Bucinku Kesayanganku

Bucinku Kesayanganku
Bab 47 Gosip


__ADS_3

Dua bulan lamanya sudah terlewati, semenjak Lisa memutuskan untuk kembali memulai aktivitasnya. Dari pagi hingga pukul lima sore, Lisa menghabiskan waktunya untuk bekerja sebagai OG di Angkasa Group. Sedangkan dari sore hingga malam, Lisa akan menghabiskan waktunya untuk melanjutkan kuliah nya.


Walaupun terkadang tubuhnya sering merasa kelelahan dan bekas operasi yang juga ikut berdenyut, akan tetapi semua begitu terasa begitu menyenangkan bagi Lisa. Karena semua yang dilakukannya murni atas kemauannya sendiri.


Tetapi lain halnya itu, semua berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Dalfi. Sudah sering Ia melayangkan protes kepada Lisa. Waktu Lisa habis dipergunakannya untuk beraktivitas diluar. Tak jarang pula Dalfi sering memarahinya untuk berhenti bekerja dan fokus menyelesaikan kuliahnya saja. Dalfi sering dibuat uring-uringan dengan tingkah Lisa yang pulang malam, pasalnya Lisa menolak semua fasilitas yang diberikan oleh Dalfi termasuk dalam hal antar jemput sepulang kuliah.


Seperti yang sedang terjadi saat ini, Lisa yang sedang beristirahat dikantin, sedikit memberikan pijatan yang ringan di kakinya yang terasa sedikit pegal dan berdenyut. Karena ini minggu terakhir dalam bulan ini, dan mendekati tenggat waktu untuk menyerahkan laporan, maka banyak para staff yang meminta bantuannya sekedar hanya untuk bolak balik memfotokopi beberapa berkas.


Lisa yang tengah menyantap makan siangnya, terlihat beberapa kali sedang melamun. Memikirkan saran dari Dalfi untuk berhenti bekerja.


"Hah, apa benar kata orang, jika tubuh sudah pernah berada diatas meja operasi semuanya akan terasa berbeda. Dulu walaupun harus berdiri selama 12jam, aku tidak pernah merasakan badanku lelah dan kakiku berdenyut nyeri seperti ini. Tapi sekarang, baru beberapa bulan saja rasanya sudah tidak karuan," batin Lisa yang tengah mengeluh tentang kondisi fisiknya.


Lisa mempercepat makan siangnya, mengingat pekerjaannya yang menumpuk dan sudah dengan setia menunggunya.


"Uhuk.. uhuk..," Lisa terbatuk-batuk tatkala sebuah tepukan mendarat di pundaknya dan berhasil mengagetkannya.


"Maaf, maaf, Aku tidak sengaja!" ucap Ardan seraya duduk disebelah Lisa dan membantu mengusap punggungnya.

__ADS_1


"Kakak! Kenapa mengagetkan ku!" sungut Lisa dengan muka memerah.


"Lagian kenapa juga melamun, kesambet baru tahu!" jawab Ardan santai. Meletakkan nampan berisi makan siangnya dan memilih duduk disebelah Lisa.


Lisa meraih gelasnya dan meminum isinya hingga habis tak bersisa. Merasakan kelegaan ditenggorokan karena nasi yang sudah mulai turun ke lambung.


"Pelan-pelan saja, Aku tidak akan meminta jatah makan siangmu!" imbuh Ardan.


"Bukan begitu, Kak! Hari ini pekerjaan ku banyak sekali dan aku harus segera menyelesaikannya. Jika tidak, aku terpaksa harus lembur!"


"Cepat selesaikan makanmu, Kak! Jam istirahat sudah hampir habis."


Lisa seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh orang yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri.


"Kenapa dengan orang-orang itu! Sepertinya mereka sedang membicarakan kita!" sahut Ardan cepat. Melihat beberapa orang yang sedang berbisik-bisik kemudian melirik kearah meja mereka.


"Bukan Kakak yang sedang mereka bicarakan tetapi Aku!"

__ADS_1


"Hah, kenapa? Kamu membuat kesalahan ya?" tanya Ardan panik.


"Tidak! Entah sepertinya ada yang tidak suka denganku. Dan dengan sengaja menyebarkan gosip yang tidak benar tentangku!" jawab Lisa santai.


"Sejak kapan? Gosip apa? Apakah mereka tidak tahu siapa yang sedang mereka bicarakan!" Ardan merasa marah ketika mengetahui Lisa sedang menjadi bahan gosip dikantor ini.


"Sejak beberapa hari yang lalu, Aku mendengar ada yang sengaja menyindir ku dan mengataiku wanita penggoda."


Tampaknya Lisa mulai kesal dengan ulah oknum yang tidak suka dengannya. Dengan leluasa dia bercerita tentang keluhannya kepada Ardan.


"Apa! Berani sekali orang itu!" pekik Ardan.


"Lebih baik Kakak jangan terlalu dekat denganku, kalau tidak nanti kakak juga yang akan kena imbasnya." imbuh Lisa memperingatkan Ardan.


"Apakah Dalfi sudah tahu?" selidik Ardan.


Lisa hanya menggelengkan kepalanya. "Belum, Aku tidak ingin menambah beban pikirannya. Aku bisa mengatasi masalah ini sendiri," ucap Lisa mantap.

__ADS_1


__ADS_2