BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟹𝟺


__ADS_3

Malam itu mereka lewati dengan penuh cerita dan tawa. Sudah lama Prapto tak merasakan suasana senyaman ini. Begitu pula dengan Farah dengan anak buahnya. Mereka melepas rindu dengan cerita-cerita yang menyenangkan. Sesekali mereka membuat lelucon agar bisa tetap terjaga dan tidak terlalu memikirkan permasalahan yang sedang mereka hadapi.


"Sepertinya pintu ini harus cepat diperbaiki, agar siap untuk didobrak kembali."


Seketika tawa itu pecah diantara mereka.


"Maaf, saya khawatir dengan keadaan Mas Prapto. Terakhir kali dia terlihat sangat memprihatinkan. Tapi berkat kalian, sekarang dia sudah sembuh. Terimakasih banyak." (Farah)


"Tidak apa-apa. Itulah salah satu cara kami bertahan hidup ditempat seperti ini. Awalnya tak ada makhluk hidup yang berani mendatangai tempat ini. Tapi, lama kelamaan banyak yang menjadi penghuni tepat ini. Karena kami merawat tempat ini dengan sangat baik."


"Baguslah kalau begitu. Tempat ini harus tetap aman. Tapi kita mempunyai masalah lain yang harus kita pecahkan bersama." (Farah)

__ADS_1


"Masalah lain?"


"Iya. Ini soal hubungan baik saya dengan kalian. Pengorbanan kalian sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa kalian masih sangat setia dengan saya, sama seperti dulu. Tapi tidak bagi warga desa." (Farah)


"Maksudmu saudariku?"


"Saya sudah menceritakan semua kisah kalian kepada Lurah di desa. Tapi dia ingin kalian membuktikan, kalau kalian benar-benar memiliki tujuan yang sama." (Farah)


"Bagaimana kita akan membuktikannya? Kita pasti tidak masuk ke tempat tinggal mu saudariku."


"Baiklah. Kapan kita akan ketempatmu?"

__ADS_1


"Jangan sekarang. Lakukan dulu sesuatu, baru kalian bisa masuk dengan nyaman ke tempat tinggal saya." (Farah)


"Baiklah. Kami akan mencoba melakukan sesuatu. Tapi kami harus menyusun rencana dulu, dan itu akan menjadi urusan kami. Kamu tidak perlu memikirkannya saudariku."


"Iya. Tapi lakukan semuanya perlahan-lahan, jangan gegabah. Kita sedang menghadapi situasi sulit, jadi jangan sampai membuat masalah semakin rumit." (Farah)


"Baiklah. Kami siap melakukannya."


Farah lalu menyenderkan badannya pada pagar rumah itu. Lalu mencoba menutup matanya. Rasa lelah hari ini tak seperti biasanya. Hari ini dia sangat bahagia, begitu dia melihat Prapto sudah pulih kembali. Itu artinya mereka akan berpetualang lagi bersama-sama. Termasuk kembalinya kesembilan anak buahnya yang sampai sekarang masih setia kepadanya.


Hal itu membuatnya bahagia. Dan hampir dia bisa melupakan semua permasalahan yang sedang dihadapinya. Diumurnya yang masih muda, Farah sudah memiliki banyak pengalaman. Bukan hanya menghadapi komplotan sekte, tapi juga menghadapi orang-orang yang menjadi biang masalah.

__ADS_1


Sebenarnya, Farah masih memiliki banyak anak buah. Sayangnya, mereka tidak cukup mampu dan bahkan belum siap untuk menghadapi hal-hal semacam ini. Karena semua ini bukan hanya tentang adu otot, tapi juga adu ilmu. Siapa yang kuat dia yang akan menang. Dan siapa yang menang, dia yang akan berkuasa.


Kalau sampai dia kalah melawan Lidya dan seluruh pengikut sekte, itu artinya dia memberikan sarapan enak pada musuh-musuhnya. Tak ada gadis sekuat dan setangguh Farah. Andaikan dulu Farah tidak keluar dari kelompok itu, pasti seluruh warga desa yang saat ini dia lindungi menjadi musuhnya.


__ADS_2