
Setelah Farah sampai di rumah Prapto, Farah benar-benar kaget dengan apa yang ia lihat. Farah melihat Dion berada di atap rumah, dengan wajah yang sangat menyeramkan.
"Ya Allah Dion! Kenapa kamu begini." (Farah)
"Dioonnn..... Sudaaahhh..... Maatiiiii......."
Suara itu bukanlah suara Dion yang sebenarnya. Karena suara itu serak dan sangat menyeramkan, seperti suara wanita tua.
Farah dengan segala kemampuannya mencoba melawan sosok yang merasuki tubuh Dion. Makhluk yang memasuki tubuh Dion benar-benar sangat kuat. Jika bukan orang seperti Farah, tentunya tak akan sanggup melawannya sosok ini.
Karena ketika sosok ini melawan, dia cukup membuat teriakan yang mampu memecah telinga orang biasa. Apalagi sekarang dia masuk ke dalam tubuh Dion yang masih anak-anak. Itu membuat kekuatannya menjadi bertambah besar.
Farah tidak bisa menolong Prapto yang sekarang ini sedang terkunci di dalam toilet, karena Farah harus menyelamatkan Dion terlebih dahulu sebelum makhluk itu mencelakai semua orang.
Farah terus membaca doa, dan terus berusaha melawan sosok itu. Mencoba menjebaknya agar tetap di dalam rumah ini, dengan membuat pagar ghaib melalui pintu dan berputar di seluruh bagian rumah. Cara ini memang paling ampuh menaklukkan sosok ghaib yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Makhluk itu tak mau menyerah sedikit pun dari Farah. Seakan tak memberi kesempatan Farah untuk melawannya. Tapi karena Farah orang yang berpengalaman, dia tidak kehabisan akal untuk melawan makhluk ini. Makhluk ini terus mengeluarkan kekuatannya untuk menguras tenaga Farah, tapi itu tak berarti apapun.
Teriakannya sekarang bukan lagi tanda perlawanan. Namun tanda bahwa makhluk itu mulai melemah. Dan dia keluar dengan sendirinya dari tubuh Dion, tapi tetap tidak bisa kabur dari rumah ini.
Dion terlihat sangat lemah. Wajahnya pucat, dan tubuhnya sangat dingin.
"Siapa yang menyuruhmu datang kemari?! Siapa?!" (Farah)
Makhluk itu diam tak menjawab pertanyaan Farah. Dia hanya berjalan merangkak dengan pelan kesana kemari. Karena dia merasa terbakar berada di rumah ini akibat energi yang keluar dari tubuh Farah.
"Yang pantas menentukan hidup mati ku cuma Allah. Kamu ngga berhak, apalagi kamu menyakiti orang seenaknya. Kamu emang harus aku kurung di rumah ini." (Farah)
"Nyaaawaaaa..... dibaaayaarrr..... nyaaawaaaa......"
"Oh ya? Nyawa siapa?" (Farah)
__ADS_1
"Kamuuu.... suudaahhh...... meeemmbuunuhh...... anaaaak...... aaanaaakk..... kaaamiiii....."
"Maaf! Aku harus habisi mereka karena mereka menyesatkan orang-orang. Mereka buat semua orang jadi bermusuhan satu sama lain. Saling bunuh, dan saling dendam. Dan itu karena kalian!" (Farah)
"Whooaaaa!"
Makhluk itu melompat dan berusaha menyerang Farah dengan cakarnya. Namun Farah berhasil menghindar, dan makhluk itu cukup kuat untuk menembus pintu rumah. Walaupun sekeliling rumah sudah Farah beri pagar ghaib, tetap saja makhluk itu masih bisa lolos melalui pintu.
"Tolong!"
Farah mendengar suara Prapto yang masih di dalam toilet. Ketika Farah masuk, keadaan Prapto sangat memprihatinkan. Dengan berbagai luka yang ada ditubuhnya, membuat Prapto tak dapat menggerakkan tubuhnya. Darah tercecer dimana-mana. Farah lalu meminta bantuan kepada warga untuk membawa Prapto ke rumah sakit. Sedangkan Dion dibawa ke rumah Farah karena keadaannya sudah mulai membaik.
Sesampainya di rumah sakit, Farah terpaksa berbohong kepada dokter dan perawat dengan mengatakan Prapto mengalami kecelakaan mobil. Karena sangat tidak mungkin Farah mengatakan Prapto diserang makhluk aneh. Walaupun dokter juga merasa curiga kepada Farah. Mereka melihat beberapa luka di tubuh Prapto yang janggal.
Farah memang bukan orang yang pandai berbohong. Tapi kalau dia mengatakan yang sebenarnya, pasti dokter pun tak akan ada yang percaya. Apalagi di zaman seperti ini, orang akan lebih menggunakan logika dan juga mengandalkan alat.
__ADS_1