
"Nyonya, seluruh sekte yang bersekutu dengan kita merasa geram terhadap tindakan Nyonya akhir-akhir ini. Karena mereka menganggap bahwa apa yang Nyonya lakukan adalah sebuah rencana sia-sia. Mereka justru lebih setuju dengan rencana yang Teguh lakukan selama ini. Begitu juga dengan kami Nyonya."
"Apa maksud kalian semua? Apa kalian ingin membelot?! Iya?!" (Lidya)
Semua orang yang ada diruangan persidangan sangat tidak terima dibentak oleh Lidya. Walaupun Lidya adalah orang nomor satu, tapi para anggotanya sudah mulai membenci perilaku Lidya yang kerap melakukan tindakan ceroboh. Yang mengakibatkan jatuh korban sia-sia dari pihaknya sendiri.
Apalagi setelah Lidya membunuh dokter yang merawat Teguh. Menurut anggotanya ini sudah sangat keterlaluan. Meskipun Anggota sekte, tapi belum ada pemimpin sekte yang membunuh anggotanya sendiri hanya karena masalah yang tak seberapa. Bahkan masalah besar pun ada aturan mainnya, tak bisa berbuat seenaknya.
"Nyonya! Maaf saya lancang memasuki ruangan ini."
Salah satu anak buah Lidya tiba-tiba masuk ke ruangan persidangan. Lalu mendekat ke Lidya untuk membisikkan sesuatu. Dari raut wajah Lidya terlihat kalau dia marah, kecewa, dan seperti ada rasa takut dalam dirinya. Semua orang saling menatap satu sama lain dan berbisik-bisik. Mereka seperti tahu apa yang akan terjadi pada Lidya.
"Hadang mereka, jangan biarkan mereka masuk ruangan ini." (Lidya)
__ADS_1
"Baik Nyonya."
Anak buah Lidya pun meninggalkan ruangan persidangan itu.
Sedangkan Lidya dan anggotanya memulai kembali persidangan ini untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini.
"Kalian semua harus tahu, kalau sekarang ini kita berada di ambang kehancuran. Generasi kita akan segera musnah kalau kita tidak segera bertindak dengan tegas!" (Lidya)
Salah satu anggota lalu menyuarakan pendapatnya, karena kesal dan kecewa dengan cara kepemimpinan Lidya yang sudah tak lagi bisa dipercaya. Satu persatu dari mereka pun berdiri, dan mulai angkat bicara.
"Benar Nyonya! Kalau Nyonya sudah tidak sanggup memimpin sekte ini, sebaiknya Nyonya turun tahta sekarang juga! Kami semua sudah muak dengan perilaku Nyonya yang semena-mena kepada kami! Kami memang hanyalah anggota! Tapi setiap anggota adalah keluarga Nyonya!"
"Baiklah! Jika saya memang semena-mena, lalu kalian mau apa?!" (Lidya)
__ADS_1
"Melawan!!!"
"Melawan?! Hahahah....." (Lidya)
"Melawan dengan apa?! Sebagian dari kalian hanyalah anggota biasa! Dan saya pun jauh lebih kuat dari kalian!" (Lidya)
"Kami memang anggota biasa! Tapi perlu Nyonya ketahui, bahwa para sesepuh sudah menyetujui hal ini! Dan sepertinya mereka sudah didepan pintu!"
Lidya diam seketika tak dapat menjawab apa-apa. Badannya gemetar. Dan seluruh badannya seakan kaku mendengar ucapan anggotanya itu. Karena selama ini para sesepuh sekte tak pernah hadir kecuali dalam situasi yang amat sangat genting. Dan bagaimana para anggotanya mengetahui keberadaan para sesepuh yang sangat pandai bersembunyi.
Selama ini pun Lidya sangat sulit untuk menemukan mereka, kecuali mereka yang mendatangi Lidya dan para anggotanya. Itupun hanya beberapa kali saja. Seumur hidupnya Lidya baru bertemu dua kali dengan para sesepuh sekte yang legendaris itu. Dan jika benar mereka sudah di depan pintu, itu artinya terakhir kalinya Lidya hidup di dunia ini.
Karena, pada pertemuan yang kedua adalah peringatan bagi Lidya. Tapi pada waktu itu Lidya sama sekali tidak menggubris semua nasehat dan peringatan yang diberikan oleh para sesepuh. Sekarang inilah semua nasehat itu dibuktikan.
__ADS_1