
"Dia sudah menipumu habis-habisan. Memang benar, orang tuamu pernah bergabung dengan mereka. Tapi orang tuamu tidak sejahat itu untuk menyerahkan anaknya. Ayahmu, dia melakukan perjanjian dengan iblis untuk mendapatkan segala hal yang diinginkannya. Dengan syarat, dia harus mau menjadi wadah untuk iblis yang akan menggauli ibumu. Singkatnya, ibumu hamil. Saat iblis meminta untuk menyerahkanmu
kepadanya, ayah dan ibumu membantah. Dan lari untuk menyelamatkan diri." (Kyai Husein)
"Mereka berdua tidak mau kalau anak mereka dijadikan alat oleh iblis untuk membuat dunia menjadi neraka. Keyakinan mereka kepada iblis itu pun goyah. Lalu mereka berdua pergi ke berbagai tempat untuk menyelamatkanmu. Hingga mereka sampai ke tempat ini dan merasa kalau tempat ini memang aman untuk menyembunyikanmu. Karena saat itu, wilayah kekuasaan Mozan belum sampai ke daerah ini. Dia tidak mungkin melakukan hal bodoh dengan datang ke tempat ini begitu saja." (Kyai Husein)
"Dulu tempat ini sangat ramai dengan orang-orang sholeh. Sehingga tidak ada satu pun anggota sekte yang berani datang ke tempat ini. Bahkan iblis sekali pun enggan untuk datang ke tempat ini. Tetapi iblis tidak berdiam diri begitu saja. Dia rela menunggumu bertahun-tahun sampai kamu benar-benar siap untuk tugas-tugas yang akan diberikan olehnya." (Kyai Husein)
"Dan Mozan, dia tidak pernah suka ketika ada orang yang akan menyaingi dirinya. Dia membelot kepada iblis yang telah memberikan dia segalanya. Mencari tuan baru yang jauh lebih kuat, bersama dengan muridnya yang bernama Lidya. Dia membangun semuanya lagi dari awal, karena dulu dia hanyalah seorang pemimpin bawahan. Bukan pemimpin tertinggi." (Kyai
__ADS_1
Husein)
"Mozan berusaha keras untuk membunuhmu. Tapi akhirnya, dia hanya mampu menyerang orang tuamu saja. Itu pun tidak sampai selesai, karena guruku berhasil menyelamatkan orang tuamu. Sayang, hanya saja luka yang didapat orang tuamu sangat parah. Sehingga mereka mati dalam sakit yang terus menggerogoti tubuh mereka." (Kyai Husein)
"Jadi, siapa saya sebenarnya Kyai Husein? Apakah saya anak iblis yang dilahirkan oleh manusia? Atau, saya adalah anak manusia?" (Teguh)
Air mata Teguh tidak terasa menetes membasahi pipinya. la baru tahu kalau keluarganya menyimpan kisah yang sekelam itu. Dan selama mereka hidup, mereka selalu bisa menutupinya dari Teguh. Berpura-pura
"ltu pilihanmu teguh. Kamu ingin menjadi anak manusia? Atau menjadi anak iblis. Saya tidak akan memaksa, karena itu sepenuhnya hakmu. Jika kamu ingin dianggap sebagai anak manusia, maka datanglah ke tempat
__ADS_1
Farah hari ini juga. Tetapi kalau kamu lebih suka menjadi anak iblis, maka pergilah dari rumahmu saat waktu maghrib tiba." (Kyai Husein)
Teguh pun saat itu juga langsung lari ke dalam kamarnya, dan mengambil semua pakaiannya. Tidak lupa dia juga mengemasi barang-barang milik orang tuanya, dari foto dan barang-barang yang mereka pakai saat mereka masih hidup.
"Saya memilih untuk menjadi anak manusia!" (Teguh)
Farah dan Kyai Husein tersenyum kepada Teguh, lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke suatu tempat. Di markasnya, Mozan masih khawatir dengan kabar tentang pergerakan Teguh yang semakin liar. Banyak anggotanya yang tewas sia-sia karena mereka melakukan perlawanan tanpa menyusun perencanaan terlebih dahulu.
"Kita tidak bisa terus menerus seperti ini tetua. Kita harus mulai melakukan
__ADS_1
sesuatu. Sudah banyak anak-anak kita yang mati sia-sia karena melawan
Teguh yang semakin brutal." (Anmarah)