
Didalam kamar, Lisa yang sedang duduk disofa panjang di balkon kamar nampak sibuk membuka-buka hpnya. Beberapa tagline berita gosip, berhasil menarik perhatiannya. Lisa kaget, saat melihat beberapa foto yang agak diblur berseliweran di internet.
Vania Soraya tertangkap basah tidur dengan seorang pengusaha dihotel berbintang.
CEO Angkasa Group ternyata seorang lelaki hidung belang, yang hanya menginginkan kenikmatan sesaat.
Pengusaha Dalfi Winata menolak bertanggung jawab setelah meniduri Vania Soraya.
Mengepalkan kedua tangannya, geram, dengan para pembuat berita yang sesuka hatinya membuat tagline yang menjerumuskan.
"Para wartawan ini memang suka sekali memuat berita, tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dahulu. Mereka hanya mementingkan rating penonton, tanpa memikirkan dampak dari berita itu." sungut Lisa sambil terus membaca artikel.
.
Lisa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dan menghembuskannya secara perlahan. Pasokan udara di otaknya seketika turun drastis, membuatnya merasa sesak.
"Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang," batin Lisa frustasi sambil menyandarkan kepalanya.
Dari dalam kamar, terdengar bunyi HP Dalfi berdering berulang kali, beberapa panggilan dengan nama "My Big Boss" tertera di layar HP Dalfi.
"Iya, Yah! Ada apa!" kata Dalfi setelah memencet ikon berwarna hijau.
__ADS_1
"Cepat kau baca berita hari ini, Sekarang!" ucap Ayah dengan nada datarnya, dan langsung menutup panggilan sebelum Dalfi sempat menjawab.
"Hah! Ada masalah apa lagi!" tangannya sibuk membuka laman berita di hpnya. "Histt! Sudah kuduga Vania akan melakukannya!"
Dalfi langsung memencet nomor Sekretaris Kim. Baru deringan pertama, panggilan langsung tersambung.
"Bagaimana apa kau sudah mendapatkannya?" tanya Dalfi langsung pada intinya.
"Sudah, Tuan! Anda tidak perlu khawatir, saya jamin sebentar lagi berita itu akan lenyap," suara Sekretaris Kim dari seberang sana terdengar sangat yakin.
"Baiklah, Terima kasih!" kemudian menutup panggilannya.
Yang menjadi permasalahan penting bagi Dalfi adalah bagaimana caranya membujuk Lisa agar mempercayai ucapannya dan segera menyudahi perang dingin ini.
Kalau dulu mudah saja baginya, saat menghadapi Vania yang sedang merajuk. Hanya dengan memberikannya sesuatu benda yang mahal dan bermerk ataupun barang yang sedang viral, wanita itu akan langsung luluh hatinya.
Akan tetapi sekarang yang dihadapinya, adalah seseorang yang mempunyai sifat dan kepribadian yang bertolak belakang 180 derajat dengan Vania.
Belum pernah dia mendapati Lisa tengah meluapkan amarahnya dengan berkata kotor ataupun dengan berteriak memaki orang. Lisa hanya akan mendiamkan orang yang membuatnya marah dan memilih untuk menjauhinya sementara.
Kepalanya celingukan mencari keberadaan Lisa yang tidak ada ditempat tidur. Matanya langsung saja tertuju pada pintu balkon yang terbuka.
__ADS_1
Dengan langkah gontai, Dalfi berjalan menuju ke balkon. Dilihatnya Lisa yang sedang memejamkan matanya dan sedang memegangi hpnya dengan erat.
"Pasti dia sudah membaca berita itu!" batin Dalfi yakin.
Dengan sedikit berjongkok, diciumnya kening Lisa perlahan. "Sayang, aku akan pergi keluar sebentar! Aku akan membereskan masalah ini secepatnya." lirih Dalfi ditelinga Lisa.
"Hmmm! Pergilah!" jawab Lisa tanpa menoleh ataupun membuka matanya.
"Khalisa Almira, Sayang! Apakah kamu tidak ingin mencium suamimu ini. Berikan aku sedikit semangat, aku sedang membutuhkan itu!" ucap Dalfi dengan sedikit manja.
"Akhh, Mas!" pekik Lisa saat membuka matanya, terperanjat kaget saat melihat wajah Dalfi sudah berada persis didepan wajahnya.
"Makanya, punya suami ganteng gini, jangan dianggurin dong!" memonyongkan bibirnya meminta jatah penyemangat siang ini.
Cup
Lisa mencium bibir Dalfi dengan cepat. "Sudah, cepat sana pergi! Jangan lama-lama, jika sudah selesai cepatlah pulang!" mendorong tubuh Dalfi agar segera pergi dari hadapannya.
"Kamu mengusirku! Kenapa kau jahat sekali, Sayang!" Dalfi yang semakin berat melangkahkan kakinya untuk keluar, malah sibuk mendusel-duselkan bibirnya keceruk leher Lisa.
"Sudah pergi sana! Aku masih marah padamu!"Mendorong pelan kepala Dalfi dengan ujung jarinya.
__ADS_1
"Aku akan pergi sebentar saja, Aku janji!" beranjak keluar dari kamar.
Setelah mengganti bajunya dilantai atas, Dalfi segera keluar menyambar kunci mobilnya. Hari ini dia harus membuat perhitungan kepada Vania.