
Mozan mendapatkan berita dari para bawahannya kalau ada seorang anak buah Lidya yang mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Tubuhnya tercabik-cabik, dan hampir sebagian besar bagian tubuhnya habis dimakan.
"Tetua, kami mendapatkan kabar kalau salah satu anak buah Lidya telah tewas oleh seseorang. Dari caranya mati, itu tidak asing lagi bagi kami Tetua."
"Bagaimana orang itu mati? Dan kenapa ada anak buah Lidya di tempat itu. Tempat itu hanya digunakan ketika ada sesuatu yang mendesak. Dan lebih cocok untuk memenjarakan orang seperti Farah. Sudah puluhan tahun tidak ada tahanan atau pun salah satu dari kita yang masuk ke tempat itu." (Mozan)
"Benar Tetua. Namun kami menemukan beberapa hal mencurigakan yang sepertinya menandakan kalau orang yang melakukan pembunuhan itu adalah Teguh, anggota kehormatan kita, Tetua. Kami melihat kalau tubuh orang itu dikoyak dan dihisap darahnya sampai habis."
__ADS_1
"Yah. Anak itu memang sangat luar biasa. Dia adalah aset penting yang kita miliki. Tapi Teguh juga pernah menjadi pengikut Lidya. Meski pun Teguh termasuk orang yang memiliki wewenang atas kelompok kita, tapi tetap saja aku masih belum yakin sepenuhnya. Kakaknya adalah sahabat dekat Farah. Pasti dia menjadi incaran Farah dan kelompoknya juga. Aku yakin, mereka sudah siap untuk menunggu Teguh. Karena mereka tahu, jika sampai Teguh mendapatkan kekuasaannya, maka Farah dan kelompoknya tidak akan bisa berbuat apa-apa. Mereka akan mengalami kekalahan." (Mozan)
"Kalau begitu izinkan kami beserta anggota yang lainnya untuk mencari Teguh, Tetua."
"Jangan! Itu akan sangat berbahaya. Jumlah orang yang Farah miliki sekarang semakin banyak. Dan sebagian besar adalah salah satu dari kita. Mereka pasti sudah menyusun rencana untuk menghantam kita semua. Sebaiknya kalian persiapkan diri untuk pertempuran yang akan datang. Beritahu semua aliansi kita, baik yang ada di dalam atau pun di luar." (Mozan)
Ketiga orang itu pun pergi meninggalkan Mozan di ruangan pribadinya. Mozan memutar otaknya untuk menemukan cara bagaimana merebut Teguh agar tidak menjadi incaran Farah dan kelompoknya. Dan untuk kesekian kalinya, Mozan dibuat ketar ketir karena Farah dan kelompoknya masih terus melakukan perlawanan. Mereka kerap merebut para anggota baru yang belum lama direkrut oleh Mozan.
__ADS_1
Bahkan anggota lama saja sudah banyak yang membelot. Mereka bergabung dengan Farah untuk menghantam balik Mozan dan kelompoknya. Kematian anak buah Mozan sudah menjadi hal yang biasa setiap hari untuk dilihat. Karena memang ada beberapa anggota yang mencoba menyerang Farah dan melalukan tindakan diluar perintah dari Mozan sendiri.
Anggota seperti inilah yang membuat kelompok Mozan semakin kacau balau. Mozan tidak bisa kemana-mana, karena dia juga khawatir jika sampai bertemu dengan Farah. Sudah bisa dipastikan kalau Mozan akan kalah telak kalau berhadapan dengan Farah secara langsung. Tidak cukup puluhan orang untuk mengalahkan Farah. Dia membutuhkan banyak pasukan untuk menghadapi Farah.
Sudah sangat lama Mozan tidak melakukan persembahan, karena mencari korban tumbal sekarang sudah sangat sulit. Pergerakan Mozan benar-benar sangat terbatas. Tidak ada waktu baginya untuk istirahat. Setiap detiknya akan menentukan nasibnya disekian detik kedepan. Dia tidak bisa bersantai seperti dulu. Dia sudah kehilangan banyak sekali aliansi yang dulu sangat mendukungnya.
Dalam hatinya Mozan menggerutu, karena semua kekacauan ini disebabkan oleh Lidya yang tidak bisa berhati-hati mengatur kelompoknya sendiri. Sekarang Farah sudah tahu secara pasti dimana wilayah yang dikuasai oleh Mozan.
__ADS_1