BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟻𝟢


__ADS_3

Teguh berjalan dan terus berjalan di tengah-tengah lebatnya hutan ini. Angin dingin dan juga suara suara gemuruh di malam hari tidak membuat langkahnya terhenti sedikit pun. Teguh sendirian, tanpa teman dan tanpa membawa barang satupun di tangannya.


Tekadnya untuk menghabisi Mozan dan seluruh anggota kelompoknya sudah sangat kuat. Dia tidak mau mundur sedikitpun dan tidak peduli dengan apa yang akan dihadapi di depannya. Entah pikiran kotor macam apa yang menguasai Teguh saat ini.


Jari jemari tangannya gatal dan sudah tak sabar ingin memenggal kepala Sang Pemimpin Sekte. Benar saja apa yang telah Farah dan Mozan perkirakan selama ini. Suatu saat nanti Teguh pasti akan datang dan menuntut balas kematian kedua orang tuanya.


Dan kesalahan Mozan adalah, dia terlalu menganggap remeh semua yang dikatakan oleh Farah dulu, sebelum semua ini terjadi. Dia berkeyakinan kalau Teguh tidak akan pernah masuk ke dalam kelompok ini.

__ADS_1


Kalaupun masuk tidak akan pernah berani melakukan perlawanan kepadanya.


Berhari-hari Mozan memikirkan Bagaimana caranya dia harus melawan Teguh, yang sekarang memiliki kekuatan hampir sepadan dengan dirinya. Tidak ada persembahan, tidak ada tumbal, dan tidak ada lagi yang bisa dia andalkan saat ini. Kecuali keberaniannya sendiri.


Namun pada kenyataannya keberanian saja tidaklah cukup untuk melawan seorang Teguh, yang telah menjadi orang paling ditakuti dan orang paling dihindari. Banyak kelompok aliansi yang angkat tangan atas semua peristiwa ini. Mereka sudah tahu kalau mereka tidak mungkin sanggup melawan Teguh sekalipun jumlah mereka ratusan bahkan ribuan.


Dan ternyata semua ini adalah rencana Lidya dan Teguh yang sudah mereka susun sejak pertama kali dia merekrut Teguh untuk masuk ke dalam kelompok ini. Mereka sama-sama memiliki kepentingan. Lidya menginginkan kekuasaan penuh atas kelompok sekte yang dipimpin oleh Mozan. Sedangkan Teguh sudah jelas, dia ingin membalaskan dendam kedua orang tuanya.

__ADS_1


Sesuai dengan rencana yang telah mereka susun bahwa Virgo harus menghilang untuk sementara waktu agar tidak dicari oleh Mozan dan juga yang lainnya. Dan selama ini Mozan sama sekali tidak menyadari bahwa pengikut setia Lidya itu tak pernah nampak di hadapannya.


Entah ke mana Virgo pergi. Namun yang jelas, dia sudah berada di tempat yang benar-benar aman. Tidak ada satu orang pun yang tahu dan sanggup menemukannya. Karena memang Virgo dilatih oleh Lidya untuk menjadi orang yang ahli dalam penyamaran dan juga pemalsuan data. Sehingga siapa pun akan kesulitan mencari jejak keberadaan Virgo.


Entah penghalang macam apa yang bisa menutupi keberadaan Virgo dari Mozan. Padahal Mozan selalu mampu mencari keberadaan setiap pengikutnya, baik yang melarikan diri ataupun berusaha sembunyi dari dirinya. Tidak ada satupun orang yang bisa dijadikan saksi dimana Virgo terakhir kali terlihat. Karena sudah banyak anak buah Lidya yang tewas di tangan Teguh.


...****************...

__ADS_1


"Semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Dan sekarang aku tinggal menjalankan rencana yang lain. Lidya benar-benar hebat dalam hal seperti ini." (Teguh)


Teguh mulai mencari satu persatu dimana keberadaan para aliansi yang sebelumnya bergabung dengan Mozan. Yang terkuat akan dia pilih menjadi pengikutnya, agar dia bisa membebaskan Lidya yang sekarang sedang ditahan oleh Mozan. Dengan bebasnya Lidya nanti, maka kekuatan yang ia miliki akan semakin besar. Dan akan semakin jauh dirinya dari kekalahan.


__ADS_2