BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟺𝟼


__ADS_3

Mozan masih sibuk mengurus kelima orang yang telah lulus dalam ujian berat itu. Mereka masih harus melewati beberapa tahap lagi untuk menguji mental mereka agar semakin kuat dari sebelumnya. Mereka diharuskan memiliki mental baja agar bisa diterima sebagai anggota. Orang-orang yang terpilih itu adalah Lea, Kevin, Raka, Sevi dan Lani.


Sevi dan Lani ternyata masih memiliki ikatan darah. Mereka berdua masuk ke dalam kelompok ini karena mereka merasa sudah tidak betah di rumah mereka sendiri. Orang tua mereka bercerai. Ayah mereka dengan tega melakukan penganiayaan kepada Sevi dan juga Lani. Untungnya mereka berhasil selamat dan ditolong oleh seseorang yang tak dikenal.


Mereka dibawa ke rumah orang itu. Di sana mereka diurus dengan sangat baik dan diperlakukan layaknya putri raja. Semakin lama mereka semakin penasaran dengan orang itu, dan memutuskan untuk bekerja padanya. Orang yang tak diketahui namanya itu kemudian menularkan pikirannya kepada Sevi dan Lani. Dan ujungnya, sekarang mereka berada di tempat ini.


...****************...

__ADS_1


Beberapa tahun sebelumnya...


"Jika kalian ingin mendapatkan hal yang sama seperti apa yang aku dapatkan, maka kalian harus bergabung denganku. Kalian bisa mendapatkan apa pun yang kalian inginkan. Jika mau, kalian pun bisa menuntut balas atas kematian ibu kalian." ucap orang itu mencoba merayu Sevi dan Lani.


Mereka berdua masih ingat bagaimana ibu mereka mati dengan cara yang sangat mengerikan. Ayah mereka tidak terima setelah menerima kenyataan kalau ibu dari Sevi dan Lani memilih untuk mengakhiri rumah tangga mereka. Pisau tajam yang tersimpan di dapur itulah yang menjadi bisu pada malam itu. Dengan membabi buta ayah Sevi dan Lani langsung menyerang istrinya.


Di tempat tinggal Sevi dan keluarganya, istilah 'Gigi Dibayar Gigi' masih berlaku. Darah harus dibayar darah. Semua anak laki-laki di tempat itu sengaja disekolahkan di sekolah yang memiliki background 'Petarung Jalanan'. Mereka sudah terbiasa memukul orang. Jangankan memukul, membunuh saja sudah menjadi hal yang lumrah. Pihak hukum tidak bisa menahan mereka, karena mereka semua selalu bersih dalam melakukan segala hal.

__ADS_1


Banyak orang tua yang bergabung dengan kelompok preman jalanan atau pun gangster besar untuk menyalurkan bakat gila mereka. Sedangkan untuk perempuan, sudah pasti akan dijual kepada orang-orang kaya yang ada di kota setelah mereka menginjak usia enam belas tahun. Karena diusia itu mereka masih labil, sehingga sangat mudah untuk dipengaruhi.


Sekarang, Sevi dan Lani telah menentukan jalan hidup mereka sendiri. Urusan balas dendam akan mereka urus belakangan. Yang terpenting sekarang mereka bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan terlebih dahulu. Diusia sembilan belas tahun ini, mereka sudah tidak peduli lagi dengan sekolah atau pun pergaulan hidup mereka.


"Kalau kita sudah berhasil lulus dan masuk ke kelompok ini, kita berdua bisa minta uang banyak supaya cepat kaya Lin." (Sevi)


Lina hanya diam saat kakaknya mengatakan hal itu. Terlihat kalau sekarang Sevi sangat berambisi agar bisa menjadi orang nomor satu di kelompok ini, dan bahkan di seluruh tempat. Dia ingin menjadi orang yang ditakuti sekaligus disegani oleh semua orang. Dia tidak mau lagi ada yang satu pun orang yang menghinanya.

__ADS_1


__ADS_2