
Hanya saja hati dan pikiran Anmarah sudah dikuasai oleh dendam dan sifat serakah. Sehingga dia sudah menolak perintah Tuhan.
"Bagaimana Anmarah? Kamu malu untuk mengakuinya? Cobalah berfikir lebih sehat, apa yang sudah kamu dapat dari Mozan dan juga iblis yang kamu panggil sebagai paduka raja? Bukankah hanya kehampaan?" (Teguh)
Anmarah diam seribu bahasa. Dia tidak mau menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Teguh. Dia tetap kekeh terhadap keyakinan yang ia pegang sekarang.
"Ayo kita bertarung. Kita buktikan siapa yang pantas disebut raja." (Anmarah)
Anmarah mengambil tombaknya, lalu dengan sepenuh tenaganya dia menyerang Teguh. Saat itu Teguh masih menahan dirinya untuk tidak menyerang Anmarah, karena bagaimana pun Anmarah tetaplah manusia biasa yang tidak memiliki daya apa-apa. Semua perubahan dalam dirinya itu terjadi akibat siasat iblis untuk menghancurkan imannya.
Teguh terus menghindar dari serangan Anmarah, sehingga membuat Anmarah
semakin kesal dan semakin bernafsu untuk menghabisi Teguh. Para pengikut Anmarah pun tidak tinggal diam. Mereka kembali
__ADS_1
menyerang Lidya, meski serangan mereka sia-sia saja. Dan mereka pun tahu, kalau Lidya memiliki kekuatan diatas rata-rata.
Benar saja, belum sampai lima menit, sudah lima orang tumbang dengan keadaan terpanggang, dikarenakan Lidya mengeluarkan api dari mulut dan juga kedua telapak tangannya. Alih-alih ingin membuat Lidya tersiksa, Mozan secara tidak sengaja telah menciptakan senjata ampuh yang akan
membunuh dirinya sendiri.
Selama dihukum ditiang perak, Lidya mencoba belajar untuk mengendalikan semua kekuatan yang ada pada tiang itu. Tiang itu sudah sangat tua, dan sudah memakan banyak sekali korban jiwa. Sehingga jiwa-jiwa orang yang mati masih terus bergentayangan. Bahkan sebagian
Beberapa senjata tajam yang menusuk Lidya juga ikut terbakar karena hawa panas yang
Lidya keluarkan. Mozan yang paling kuat diantara yang lainnya pun bisa merasakan
kekuatan yang amat sangat besar dari Lidya. Padahal jarak Mozan dengan Lidya sangatlah jauh. Mozan menjadi hilang keseimbangan saat bertarung dengan Kyai Husein.
__ADS_1
Gerakan-gerakan bela dirinya mulai tidak teratur. Dan terkesan mulai ceroboh. Disinilah Mozan mulai melemah, karena Kyai Husein berhasil mengambil kesempatan untuk menyarangnya saat dia sedang lengah.
"Brraaaaagghhhh!"
Mozan pun jatuh terpelanting setelah mendapatkan pukulan dari Kyai Husein. Ternyata Kyai Husein menggunakan ilmu pukulan jarak jauh, yang ia dapatkan dari gurunya saat masih muda dulu. Dengan ilmu tersebut, Mozan yang seorang penyembah iblis saja bisa kalah telak.
Seluruh anggota tubuhnya terasa sakit. Darah berwarna hitam pekat keluar dari mulutnya. Dia merasakan urat-urat ditubuhnya seakan mau putus. Baru kali ini Mozan merasakan sakit yang luar biasa seumur hidupnya.
Semua pengikut Mozan pun terkejut dan ketakutan setelah melihat Mozan terluka parah.
Beberapa dari mereka juga memilih untuk melarikan diri, tetapi berhasil dicegat oleh murid-murid Kyai Husein. Mozan dan kelompoknya sudah kacau balau. Mundur mati, maju pun mati. Tidak ada jalan bagi mereka untuk melarikan diri.
"Kami sudah menawarkan perdamaian kepada kalian. Tapi kalian lebih memilih untuk tetap bertarung. Kami tidak pernah sekali pun ingin membunuh kalian. Kami hanya ingin hidup damai, dan melihat kehidupan ini berjalan dengan semestinya, tanpa ada orang-orang berusaha merusaknya. Itu sudah menjadi resiko yang harus kalian tanggung." (Kyai Husein)
__ADS_1