BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟷𝟽


__ADS_3

"Aku cuman mau ngasih saran sama mas Prapto. Karena aku rasa akan lebih kalau misalnya mas Prapto tahu semuanya dengan mata dan hati mas sendiri." (Farah)


"Ingat mas, jangan pernah mas Prapto meninggalkan ibadah. Jangan pernah mas menaruh dendam dan kebencian kepada siapapun, bahkan orang yang telah menyakiti mas sekalipun." (Farah)


"Maksud kamu apa Fa?" (Prapto)


"Ada sesuatu yang belum mas ketahui, dan inget pesen aku ini mas." (Farah)


"Iya Fa." (Prapto)


Prapto tidak tahu apa maksud dari ucapan Farah. Namun Prapto berfikir kalau Farah telah mengetahui bahwa akan ada sesuatu yang mengancam kehidupan Prapto. Dan Prapto sudah berjanji akan menuruti semua saran dari Farah.

__ADS_1


Prapto lalu kembali ke dalam kamarnya. Dia melihat anaknya sudah tertidur sangat lelap. Dia sangat khawatir dengan keadaan keluarganya sekarang ini. Karena kehidupan mereka benar-benar sedang terancam. Bahkan dia tak yakin kalau semua ini akan berakhir.


Prapto sangat menginginkan kehidupan yang aman dan damai. Tapi kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan untuk dirinya. Dia harus melawan sesuatu yang sama sekali tidak Prapto ketahui. Dia tidak pernah suka dengan hal-hal yang berbau klenik.


Selama ini dia menganggap bahwa itu semua hanyalah omong kosong belaka. Tapi sekarang Prapto sedang mengalaminya. Masalah yang begitu menekan batinnya. Dari hilangnya Teguh, sampai istrinya yang berubah menjadi aneh dan tak terkendali.


Semua itu bukan lagi omong kosong.


Sekarang ini dia hanya memiliki Dion, dan juga Farah. Orang yang baru kemarin dia kenal, tapi sudah banyak membantu permasalahannya. Memberikan nasehat dan juga sangat sabar menghadapi sikap Prapto yang keras.


Prapto tak menyangka kalau masalahnya akan merambah kemana-mana. Apalagi sekarang dia harus berjuanga sendiri membereskan masalahnya. Dia juga tak mau terus-terusan merepotkan Farah. Karena Prapto juga tidak mau kalau sampai Farah terkena imbas juga nantinya.

__ADS_1


Prapto memutuskan untuk belajar sesuatu kepada Farah yang bisa berguna untuknya. Karena Prapto sangat yakin kalau Farah bukan orang sembarangan. Pasti dia memiliki sesuatu yang tak dimiliki oleh orang lain. Tak mungkin Farah hanya orang yang biasa-biasa saja.


Seperti peristiwa tadi pagi. Itu semua pun karena Farah menghubungi Prapto. Dan Prapto menjadi waspada kepada istrinya, Dina.


Prapto merebahkan dirinya di tempat tidurnya. Walaupun tempat ini tak senyaman rumahnya, tapi Prapto sangat bersyukur masih bisa tidur dengan anaknya di tempat yang aman ini. Tanpa dia harus merasa takut menjadi buruan istrinya lagi.


Di otaknya masih tetap terngiang kata-kata Farah tadi. Seakan itu mengisyaratkan banyak hal. Dan seakan semua itu ada di dalam diri Prapto sendiri. Tapi Prapto tetap berfikir positif, karena dia tak mau menjadi gila karena memikirkan hal itu. Yang terpenting bagi dirinya adalah mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya.


Dan menjalankan semua nasehat dari Farah.


"Aku harus perbaiki dulu diriku ini. Baru setelah itu aku cari solusi buat masalahku. Karena aku udah lihat banyak keanehan hari ini. Farah benar juga, aku memang ngga pernah berdoa lagi. Padahal, itu juga nasehat yang orang tua ku kasih ke aku waktu mereka masih hidup." (Prapto)

__ADS_1


__ADS_2