
Setelah Mozan mendoktrin mereka, Mozan menggiring semua anak-anak baru itu untuk masuk ke sebuah ruangan yang amat sangat gelap. Tidak ada penerangan sedikitpun di tempat itu. Baru beberapa saat, lampu di ruangan itu menyala dengan sangat terang.
Di dalam ruangan itu terdapat banyak sekali senjata tajam. Senjata itu berupa gergaji, pedang dengan berbagai jenis, dan juga masih banyak senjata tajam yang lainnya. Lalu terdengar suara dari sebuah speaker yang ada di atas ruangan.
Suara itu adalah suara Mozan. Mozan memberikan sebuah peraturan kepada mereka, jika mereka ingin bebas dari ruangan ini. Jumlah anak yang baru masuk itu adalah dua puluh lima orang, termasuk Kevin. Bagi seorang anak kutu buku, hal itu terdengar sangat mengerikan.
Peraturan yang diberikan oleh Mozan sangatlah berat. Dimana mereka semua harus saling membunuh, jika mereka ingin bebas dari ruangan ini. Dan dari mereka hanya akan disisakan lima orang terbaik. Jika mereka berusaha bekerja sama, maka mereka semua akan dipanggang hidup-hidup di ruangan tersebut.
"Jika kalian ingin bebas dari tempat terkutuk itu, maka kalian harus saling membunuh, untuk menentukan siapa yang terbaik. Dan dari kalian, hanya akan disisakan lima orang. Itu semua untuk menguji kesetiaan, dan juga keberanian kalian. Karena semua orang yang ada disini, bukanlah pecundang." (Mozan)
__ADS_1
Semua orang langsung panik. Mozan melanjutkan kembali,
"Semua senjata dan makanan sudah kami sediakan, sekarang kalian tentukan nasib kalian sendiri. Ingat, ini bukan omong kosong. Jika kalian mencoba melanggar peraturan, maka kalian akan merasakan akibatnya sendiri." (Mozan)
Kemudian lampu yang tadinya terang, sekarang menjadi redup. Suasana semakin mengerikan di tempat itu. Mereka semua hanya saling menatap satu sama lain. Tidak ada yang mengobrol satu pun. Mereka hanya kebingungan, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain diam, dan diam, entah sampai kapan.
"Sekarang kita harus bagaimana? Kita tidak mungkin diam saja seperti ini." (Lea)
Bagi Lea, hal semacam ini bukanlah hal yang baru. Dia sudah banyak melakukan hal-hal aneh dirumahnya. Sudah banyak sekali sekolah yang menolak dia mentah-mentah, akibat kelakuannya yang aneh. Lea suka sekali dengan hal mistis. Selain itu, Lea juga sudah banyak melakukan kejahatan di jalanan.
__ADS_1
Dari mulai pengedaran narkoba, hingga bergabung dengan salah satu gangster terkuat di kotanya. Sudah banyak pengalaman yang dia lalui dimasa mudanya itu.
Lalu satu lagi dari mereka, seorang anak laki-laki menjawab pertanyaan Lea. Jawaban anak itu sungguh membuat semua orang tercengang.
"Menurutku, kita harus mulai melakukan apa yang diperintahkan pemimpin kita. Menjadi yang terbaik, dari semua yang terbaik. Hanya ada lima orang yang berhak untuk keluar dari ruangan ini. Dan aku tidak mau diam saja seperti kalian."
"Oh.. jadi kamu mau kita saling membunuh? Baiklah. Ayo kita berkelahi. Jika kamu menang, lakukan apa saja yang kamu mau. Tapi jika tidak, maka aku yang berhak membuka pintu itu." (Lea)
"Hei... kamu hanya seorang wanita. Jangan banyak omong. Makanlah, supaya kita seimbang saat bertarung nanti. Lagi pula aku tidak mau menghabisi perempuan."
__ADS_1
Anak laki-laki bertubuh kekar itu belum diketahui namanya. Dia menyombongkan dirinya dihadapan semua orang. Dia menceritakan semua latar belakang kehidupannya. Juga latar belakang orang-orang yang menjadi korbannya.