
"Mas Prapto, gimana keadaan mas Prapto sekarang?" (Farah)
"Alhamdulillah Fa. Udah baikan kok Fa. Tapi aku masih khawatir sama Dion. Dia sekarang jadi sasaran Lidya. Dia bisa diperalat Fa." (Prapto)
"Itu mas yang dari dulu aku khawatirin. Sekarang mas udah tahu kan semuanya?" (Farah)
"Iya Fa. Makasih ya Fa, kamu udah ngingetin aku dulu. Mudah-mudahan usaha kita bisa membuahkan hasil ya Fa. Aku pengin keponakan aku kembali kaya dulu. Dia orang baik Fa." (Prapto)
"Iya mas. Tapi sayangnya Lidya itu cukup pinter buat hasut mas Teguh. Dan sekarang pun kita juga harus lebih hati-hati lagi mas. Jangan sampai kita lengah. Terutama soal keselamatan keluarga kita." (Farah)
__ADS_1
"Iya Fa. Oh ya, menurut kamu Dina dimana ya? Dia ngga pernah Dateng lagi kan?" (Prapto)
Farah tak menjawab pertanyaan Prapto, dia melihat Dion yang sedang bermain di luar rumah. Merasa kasihan dengan Dion yang sekarang tak tahu bagaimana keadaan ibunya.
"Yah... kamu lihat sendirilah Fa. Aku kasihan sama Dion. Dia punya ibu, tapi kaya ngga punya ibu. Dan sekarang Dion terpaksa harus menunda daftar sekolah. Bahaya kalau sampai dia keluar dari wilayah ini." (Prapto)
"Hmmmm..... aku juga bingung mas. Aku khawatir kalau ternyata juga alat yabg dibuat sama Lidya buat bunuh kamu mas. Sama kaya Dion." (Farah)
"Ya emang baiknya gitu sih mas. Dari pada nanti jadi masalah mas. Mendingan ya sekarang Dion mainnya sama anak-anak sini ajah mas. Kalau anak-anak sini kan udah tahu batasnya. Aku yakin, kalau Dion pasti bisa kejaga sama mereka." (Farah)
__ADS_1
"Iya Fa." (Prapto)
Sudah cukup lama Prapto dan Dion bersembunyi di kontrakan Farah. Karena kebanyakan warga desa ini pernah menjadi korban keganasan Lidya. Jadi mereka bersatu di desa ini untuk melawan Lidya.
Memang semua aktivitasnya terlihat normal seperti masyarakat pada umumnya. Tapi dibalik itu semua, desa tempat Farah tinggal memiliki rahasia turun temurun yang tidak diketahui oleh siapapun.
Jadi, kalau ada orang luar yang datang ke desa ini, pastinya tidak akan merasa ada yang aneh. Karena masyarakat di desa ini benar-benar bisa menjaga rahasia dengan sangat baik. Juga mereka bukan orang-orang yang ketinggalan zaman. Karena itulah tak ada orang luar yang curiga dengan warga desa ini.
Setiap warga desa yang satu dengan yang lainnya, mereka selalu akur dan tak pernah ada pertengkaran. Saling bergotong royong, bersama-sama melindungi keselamatan setiap warganya. Dan itu adalah adat yang sudah mereka genggam erat dari dulu. Kalau ada masalah dengan warga desa, pasti mereka menyelesaikannya dengan cara musyawarah. Selalu semuanya diselesaikan dengan cara yang baik. Dan hasilnya pun pasti sangat baik.
__ADS_1
Tak heran kalau desa ini selalu bersih dan sangat terawat. Hampir sama seperti tempat wisata. Namun jangan salah, walaupun di desa ini masyarakatnya adem ayem. Tapi mereka tak segan untuk menghajar siapa pun yang berani membuat kekacauan di desa ini. Entah sekecil apapun kekacauan yang dibuat.
Karena adat mengatur warga desa, bahwa siapapun dan apapun yang berusaha merusak, membuat kekacauan, apalagi sampai membuat masalah yang besar, maka akan dihajar secara brutal. Aturan ini yang sudah melindungi dan melekat dalam jiwa mereka.