Bintang Kejora

Bintang Kejora
Yang Sebenarnya


__ADS_3

Demi kalian aku double Up!!


...****************...


Seharusnya aku tidak boleh dengan lancang menginjakkan kaki dengan sembarangan di tempat ini tanpa persetujuan dari mereka.


Tapi sejak Bintang pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan denganku membuatku semakin curiga padanya. Apa benar diam-diam Bintang memang datang ke acara ini? Dan aku masih tidak mengerti kenapa Bintang tega membohongiku.


"Style kita nggak kalah kece sama anak kuliahan ternyata," ujar Keisha dengan bangga saat kita bertiga sudah memasuki pintu masuk.


"Iya lah. Harus totalitas pokoknya biar mereka semua nggak curiga sama kita." Sahut Natalie. Malam ini dia menggunakan mini dres selutut yang berwarna putih dengan sepatu senada. Siapapun yang melihat Natalie sekarang pasti akan mengira jika dia adalah mahasiswa juga karena penampilan dan make up nya yang sudah di setting.


Aku, Natalie dan Keisha malam ini memang nekat untuk mendatangi acara kampus Bintang. Tempatnya berada di outdoor. Ternyata memang bukan party yang dilaksanakan secara formal. Buktinya saja semua orang-orang yang datang hanya memakai baju bebas. Dan itu memudahkan ku untuk masuk dan menyusup di tengah-tengah kerumunan seperti sekarang.


"Eh, kira-kira Adira sama yang lain di sebelah mana ya?" Tanya Natalie clingukan.


"Coba lo chat si Adira. Lo tanyain dia dimana," usul Keisha ngawur.


Natalie sudah melotot tajam ke arah Keisha. Benar-benar menguji kesabaran dengan usulnya yang malah ingin menjerumuskan.


"Kita kan kesininya diem-diem, Keisha! Ya nggak mungkin lah gue nanya dia dimana. Yang ada Adira curiga ntar!"


"Iya juga ya. Kan kita lagi jadi penyusup sekarang."


"Nah itu lo pinter!" Sahut Natalie cepat.


"Mending kita coba nyari di sebelah sana aja," ucapku menyela.


Natalie dan Keisha mengikutiku dari belakang. Sekarang kita bertiga sedang berdiri di sisi kanan tempat outdoor itu.


Mencari keberadaan Bintang dari banyaknya orang-orang yang sedang menikmati acara.


"Ra, si mie burung Dara itu ciri-cirinya kayak gimana? Siapa tau aja mata tajem gue ini ntar nemuin cewek rese itu," ucap Keisha sambil tolah-toleh mengawasi sekitar.


"Lo cari aja mukanya yang paling sengak." Jawabku sekenannya.


"Muka-muka iblis mah biasanya kebaca Kei. Serahin aja sama gue." sahut Natalie enteng.


"Percaya deh. Yang mantan tukang bullynya Bhakti Mulya. Jangan-jangan mie burung Dara takut duluan lagi liat muka lo. Hahaha," tawa Keisha.


Aku yang berdiri beberapa langkah di depan Natalie dan Keisha tidak merespon pembicaraan mereka lagi. Aku masih memincingkan mata berusaha mencari Bintang dimana. Sampai saat aku membalikkan badan ada seseorang dari arah depan yang menabrakku.


"Ops. Sori-sori gue nggak sengaja!" Ucap seseorang itu.


Aku masih menunduk untuk mengibaskan bajuku yang kotor akibat tumpahan minuman yang dibawa oleh orang itu. Tepat setelah aku mendongak mataku langsung membelalak. Orang yang menabrakku barusan sepertinya sama kagetnya setelah matanya bertemu denganku.

__ADS_1


"ELO?!" Ucapnya histeris.


"Cih! Kalo tau orang yang gue tabrak barusan elo, nggak sudi gue capek-capek minta maaf!"


Aku masih menatap orang yang menabrakku tadi dengan tajam. Beberapa menit kemudian Natalie dan Keisha langsung datang. Mungkin mereka segera menghampiriku ketika mendengar ada sebuah keributan tadi.


"Baju lo kotor Ra," kata Keisha kaget.


"Punya mata di pakek dong!" Labrak Natalie sambil mendorong orang itu.


Aku segera menarik tangan Natalie. Tidak ingin jika nanti ada keributan dan mengundang semua perhatian orang-orang.


"Nat, dia ini Dara." Bisikku lirih.


"What???"


"Yaudah. Mumpung ketemu, langsung kasih pelajaran aja gimana?" Timbrung Keisha terlihat bersemangat.


Dara yang berdiri angkuh di depanku mulai tersenyum sinis. Ditemani dua dayang-dayangnya yang sudah berdiri di belakang Dara sambil memainkan minuman mereka di tangan.


