
Ibu yang mendengar suara keributan diluar, seketika menjadi terbangun. Ia hendak membangunkan membangunkan suaminya yang tertidur pulas. Tapi ketika di liriknya jam diatas nakas menunjukkan pukul tiga pagi, Ibu mengurungkan niatnya itu.
Ibu segera beranjak dari tempat tidurnya, untuk melihat apa yang terjadi. Melangkah menyambar cardigan baju tidurnya yang tergeletak diujung ranjang, dan memakainya dengan cepat. Diikatkannya sepasang tali yang menggantung disamping pinggangnya, agar tubuhnya nampak sedikit tertutup.
Saat membuka pintu, Ibu mengedarkan pandangan matanya, celingukan memperhatikan sekitarnya. Matanya terbelalak kaget saat melihat Dalfi pulang dengan keadaan yang sangat berantakan. Mondar-mandir didepan kamarnya sambil memijit pelipisnya.
"Fi, Kamu kenapa, Nak?" Ibu ikut panik ketika melihat kondisi anak semata wayangnya itu. Dengan tergopoh-gopoh mempercepat langkah kakinya.
"Lisa.., Bu," ucap Dalfi tergugu dengan mata berkaca-kaca. Kakinya terasa lemas. Dia jatuh terduduk didepan pintu kamar, dengan kedua kakinya yang menekuk.
"Lisa?" tanya Ibu heran. "Ada apa dengan Lisa?"
"Lisa pergi," lanjut Dalfi lesu.
"Pergi kemana?" tanya Ibu semakin tidak mengerti.
"Aku tidak tahu, Bu! Lisa tidak ada didalam kamar!" seperti seorang anak kecil yang kehilangan mainannya, dan sekarang sedang mengadu pada ibunya.
"Tidak ada dikamar mana?" Ibu masih bingung dengan apa yang sedang dibicarakan oleh anaknya.
"Dia tidak ada dikamarku, Bu!" jelas Dalfi.
__ADS_1
"Tadi sore saja, Lisa masih mengobrol dengan Ibu," batin Ibu sambil mengusap lengan Dalfi, mencoba menenangkan anaknya. "Memangnya Lisa mau pergi kemana pagi-pagi buta seperti ini?"
Dalfi hanya menundukkan kepalanyanya, menyandarkan punggungnya ke tembok, tangannya dilipat diatas dengkul, ia gunakan untuk menopang kepalanya yang terasa berat.
"Dia pergi, Bu! Aku sudah mengecewakannya!" racau Dalfi dengan suara yang sedikit serak.
Dunianya bagaikan runtuh seketika, saat dia tidak mengetahui keberadaan istri tersayangnya itu. Apalagi saat dia mengetahui, Vania lah yang sudah menjadi dalang dari semua kekacauan malam ini.
"Lisa pasti marah, saat ini dia pasti sangat membenciku!" adu Dalfi pada ibunya.
"Kamu ini kenapa sih! Pasti sudah terjadi sesuatu!" telisik Ibu dengan sedikit menyipitkan matanya.
Dalfi mengusap kepalanya dengan kasar, menyalurkan semua emosi yang tertahan. Untungnya jarak kamar pelayan dengan ruang utama cukup jauh, jadi kehebohan yang tercipta dilantai dua, tidak sampai mengundang para pelayan untuk bangun.
"Fi, Mau ngapain kamu kesana!" sahut Ibu. "Ini masih terlalu pagi, jika kamu berniat membuat keributan dirumah orang!" cegah Ibu sambil memegangi tangan anaknya.
"Dalfi hanya akan memastikan keberadaan Lisa, Bu, itu saja!" rayu Dalfi memohon.
Plak
Ibu menepak lengan Dalfi dengan keras, "Dasar bocah kurang waras! Baru juga pulang, sudah buat keributan!" sungut Ibu jengkel. "Tenangkan dulu dirimu! Lihatlah dirimu sekarang, seperti bukan anak Ibu yang biasanya."
__ADS_1
"Dalfi harus segera menemukan Lisa, Bu!" ucapnya memohon.
"Eh, tunggu sebentar!" Ibu mencoba mengingat-ingat sesuatu. "Ya ampun, Fi!
"Ada apa, Bu!"
"Lisa kan ada dikamar tamu lantai bawah, Fi!" pekik Ibu. "Gara-gara kamu juga kan, Ibu jadi ikutan panik! Bisa-bisanya Ibu lupa kalau Lisa pindah dikamar bawah."
Sangking gugupnya saat melihat Dalfi tadi, Ibu menjadi lupa dengan keberadaan orang yang berhasil membuat anaknya uring-uringan.
" Kenapa Ibu tidak bilang dari tadi?" tanya Dalfi sedikit kesal tapi dengan mata berbinar senang.
Dalfi melonjak kegirangan saat mendengarkan ucapan Ibu. Bagaikan hembusan angin yang mengeluarkan angin sejuk, yang menerpa wajahnya ketika panas menyengat.
"Eh, tunggu...," belum sempat Ibu melanjutkan kata-katanya, Dalfi sudah berlari menuruni anak tangga. "Ah, sudahlah! Yang terpenting rumah ini sudah kembali tenang," ucap Ibu berjalan kembali kekamar sambil berdecak heran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Karya ini murni semata hasil imajinasi author, maafkan bila ada hal yang kurang berkenan dengan kalian.
Jangan lupa like, komentar dan giftnya... vote nya juga boleh.
__ADS_1
Terima kasih**