BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟺𝟽


__ADS_3

"Aku tahu apa yang kalian inginkan, sehingga kalian menerima undangan kami. Dari jauh kalian datang dengan segala cara untuk sampai ke tempat ini. Kalian semua direkrut bukan tanpa alasan. Tetapi, karena kalian adalah orang-orang terpilih yang pantas mendapatkan kembali kehidupan kalian. Di tempat kalian berasal, kalian hanya dianggap sampah tak berguna. Bahkan, keluarga kalian pun dengan tega meninggalkan kalian. Menelantarkan kalian begitu saja tanpa belas kasih. Maka disinilah semua kehidupan kalian akan berubah. Kalian harus membuktikan kepada mereka semua, siapa kalian sebenarnya." (Mozan)


Kelima orang itu dengan cermat mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Mozan. Secara bertahap mereka mulai terpengaruh dengan ucapan Mozan yang seakan sangat memahami secara detail setiap liku-liku kehidupan mereka.


"Kalian sudah tidak dianggap sebagai manusia lagi oleh keluarga kalian. Bahkan seekor anjing jauh lebih baik dari pada kehadiran kalian di sebuah keluarga. Namun harapan selalu ada anak-anakku. Saat kalian kehilangan keluarga kalian, maka kami semua yang akan menggantikan mereka. Kalian akan merasakan apa itu cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya. Kami tidak memandang kalian dari keburukan yang kalian buat. Tapi kami memandang kalian semua sebagai manusia yang pantas untuk dimanusiakan." (Mozan)

__ADS_1


Lea yang seorang pemberani itu membuka mulutnya untuk bertanya kepada Mozan.


"Jika setiap orang yang berhasil datang ke tempat memang orang-orang terpilih, lalu bagaimana dengan sebagian dari kami yang mati?" (Lea)


"Dengar anakku. Kami memilih sekaligus mendidik anak-anak baru kami untuk bersikap selayaknya seorang ksatria. Kalian sudah menghadapi berbagai hal menyakitkan dalam kehidupan kalian. Setiap hari kalian harus berjuang dengan cara apa pun demi menyambung hidup. Dalam kelompok ini, keberanian dalam bertindak adalah syarat yang utama. Karena di kehidupan mendatang, kalian akan menghadapi hal-hal yang lebih mengerikan dari pada yang kalian hadapi sekarang ini. Hidup itu keras dan kejam. Masalah tidak akan selesai jika kalian hadapi dengan lemah lembut." (Mozan)

__ADS_1


"Anakku, jangan kau ragu dengan hal yang sudah nampak di hadapanmu. Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan jika kau mau berusaha. Hal-hal sulit tidak ada dalam kehidupanmu. Semua itu hanya ada dalam pikiranmu. Begitu juga dengan perkara yang lainnya. Kau harus terus berjalan meski pun lamban. Lebih baik berjalan secara perlahan, dari pada diam tak melakukan apa-apa." (Mozan)


"Tapi aku sama sekali tidak mau membunuh siapa pun Tetua. Aku hanya menginginkan kehidupan yang layak dan menjamin masa depanku. Jika aku punya banyak uang dan segalanya melimpah ruah, pasti aku lebih dihargai oleh orang lain. Semua orang akan menghormatiku seperti aku menghormati mereka." (Kevin)


"Kevin, anakku. Seperti yang aku katakan padamu sebelumnya, kau tidak bisa hidup dengan lemah lembut. Kepada siapa pun, kau harus bersikap tegas dan keras. Karena itulah kehidupan. Hidup di dunia ini seperti hidup dalam rantai makanan. Kau tinggal pilih sendiri, kau mau menjadi mangsa, atau menjadi pemangsa." (Mozan)

__ADS_1


Sekali pun Kevin adalah orang sadis saat dia sedang marah, tapi Kevin tetaplah manusia biasa. Suara hatinya tak bisa ia bantah. Kevin ingin mendapatkan semua yang dia inginkan tanpa harus menyingkirkan siapa pun. Dia hanya ingin hidup sebagai orang kaya, tidak lebih dari itu. Meski jalan yang saat ini ia tempuh adalah jalan yang sesat, tapi Kevin sama sekali tidak berniat untuk menjatuhkan orang lain.


__ADS_2