Bucinku Kesayanganku

Bucinku Kesayanganku
Bab 45 Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Dengan mantap, Lisa menapakkan kakinya menuju meja resepsionis.


"Selamat pagi! Bolehkah saya ingin bertanya, Ruangan HRD ada dilantai berapa?" tanya Lisa setelah menyapa resepsionis yang berjaga.


Seorang wanita cantik dengan rambut dicepol rapi berdiri dibelakang meja resepsionis, menelisik penuh teliti penampilan Lisa sebelum menjawab pertanyaannya.


"Maaf sebelumnya, untuk keperluan apa Anda datang kemari?" resepsionis balik bertanya.


"Eee, mulai hari ini saya akan bekerja di perusahaan ini!" jelas Lisa lagi.


Sang resepsionis nampak sedikit mengerutkan keningnya penuh tanda tanya. Pasalnya di


perusahaan belum ada info tentang pembukaan lowongan untuk merekrut karyawan baru.


"Saya datang atas rekomendasi Bapak Abdul Hakim!" kata Lisa yang seakan mengerti kebingungan resepsionis itu.


"Oh lewat jalur dalam ya, pantas saja!" sindiran lirih bernada sinis dari resepsionis mampir ke telinga Lisa. "Silahkan mbak menuju lantai 10!" kata resepsionis tanpa memandang Lisa sama sekali.


"Terima kasih!" ucap Lisa sembari berusaha tersenyum.


Saat baru saja hendak melangkahkan kakinya, terdengar suara resepsionis mengucapkan salam dengan sangat sopan, "Selamat pagi, Tuan Dalfi!"

__ADS_1


Lisa memperhatikan petugas wanita itu, dengan sopannya menampilkan senyuman tercantiknya. Sedangkan Dalfi hanya tersenyum datar, sembari melirik sekilas kearah Lisa. Kemudian menghilang di balik pintu lift yang dikhususkan untuknya bersama dengan Sekretaris Kim yang mengikuti dibelakangnya.


"Mbak jadi ketemu HRD tidak? belum mulai kerja saja sudah lelet, bagaimana nanti kalau sudah benar-benar diterima bekerja disini!" ketus resepsionis itu.


"Maaf, mbak!" mengambil langkah seribu menuju pintu lift karyawan.


"Ih, dasar! bisa rusak citra perusahaan jika punya petugas macam itu!" batin Lisa.


Setelah sampai dilantai yang dituju, Lisa langsung saja bergegas mencari ruangan yang dituju. Tanpa membuang banyak waktu, Lisa mengetuk pintu perlahan.


"Masuk!" terdengar sahutan dari dalam pintu, setelah Lisa mengetuknya.


"Selamat pagi, Pak! Apakah ini ruangan Bapak Syamsul?" tanya Lisa sopan.


"Saya Khalisa Almira, Pak! Datang untuk bekerja atas rekomendasi dari Bapak Abdul Hakim!" ucap Lisa terus terang tanpa basa basi.


Pak Syam yang mendengarkan nama yang disebutkan Lisa tadi, nampak termenung sejenak. "Kamu kekasihnya Sekretaris Kim atau adiknya, ada hubungan apa dengan beliau?" tanya Pak Syam penasaran.


"Bu.. bukan, Pak! Saya bukan kekasihnya, dan Saya juga tidak memiliki hubungan apapun!" jawab Lisa tergagap.


"Setahu saya, Sekretaris Kim tidak pernah merekomendasikan seseorang menjadi karyawan disini, jika orang itu tidak mempunyai kualifikasi yang memenuhi syarat!" kata Pak Syam sambil membuka data diri Lisa.

__ADS_1


"Tapi saya mempunyai kinerja yang bisa dipertanggungjawabkan, dan semangat untuk memajukan perusahaan. Saya tidak mempunyai catatan buruk selama saya bekerja ditempat lain," Lisa mencoba meyakinkan Pak Syam.


"Maaf, Saya hanya penasaran saja! Toh saya pun tidak bisa menolak jika yang merekomendasikan mu saja, seorang Sekretaris yang mempunyai peran penting disini!" ungkap Pak Syam seperti sedang mengejeknya.


"Hah, sudah kuduga akan seperti ini. Aaaaa Mas Dalfi! Niatmu yang baik malah menjadi boomerang bagiku!" teriak Lisa dalam hatinya.


"Ini seragammu! Menurut yang diperintahkan oleh Sekretaris Kim kamu ditugaskan menjadi OG khusus diruangan CEO! Temui Bu Mirna di bagian pantry dilantai 11, dia nanti akan menjelaskan tentang tugasmu!" Pak Syam menyerahkan dua stel seragam OG dan juga tanda pengenal kepada Lisa.


Lisa beranjak keluar setelah mengucapkan Terima kasih, dan segera menemui Bu Mirna.


Bu Mirna adalah senior yang mengurusi karyawan OB/OG dan juga bagian cleaning service ataupun housekeeping. Tidak seperti Pak Syam ataupun resepsionis tadi yang melihatnya dengan sebelah mata, Bu Mirna dengan telaten menjelaskan tugas Lisa dengan mendetail.


"Ini antarkan dulu minuman untuk staff diruangan CEO! Disitu sudah tertulis namanya masing-masing, jadi kamu tinggal meletakkannya saja diatas meja!" ucap Bu Mirna menjelaskan.


Lisa mengangguk paham dan pergi mengerjakan tugasnya. Saat sedang berjalan, tanpa sengaja seorang karyawan pria menabrak tubuh Lisa hingga terhuyung.


"Aaaaaa," pekik Lisa kaget. Untung saja dengan sigap, Lelaki itu menarik tanganya hingga Lisa tidak sempat terjatuh.


"Lisa? Apa yang kamu lakukan disini!" tanyanya yang tak kalah kaget.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


**jangan lupa like, dan komentar nya ya kak... gift nya juga biar author lebih semangat lagi..


Love you all**...


__ADS_2