
Oleh: Ida Susyla Wati
#Part 2
Entah bagaimana dia bisa menemukan chat WA ku dengan Diana, perasaan sudah aku hapus bersih semuanya.
Oh ternyata tengah malam saat aku sudah terlelap, dia buka Gawaiku karena dia susah tidur akibat kehamilan nya.
Was-was aku menunggu reaksi Vidya, tapi dia tidak banyak bicara, hanya menangis terisak sambil memegangi perutnya yang sudah sangat membesar.
"Massss...suaranya lirih hampir tak terdengar. Apa mas masih mencintai Diana?"
Aku terdiam.
"Tolong jawab jujur mas.." suaranya terisak
Aku menunduk, tak berani menatapnya.
"Jawab masss....!" Kali ini suaranya terdengar lebih keras.
Ntah apa yang ada dipikiranku, melihat dia berkata sambil terisak aku tak dapat lagi berbohong.
"Maafkan mas Vid.., sejujurnya mas masih sering mengingat Diana, ntah ini cinta atau bukan" jawabku sambil berusaha mengusap air matanya.
Ia menipis tanganku "lalu apa artinya aku? Untuk apa mas menikahiku?"
Ku raih bahunya dengan kedua tanganku, dia mengelak.
"Vid...sudahlah, ini sudah malam. tidurlah..besok kita bahas lagi. Kasian yang anak kita kalo kamu kayak gini" ujarku sambil mengelus perut buncitnya.
Ia menipisku. Aku memahami dia marah, tapi aku belum siap membuat argumen.
"Besok Mas Gajian, kita belanja kebutuhan untuk calon bayi kita ya?" Rayuku.
Vidya diam, dia beringsut berbaring membelakangiku. Punggungnya bergetar tanda ia menangis.
"Aku tau, aku yang salah...maafkan aku, aku sedang belajar untuk mencintaimu, dan mencintai calon anak kita" aku memeluknya dari belakang.
🥀
__ADS_1
Pagi ini aku bangun kesiangan. Buru-buru mandi dan langsung berangkat kerja. Aku karyawan baru tidak boleh datang terlambat.
Sejak bangun tidur sampai berangkat kerja, aku tidak melihat Vidya, mungkin dia ke pasar pikirku. Karena buru-buru aku langsung saja memacu motorku menuju tempat kerja.
Sepanjang perjalanan, aku mengenang saat-saat aku menjalin kasih dengan Diana.
*
Delapan tahun yang lalu Aku dan Diana pacaran saat masih sama-sama duduk dibangku sekolah Menengah Atas. Diana kelas 1 dan aku kelas 3. Aku yang pendiam dan pemalu bertekuk lutut dihadapan Diana saat gadis remaja berparas menawan itu menggodaku.
Diana gadis supel, periang dan mudah bergaul. Aku dibuat jatuh cinta olehnya.
Kami pacaran kebablasan, melakukan hubungan perzinahan yang aku tau itu sangat dilarang agama. Tapi hawa nafsu menguasai kami. Melampiaskan rasa cinta yang belum pada waktunya.
Hubunganku dan Diana tak berjalan mulus. Diana tempramental, kasar dan emosional. Kami sering maen fisik saat bertengkar karena cemburu.
Kami sering putus nyambung. Saat putus Diana sering punya gebetan baru. Tak sulit bagi dia untuk menggaet cowok karena dia memang manis, cantik serta supel dan disukai oleh banyak laki-laki di sekolah.
Melihat itu, aku pun tak mau kalah. Aku yang awalnya pemalu mencoba-coba menggoda cewek yang aku temui. Dan ternyata diluar dugaanku..tiap cewek yang ku goda selalu berhasil aku dapatkan.
Mungkin karena tampangku yang ganteng, tubuhku tinggi atletis, hidung mancung, kulitku kuning bersih, tatapan mataku menghipnotis, sehingga tak ada wanita yang sanggup menolak ku.
