
Perlakuan Kevin yang tidak disangka-sangka itu membuat mereka semua heran sekaligus takut, karena Kevin adalah anak yang sangat culun dan terlihat seperti pengecut. Kevin hanya tertawa melihat anak laki-laki yang sombong itu mati meregang nyawa ditangannya. Kevin mulai mendekati korbannya yang lain, mereka semua bersiap dengan segala senjata yang ada ditangan mereka.
Mereka semua bersiap menghadapi dua orang gila yang sekarang semakin dekat dengan posisi mereka. Namun saat Kevin mendekat dan mengayunkan goloknya, mereka hanya menghindar, tanpa membuat perlawanan apa pun. Tangan mereka gemetar hebat karena melihat sosok Kevin yang sudah mulai tidak waras. Mereka mencoba memperingati Kevin dengan berbagai hal, tapi Kevin tidak menghentikan niatnya sedikit pun.
Yang ada di dalam pikiran Kevin hanyalah membunuh mereka semua tanpa menyisakan satu pun, meski dalam aturannya akan disisakan lima orang yang pantas untuk masuk ke dalam kelompok ini. Salah satu dari mereka bahkan sampai kencing di celana karena rasa takut yang luar biasa. Lea yang melihat hal itu pun tertawa terbahak-bahak karena menganggap itu adalah sesuatu yang lucu.
__ADS_1
Lea membuka salah satu kotak senjata dan menemukan sebuah belati yang cukup besar, yang akan dia gunakan untuk memulai aksinya lagi. Mereka bertujuh semakin semakin ketakutan karena sekarang Kevin dan Lea sudah bekerjasama untuk menghabisi mereka. Tapi kemudian mereka ingat kalau tidak ada satu pun orang yang boleh bekerja sama, atau suhu di ruangan ini akan berubah menjadi panas.
"Ingat! Jika kalian bekerjasama, suhu di ruangan ini akan berubah menjadi panas. Dan kita semua akan mati terpanggang!" ucap salah satu dari mereka.
Yang lainnya pun mulai ingat dengan peraturan itu, sehingga membuat suasana kembali menjadi kacau karena sekarang mereka bertujuh yang saling melindungi justru menjadi saling serang satu sama lain. Mozan yang mendengar ucapan salah dari mereka pun menjadi ingat dengan peraturan yang sempat ia lupakan, karena terlalu fokus melihat Kevin dan Lea.
__ADS_1
Tetapi Kevin dan Lea semakin bersemangat membantai mereka. Hingga singkatnya, kini tersisa tiga orang diantara tujuh orang tadi. Lea langsung berteriak untuk menghentikan pertandingan kematian itu. Karena sekarang jumlah mereka sudah pas lima orang.
"Berhenti! Semuanya sudah selesai! Sekarang jumlah kami sudah pas lima orang! Akhiri semua ini!" (Lea)
Lea melempar pisau yang ada di genggamannya. Begitu juga dengan Kevin yang mulai sadar kembali dengan apa yang telah ia lakukan. Kevin menatap kedua tangannya yang gemetar. Untuk kesekian kalinya Kevin sudah melakukan pembunuhan. Kevin tidak ada bedanya dengan psikopat. Dia memiliki kepribadian ganda, yang membuatnya kesulitan untuk mengontrol dirinya sendiri.
__ADS_1
Kevin kerap membuat kekacauan yang disebabkan oleh kepribadian keduanya. Kepribadian itu tercipta karena dia selalu mengalami pemukulan yang dilakukan oleh teman-temannya sekolahnya sewaktu ia masih kecil. Kevin banyak mengalami hal-hal buruk dan menyakitkan sepanjang perjalanan hidupnya. Seakan dia tidak pernah ditakdirkan untuk bahagia.
Dari situlah semuanya dimulai. Sosok kepribadian Kevin kedua ini bersikap melindungi Kevin yang asli, yang dianggap sangat lemah dan harus mendapatkan dukungan penuh dari sosok kepribadian yang kedua.