayang," Hasyim mengusap-usap rambut sang istri.


"Pengen.. " dia mulai membuka kancing pertama baju suaminya.


"Sayang bukannya kamu lagi halangan?" cegah Hasyim.


"Enggak kok," bantahnya.


"Em kita makan dulu ya, biar tenaganya full,"


"Maunya sekarang," Hasyim jadi bingung sendiri tak biasanya Aleria meminta duluan dan disertai mood yang berubah-ubah.


"Katanya tadi Ria pengen makan," suaminya itu tetap mengingatkan keinginan Aleria yang pertama.


"Sekarang pengen makan kamu mas," ucapnya sambil air mata meluncur kembali.


"Baiklah sayang jangan nangis lagi, tapi sebentar aja ya," Hasyim khawatir dengan istrinya karena perut belum terisi sama sekali.


"Kok sebentar, mas jijik ya sama aku?"


"Mas cuma takut kalau kamu kenapa-napa,"


"Ria gak papa mas," Aleria tetap saja kekeh.


"Yaudah ayo, nanti bilang kalau sudah capek," Hasyim akhirnya mengalah dan menuruti keinginan istrinya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2