Bucinku Kesayanganku

Bucinku Kesayanganku
Bab 9 Istriku Sayang


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan tepat. Dengan hati yang berdebar- debar tak karuan, Dalfi siap menanti kedatangan Lisa untuk duduk bersanding bersamanya. Dia duduk didepan penghulu dengan setelan jas berwarna putih ditambah peci berwarna senada. Nampak pas bertengger diatas kepala.


Dekorasi pesta dibuat minimalis, sederhana tapi terkesan mewah. Meja bulat dan kursi tamu yang dibalut kain putih sudah tertata rapi. Kain panjang menjuntai dengan hiasan bunga hidup memperindah tenda yang menaungi mereka.


Pernikahan yang digelar dirumah sengaja hanya mengundang beberapa tamu. Dari pihak dalfi mengundang keluarga serta teman dekat dan beberapa petinggi perusahaan. Sedangkan dari pihak Lisa hanya ada bu yuyun dan ardan yang nampak duduk dimeja paling depan. Mereka menghadiri pesta pernikahan itu sebagai tamu kehormatan.


Beberapa pelayan nampak sibuk menyiapkan hidangan. Ada yang membawa nampan berisi minuman. Ada yang mengecek ketersediaan makanan dimeja. Mondar mandir keluar masuk dapur memastikan tidak ada yang kurang. Semua sibuk dengan tugasnya masing-masing. Tentu saja ini tak lepas dari campur tangan sekretaris Kim yang ikut andil ambil bagian. Memastikan semua berjalan lancar tanpa ada halangan.


Tak membutuhkan waktu lama, yang ditunggu akhirnya keluar juga. Walaupun harus susah payah berjalan dengan bantuan alat dan dipapah oleh dua orang perawat yang berubah peran menjadi bridesmaid.Semua itu sama sekali tidak mengurangi aura pengantin yang terpancar.


Lisa mengenakan kebaya putih berpayet emas dengan sedikit sentuhan bros di bagian belahan dada dan dipadu padankan dengan kain batik sebagai bawahannya. Riasan wajahnya dibuat tidak terlalu menor, rambutnya disanggul rapi ditambah aksesoris tiara dan tak lupa beberapa rangkaian bunga melati menjuntai sampai kedada.


Dalfi dibuat tak berkedip dengan penampilan Lisa. Jantungnya seakan berhenti berdetak ketika melihat Lisa yang berjalan pelan menuju kearahnya. Para tamu pun dibuat berdecak kagum dengan paras pengantin perempuan.


"Saya terima nikah dan kawinnya khalisa almira binti wali hakim dengan mas kawin tersebut, tunai! "dengan sekali tarikan nafas dalfi mengucapkan ijab qabul.


"bagaimana para saksi, sah?"


"sah"


"sah"


"alhamdulillah," ucap para tamu undangan.


Tak lupa Pak Ustadz mengakhiri prosesi akad nikah dengan doa dan diamini oleh semua tamu undangan.


Sedari tadi Lisa berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah,akan tetapi semua sia-sia saat kata sah terucap dari para saksi.Bayangan ayah dan ibunya menari dipelupuk mata. Pria asing yang dikenalnya beberapa waktu lalu sekarang sah menjadi suaminya.


Perasaan aneh tiba-tiba menjalar di sekujur tubuh lisa, saat pertama kalinya mereka bersentuhan.Dadanya ikut berdebar,ketika mencium tangan dalfi dan satu kecupan mendarat mulus di keningnya.


Ibu.. benarkah keputusan yang aku ambil ini ?


Sekejap dia menyesali keputusannya. Menikah dengan orang yang tidak dicintai bukanlah impiannya. Tapi mempermainkan pernikahan juga bukan keinginannya.


Kenapa dulu tidak aku Terima saja tawarannya. Kenapa malah mengajaknya menikah yang terlintas dibenakku, pikirnya.


Air mata mengalir lebih deras saat Bu Rini datang menghampiri dan memeluknya. Diusapnya pelan punggung gadis yang sekarang sudah menjadi menantunya.

__ADS_1


"Ibu.. Hiks," dengan terbata-bata dan air mata yang berlinang, lisa membalas pelukan ibu.


"Sudah Sayang,ini hari bahagia kita," ucap bu rini mencium pipi Lisa.


"Selamat ya,Nak! Kamu sudah resmi memiliki suami.Ibu lebih tenang sekarang,karena kamu sudah ada yang menjaga. Ibumu disana juga pasti ikut tersenyum melihatmu berbahagia," sekarang gantian bu yuyun yang memeluk dan memberikan ucapan selamat.Sedangkan Ardan sudah tak terlihat batang hidungnya.