Sejak itu, aku jadi playboy cap ikan teri, jadi petualang cinta dari satu cewek kecewek lain. Begitu juga Diana, diapun berpetualang dari satu cowok ke cowok lain nya. Tapi anehnya meskipun kita sudah sering berganti-ganti pacar, aku dan Diana masih saling merindukan dan kami selalu baikan kembali.
Dianapun sama sepertiku, setelah lulus sekolah dia memutuskan bekerja sebagai SPG sebuah produk kosmetik.
Ditahun ke Empat aku menjalin hubungan dengan Diana, aku mengenal Vidya.
Sore itu, aku duduk di depan kantor tempatku bekerja. ada seseorang mendekat.
Si mbak tadi bernama Meylani Dia mengajukan pinjaman di kantorku untuk memajukan usaha jualan online nya. Mey begitu aku memanggilnya, adalah seorang mahasiswi disuatu Universitas bonafit di kotaku.
Lambat laun aku dan Mey Akrab, aku sering bermain ke rumah Mey karena urusan pekerjaan.
Suatu hari aku bersama teman-teman kerja ada acara ke pantai. Di pantai itu aku bertemu dengan Mey yang juga sedang piknik bersama beberapa teman kuliahnya. Akupun ngobrol bersama Mey dan teman-temannya.
"Kenalin ri..ini temen-temen aku, Guys..ini temen ku namanya Ari" ucap Mey
Aku bersalaman satu persatu dengan temen-temen Mey. Ada 4 cewek waktu itu dan salah satunya adalah Vidya.
__ADS_1
Mereka cantik-cantik semua. Vidya aku lihat tidak begitu cantik dibanding temen-temennya yang lain. Tapi nggak tau kenapa aku justru tertarik ngajak dia ngobrol.
Vidya gadis manis, Rambutnya yang hitam, lurus dan panjang digerai begitu saja. kulitnya kuning, beralis tebal, serta bulu mata yang lentik, menambah daya tariknya. Wajahnya polos tanpa riasan membuatnya terlihat bersahaja tapi menarik.
Pakaiannya cassual, ia memakai celana jins warna denim serta kaos motif salur berwarna hitam-putih yang pas body, dipadu cardigan warna hitam, Menambah manis penampilannya. Memakai sepatu flat warna putih, Nampak serasi dengan body nya yang kecil tapi proporsional.
Terlihat branded barang-barang yang melekat di badan nya.
Lumayan manis, gumamku kala itu. Jiwa playboy ku tertantang untuk menaklukkan cewek ini. Akupun melancarkan jurus untuk mendekati Vidya.
-------
"[Hai non..met malem, dah bobo blm]"
Aku kirim SMS tersebut untuk Vidya. Karena pada saat itu belum ada Aplikasi WA seperti sekarang.
Tak ada balasan.
Sambil nunggu balasan dari Vidya, aku kirim pesan kepada beberapa kontak cewek yang ada di ponselku. Mereka semua merespon dengan cepat. Ku gombalin sedikit aja, mereka langsung termakan umpanku.
Beda dengan si Vidya ini. Lama sekali dia membalas pesan ku. Aku menggerutu dalam hati.
Titut..titut..., ponselku berbunyi
"[Siapa?]" Balasan Vidya.
"[Aku, Ari non..temen Mey yang tadi ketemu di pantai. Eh Sorry ya.. barusan aku minta nomer km sama Mey, ga keberatan kan non?]" Tanyaku
Lama tak ada balasan.
"[Ohh..it's ok. Gpp koq]" balasnya.
"[Btw, Nona manis lagi ngapain nih?"]
Tak ada balasan sampe pagi.
Cuek sekali dia. Merespon pesanku ala kadar. Ahhh baru kali ini aku dicuekin cewek. belum tau siapa aku dia. Ancamku dalam hati.
🐊 🐊🐊🐊🐊🐊🐊
__ADS_1
(Buaya darat beraksi)
Bersambung