
Farah akhirnya menemukan sebuah petunjuk baru mengenai keberadaan Teguh dan juga kondisinya sekarang ini. Semua usahanya ternyata tidaklah sia-sia. Dia berhasil meminta bantuan kepada salah satu gurunya yang bernama kyai Husein. Dia adalah seorang ahli spiritual, dan umurnya pun sudah hampir seratus lima puluh tahun.
Namun diusia yang tak lagi muda itu, Kyai Husein masih terlihat gagah seperti anak muda. Bahkan dia masih mampu menjalankan aktivitas seperti anak muda pada umumnya. Kyai Husein telah lama tinggal di Yaman. Dan sekarang ia datang kembali ke tempat kelahirannya untuk menolong muridnya yang sedang menghadapi kesulitan, karena melawan orang yang sangat kuat dan kejam, yaitu Teguh.
Tapi pada akhirnya Teguh bisa ditaklukkan oleh Kyai Husein dengan segala ilmu yang ia miliki. Teguh masih terbaring lemah tak berdaya. Bukan lagi di ruang tamu, sekarang Teguh sudah berada di dalam kamarnya. Bahkan terlihat segala isi rumahnya telah kembali rapi, seperti dulu. Kembali keadaan semula.
Dan ternyata, sejak awal rumah ini memang tidak bermasalah sedikit pun. Semua itu hanya ada dalam halusinasi Teguh yang diperdaya oleh iblis jahat yang hinggap ditubuhnya, supaya Teguh pergi dari tempat itu dan merasa tidak betah untuk tinggal disana. Sayang, iblis itu hanya mampu menggoda Teguh dari bagian luarnya saja.
Teguh masih memiliki hati nurani seorang manusia. Hati Teguh begitu lembut dan tersentuh dengan hal-hal yang positif. Sehingga iblis cukup kesulitan untuk kembali mempengaruhi pemikiran Teguh. Tindakan keji yang selama ini Teguh lakukan, itu semua diluar kendalinya. Tubuh Teguh telah dikuasai oleh iblis yang bermaksud untuk melakukan kejahatan, dengan mernggunakan Teguh sebagai bonekanya.
__ADS_1
Karena iblis akan kesulitan jika menggunakan tangannya sendiri.
"Aku ingat dengan kamar ini. Aku ingat dengan semuanya. Aku adalah Teguh. Seorang penjual ikan. Bukan seorang pembunuh. Bukan seorang kriminal. Aku dilahirkan ke dunia ini untuk hal-hal yang baik. Aku harus bangkit sekarang. Aku tidak bisa lagi seperti ini. Aku harus mulai menata ulang kehidupanku. Lebih baik aku hidup miskin dengan kerja kerasku sendiri. Dari pada harus bersekutu dengan kejahatan, hanya untuk
membuatku kaya raya." (Teguh)
Teguh mulai menangis mengingat kembali masa-masa susah payahnya yang dulu. Dia merindukan semua itu. Dia juga merindukan mulut istrinya yang cerewet dan menjengkelkan itu. Biasanya, setiap kali Teguh sakit dan tidak bisa berdagang di pasar, istrinya pasti selalu mengomel tentang
Karena kalau Teguh tidak berjualan, maka mereka berdua sudah dipastikan tidak akan makan. Kecuali jika Teguh berani datang ke rumah kakaknya, Parto. Dan meminta Parto untuk membagi makanannya sedikit. Dibalik pintu kamar itu, Kyai Husein mendengarkan tangisan Teguh dan juga melihat isi pikirannya yang sekarang sedang membayangkan masa lalunya yang penuh dengan drama itu.
__ADS_1
Kyai Husein akan membiarkan Teguh bernostalgia dengan masa lalunya. Biarkan Teguh tetap tenggelam di dalamnya untuk sementara waktu. Karena Teguh belum bisa lepas sepenuhnya dari godaan iblis jahanam yang ada ditubuhnya. Wajah Teguh terlihat putih pucat. Dalam waktu satu malam, tubuhnya berubah menjadi kurus kering seperti tulang belulang yang hidup.
"Guru? Ini makanan untuk Mas Teguh." (Farah)
"Tunggu! Biarkan saja dulu. Kita tunggu di luar saja. Baru kita ajak bicara. Biarkan dia hanyut dengan kesedihannya di masa lalu. Otaknya sedang bekerja untuk kembali mengingatkan Teguh tentang siapa dirinya sebenarnya." (Kyai Husein)
"Baiklah guru. Lalu kita harus menunggunya?" (Farah)
"Yah. Kita tunggu saja dia di ruang tamu. Nanti juga dia keluar sendiri:" (Kyai Husein)
__ADS_1
"lya Guru." (Farah)