"Gue heran deh. Kenapa di acara kita ada cabe-cabean nyasar kesini." Ujar Dara disertai tawa yang terdengar menjengkelkan.


Natalie sudah ingin maju untuk melawan. Namun pergerakannya dengan cepat sengaja aku tahan. Dia pun menolehku heran.


"Lo sadar nggak sekarang kita udah jadi pusat perhatian? Tahan dulu emosi lo. Jangan bikin suasana makin ribut." Ucapku memberi peringatan.


Natalie akhirnya mau menurutiku. Meski wajahnya tampak tidak ada takut-takutnya sama sekali. Seperti jika aku terlambat sedikit saja untuk mencegahnya dia bisa benar-benar mencakar Dara.


"Kenapa? Kalo mau nglawan nggak usah di tahan-tahan gitu kali. Lo pada takut?" Sinis Dara. Ke dua dayangnya pun tertawa meremehkan.


Beberapa orang sekarang sudah berkerumun untuk menjadikan kami tontonan. Apalagi nada bicara Dara yang seperti sengaja dibuat sekeras mungkin.


Dara yang tadinya berdiri beberapa langkah di depanku perlahan mendekat. Tatapannya lurus ke arahku.


"Anggep aja minuman yang tumpah ke baju lo tadi adalah ucapan selamat datang gue, *****? " bisik Dara yang terdengar sangat menjijikkan di telingaku. Ditambah embel-embelnya yang selalu menyebutku dengan kata '*****'.


"Kayaknya sebutan itu lebih pantes buat lo sendiri deh." Ucapku memasang senyum tak kalah sinis.


Dara menggertakan giginya. "Jaga omongan lo ya!"


"Kenapa? Apa gue salah?" Tanyaku masih memasang wajah tenang.


"Beraninya ya lo!"


Dara sudah ancang-ancang untuk mengangkat tangannya ingin menamparku. Reflek aku memejamkan mata dan menoleh ke arah samping. Namun beberapa detik berlalu aku justru tidak merasakan apapun. Dan ketika mataku terbuka, Bintang sudah mencekal tangan Dara di udara.

__ADS_1


"Gue pernah bilang kan Dar. Jangan pernah lo sentuh Kejora!" Ucap Bintang lalu menghempaskan tangan Dara.


Bukan hanya Bintang yang datang untuk menolongku. Aku melihat Adira sedang menarik tangan Natalie agar berhadapan dengan cowok itu.


"Kenapa lo bisa ada disini sih?" Tanya Adira yang dibuat heran.


Natalie masih saja geram. Mungkin karena dia tidak bisa melampiaskan emosinya tadi.


"Kalo lo mau dateng, lo bisa bareng gue. Biar lo nggak dipermaluin kayak gini," timbal Adira lagi.


"Lo malu belain cewek lo sendiri di depan mereka?" Tanya Natalie masih emosi.


Adira berdecak. "Bukan gitu maksud gue,"


"Gue nggak akan nampar cewek sok polos ini kalo mulut dia juga nggak kurang ajar!" Kata Dara dengan nada tinggi sambil menunjukku.


"Oke. Gue minta maaf." Ucap Bintang yang sepertinya sudah pasrah.


"Maaf?" Tanya Dara menatap Bintang sesaat dengan alis terangkat. "Gue nggak akan pernah maafin dia!"


"Lo liat aja ntar! Lo harus bayar semua ini!" Ucap Dara sebelum akhirnya mendorongku kasar dan berlalu meninggalkan kerumunan.


Beberapa orang yang tadi menyaksikan keributan itu akhirnya berangsur pergi satu per satu. Hanya tinggal Adira, Natalie aku dan juga Bintang yang masih berdiri di tempat itu. Aku memberanikan diri untuk menoleh Bintang yang memasang wajah datarnya.


Apa setelah ini dia akan marah padaku?


"Lo ikut gue Nat," ucap Adira yang segera menarik tangan Natalie dan melangkah pergi juga.


"Lah, terus nasib gue gimana dong?" Ucap Keisha bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Lo tetep sama gue kok Kei. Tenang aja," sahutku cepat.


Keisha mengelus dadanya. "Duh, lega gue. Kirain gue mau di tinggalin sendirian disini."


"Pulangnya biar dianter sama temen gue Kei. Kejora biar sama gue."


Kalimat dingin itu seperti tak terbantahkan. Bahkan Keisha yang biasanya akan mencak-mencak mendadak hanya mengangguk tanpa melayangkan protes. Mungkin karena raut wajah Bintang sekarang yang berubah.


****


Jadi Gimana??? 😂😂


Oh iya, sambil nunggu UP mampir juga ke cerita ini yuk, ada Ansel sama Letta yang gak kalah gemes


__ADS_1


__ADS_2