BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟸𝟼


__ADS_3

Wajah mereka benar-benar sangat menyeramkan. Bahkan tak ada yang berani menatap wajah itu, saat mereka memasuki ruangan sidang ini. Lidya yang sangat ditakuti itu pun langsung menciut nyalinya. Seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat. Seketika Lidya bersujud dihadapan mereka sembari menangis. Bukan menyesali semua kesalahannya, tapi karena Lidya takut kalau dia harus menerima hukuman yang sangat berat dari para sesepuh.


"Lihatlah! Lihat semua kekacauan di sekte ini yang sudah kamu buat Lidya. Kami benar-benar kecewa dengan apa yang telah kamu lakukan. Kamu bahkan menyiksa anggota keluarga kita yang terbaik. Apa kamu tidak ingat bagaimana orang tuanya telah berjasa untuk kita?! Sekarang kamu menghancurkannya hanya dalam beberapa jam."


"Maafkan saya.... Saa... Sayaaa hanya menjalankan tugas sebagai pimpinan sekte. Ampuni saya Para Sesepuh. Saya berjanji akan memperbaiki semuanya." (Lidya)


"Apa yang bisa kamu perbaiki? Semuanya sudah kacau. Dan sekarang kamu harus menerima hukumannya."


"Gantung dia di tiang Perak!"


Lidya serasa disambar petir mendengar ucapan itu. Tiang Perak adakah sebuah tiang yang digunakan untuk menghukum para anggota sekte yang melakukan kesalahan fatal. Kebanyakan yang digantung di Tiang Perak adalah pimpinan sekte yang berkhianat. Dan khusus untuk mereka yang memiliki keabadian seperti Lidya. Karena saat mereka digantung, mereka akan merasakan sakit yang tiada tara.


Rasa sakit itu tak akan pernah berakhir, kecuali ada yang mau menggantikan hukuman di Tiang Perak.

__ADS_1


"Tolonglah saya Para Sesepuh. Saya sudah memperjuangkan segalanya untuk kelompok ini. Berilah saya kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki kesalahan saya." (Lidya)


"Segalanya? Apa yang kamu berikan? Kamu hanya menumpang tahta dari orang tua anak itu. Jika orang tuanya tidak memberikan tahta kepemimpinannya kepada kamu, kamu bukanlah siapa-siapa. Kamu pasti akan tetap menjadi budak kami."


"Tapi selama ini saya selalu memimpin dengan baik! Apakah tidak ada hukuman lain selain harus digantung di Tiang Perak? Saya tidak sudi kalau harus digantung bersama para ******** itu!" (Lidya)


"Hahaha..... Kamu memang sangat pantas bersanding dengan mereka! Kamu pikir kamu adalah segalanya bagi kami? Tidak! Budak tetaplah Budak!"


Lidya lalu menyerang salah satu sesepuh itu dengan kekuatannya. Tapi Lidya justru terpental sangat jauh, karena kekuatannya dengan Para Sesepuh belum seberapa.


"Mencoba menyerang Sesepuh adalah tindakan yang tak bisa diampuni! Pantas untuk disiksa!"


"Benar! Dia memang pantas untuk disiksa!"

__ADS_1


Seluruh anggota sekte setuju dan merasa sangat gembira mendengar hukuman yang akan diberikan oleh Para Sesepuh kepada Lidya. Terlebih lagi Lidya menyerang salah satu dari tiga Sesepuh dengan kekuatannya. Itu sudah jelas akan membuat siksaannya akan semakin berat.


"Kalian semua pengkhianat! Seharusnya kalian mendukung saya! Tapi kalian malah membelot!" (Lidya)


"Diaaammmm!!!"


"Sekarang bawa dia ke Tiang Perak, kami sudah tak sabar ingin mendengar jeritannya! Hahaha....."


Lidya diseret dengan kasar oleh anggotanya sendiri. Mereka terlihat sangat puas bisa menyeret pemimpin yang sombong itu, dan menggantungnya di Tiang Perak. Mereka sudah tak sabar mendengar Lidya menjerit-jerit kesakitan. Serta melihat bagaimana orang yang selama ini menindas mereka, sekarang bisa diludahi.


Lidya tak bisa berontak lagi, karena dia sudah tak mampu mengerahkan kekuatannya. Akibat menyerang Sesepuh tadi, tenaga Lidya sudah banyak terkuras. Lidya hanya pasrah saat anggotanya mulai menyiapkan rantai dan memanaskan Tiang Perak itu. Rantai itu mereka gunakan untuk menggantung Lidya.


Lidya digantung dengan posisi yang sangat mengerikan. Kepalanya seperti orang gantung diri pada umumnya, tapi kaki dan tangannya dibentangkan hingga tulang dan sendi-sendinya retak. Selanjutnya, Tiang Perak akan dipanaskan. Suhu panas dari Tiang Perak akan menyalur ke rantainya. Sehingga akan membuat suhu panasnya semakin meningkat.

__ADS_1


__ADS_2