BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟸𝟺


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Prapto?" (Pak Lurah)


"Benar-benar diluar dugaan kita Pak Lurah." (Farah)


"Iya saya tahu. Ada baiknya kalau kamu tetap disini. Dan untuk desa, Insya Allah aman Farah. Kita akan tetap meronda untuk malam-malam selanjutnya. Dan saya harap kamu tidak keberatan." (Pak Lurah)


"Tentu saja tidak pak. Tapi saya mengkhawatirkan keadaan Dion pak, kalau sampai makhluk itu datang lagi. Saya juga khawatir pada ibu dan bapak saya yang menjaga Dion di rumah." (Farah)


"Mungkin sekarang sudah waktunya kita memanggil mereka Farah. Kita minta bantuan mereka." (Pak Lurah)


"Pak Lurah, mereka memang bukan musuh kita. Tapi perlu diingat, mereka juga teman kita pak." (Farah)

__ADS_1


"Musuh dari musuh ku adalah teman ku. Itu yang harus diingat." (Pak Lurah)


"Iya Pak, tapi saya akan pertimbangkan kembali keputusan itu. Dan tolong katakan sama ibu dan bapak, kalau saya harus menginap disini." (Farah)


"Iya Farah, itu pasti. Saya juga akan membawa anak buah saya untuk menjaga rumah kamu, mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan." (Pak Lurah)


"Iya Pak Lurah, terimakasih." (Farah)


"Iya, sama-sama. Saya permisi dulu, Assalamualaikum." (Pak Lurah)


Pak Lurah beranjak pergi dari tempat itu, dan memutuskan untuk kembali ke rumah Farah. Farah yang waktu itu berjaga diluar kamar UGD merasa sangat tidak tenang. Karena tempat ini juga termasuk rawan dengan penyebaran ajaran Satanisme. Namun mau bagaimana lagi, melihat keadaan Prapto yang sedemikian parahnya.

__ADS_1


Farah masih merasa curiga, kenapa makhluk itu bisa masuk ke tubuh Dion. Padahal Farah pun sebelumnya sudah membuat pagar ghaib disekitaran rumah. Farah sebenarnya ingin sekali membuka sebuah rahasia kepada Prapto. Tapi entah kenapa, setiap kalinya dia ingin mengucapkan itu, hatinya merasa tidak tega.


"Ya Allah.... Mudah-mudahan mas Prapto ngga papa. Kalau dia sudah sadar, aku mau langsung ngomong semuanya ke mas Prapto. Supaya dia tahu, dan dia bisa lebih hati-hati lagi." (Farah)


Farah mencoba mengingat wajah sosok itu. Dia seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Dan dari suaranya tak asing baginya.


"Ya Allah! Dina. Ya, aku masih inget. Waktu aku nolongin mas Prapto, Dina nglawan aku. Terus dia berubah jadi makhluk yang sama persis kaya yang masuk ke tubuh Dion. Pasti ada rahasia lain disini." (Farah)


Farah berbicara dengan hatinya sendiri, mencoba merangkai setiap pecahan peristiwa yang terjadi. Farah jadi teringat ketika dia masih menjadi anggota sekte. Waktu itu Farah juga memiliki kemampuan untuk memanggil makhluk halus. Dari kelas bawah hingga kelas yang lebih tinggi dari makhluk ini. Bahkan dulu Farah mampu mengendalikannya.


Farah merasa sangat kecewa dengan Dina, yang ternyata sudah bersekutu dengan Lidya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dulu Dina pernah bercerita pada Farah, kalau dia sangat menginginkan seorang anak. Tapi dokter menyatakan kalau Dina mandul. Mungkin itulah yang membuat Dina bersekutu dengan Lidya. Dan sekarang dia berhasil memiliki anak, yaitu Dion.

__ADS_1


Dan sekarang Lidya menginginkan Dion kembali untuk menjadi tumbalnya. Dan dia memperalat Dina untuk bisa mendapatkan Dion. Dina pasti menolak untuk menjadikan Dion sebagai tumbal. Karena bukan hanya meminta seorang anak, tapi Dina juga meminta harta yang berlimpah. Dan Prapto sama sekali tak mengetahui hal ini. Pastinya Prapto tidak akan setuju dengan apa yang Dina lakukan.


Sekarang permasalan ini menjadi begitu rumit. Satu keluarga ini benar-benar bermasalah. Farah hanya khawatir, kalau sampai ada warga desanya yang menjadi korban, pasti warga akan mengusir Prapto dan Dion. Karena masalah seperti ini datang ke desa ini lagi semenjak Prapto dan Dion datang. Setelah sebelumnya masalah seperti ini sudah mulai reda.


__ADS_2