Lisa hanya bisa menangis sesengukan. Dihari bahagianya tiada orang tua dan keluarga yang menemani. Hatinya yang sedih sedikit terhibur dengan kedatangan bu yuyun.


Tak lupa kedua mempelai sungkem mencium tangan kedua orang tua. Mengucapkan terima kasih dan meminta restu untuk memulai bahtera rumah tangga. Suasana hati lisa sudah sedikit membaik, saat ibu memberikan wejangan untuknya.


Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Para tamu undangan silih berganti memberikan ucapan. Memuji pasangan pengantin yang nampak serasi. Mereka nampak menikmati setiap proses acara.


"Selamat,Bro! Akhirnya sold out juga."


"Selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng sampai tua."


Alex dan Juna teman dekat Dalfi memberikan ucapan selamat.


"Apakah acaranya masih lama lagi?" ucap Lisa sembari melirik dalfi.


"Kenapa?" Dalfi.


"hmmm oke, jangan teriak ya! atau kita berdua akan malu."


" Hah! ken...?"


Belum sempat lisa menjawab pertanyaan, dalfi serta merta sudah menggendongnya seperti saat dirumah sakit. Lisa mendelik tajam dengan tingkah dalfi.


"Wah.wah.. suit, suit ada yang udah nggak sabaran nih!" teriak salah satu tamu undangan. Dan itu sukses membuat pipi lisa merona seperti kepiting rebus.


"Maaf ya! kita permisi dulu, kalian teruskan saja pestanya," jawab dalfi sambil nyengir penuh bahagia.


"Antarkan kekamarku!" pinta lisa berbisik.


"Santai saja, kita kan sudah sah sekarang. Atauu kamu mau ayah dan ibu saja yang mengatur letak kamar kita!".


lisa mendengus kesal mendengar jawaban dalfi

__ADS_1


"Pegangan! Aku nggak mau ibu memarahiku kalau sampai kamu terjatuh," ucap dalfi melanjutkan kata-katanya.


Dengan berat hati lisa mengalungkan kedua tangannya dileher dalfi.Aroma maskulin menyeruak memenuhi indra penciumannya.semakin dihirup semakin membuatnya ketagihan.


"Hati-hati,Nak!" ucap Ibu mengingatkan.


Lisa memaksakan senyumannya demi membuat para tamu tidak curiga.Dalfi yang sudah sampai kedalam rumah,berjalan naik menyusuri tangga dengan langkah pelan. Dia mematuhi perintah ibunya untuk hati-hati.


"Maaf,Tuan! Sepertinya anda memang sengaja ya memperlambat laju kaki anda? Suka sekali curi-curi kesempatan!" lisa melengos membuang pandangan.


"Memangnya kenapa? tidak berdosa juga. Toh, istri sendiri yang digendong," ucap dalfi sambil tersenyum.


"Baiklah,Tuan! Terserah anda, jangan sampai nanti anda mengeluh tangan dan kaki sakit karena menggendong ku!" lisa berusaha sebisa mungkin tidak memandang dalfi. Sedari tadi dia sudah mencoba menyembunyikan rona wajahnya yang tersipu karena berada sedekat ini dengan dalfi.


"Buka!".


"Apanya?" Lisa bingung mengartikan ucapan dalfi.


"Pintunya,Lisa sayangggg," ucap dalfi sambil terkekeh "memangnya apa yang kau pikirkan.. hmmm? " sembari tersenyum menyeringai.


wajah lisa yang dari tadi merona bertambah semakin merah karena malu.Tak terasa kalau sudah berada didepan kamar. Langsung saja diputarnya handle pintu.


Harum semerbak bunga mawar dan melati memenuhi ruangan. Kamar tidur dalfi yang identik dengan kesan laki-laki diubah menjadi kamar pengantin.Sprei kasur berwarna pink bertabur bunga mawar merah berbentuk hati.Tak lupa dua buah handuk simbol cinta berbentuk burung ditata apik diatas ranjang.


Dalfi masuk dan membaringkan lisa diranjang.


"Terima kasih."


"Istirahatlah! Aku akan kembali menemui para tamu dan tunggu aku disini!" perintah dalfi.


"Hmm..sekalian tolong panggilkan pelayan!" ucapnya dengan sedikit senyum yang dipaksakan.


"Baiklah, Istriku sayang," membalikkan badan lalu pergi keluar.Dan tak lupa mengerlingkan mata sebelah kanan sebelum menutup pintu.


"See you soon, honey."


"ck.. " berdecak kesal sambil melengos membuang muka.

__ADS_1


istriku...sayang, hiiih apaan sih!


merinding geli ketika mendengarnya.


__ADS_2