BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟼𝟽


__ADS_3

"Kamu memang sulit untuk dirubah. Pikiranmu hanya harta dan tahta. Semua itu tidaklah abadi Mozan. Lihatlah para pengikutmu yang telah mati. Apa yang mereka dapatkan selama ini?" (Kyai Husein)


Mozan hanya diam mendengar semua itu. Dia tidak memiliki kata-kata lagi untuk dikeluarkan. Dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Barulah disini Mozan berfikir, semua yang diucapkan oleh Kyai Husein jelas benar. Iblis yang selama ini ia sembah tidak memberikan keselamatan apa pun untuknya.


Jangankan untuk membalas serangan Kyai Husein, untuk berdiri saja dia sudah tidak mampu. Anmarah yang sedari tadi sibuk dengan Teguh pun sekarangvmenghentikan serangannya. Dia tidak bisa kemana-mana. Jalan satu-satunya adalah dengan menyerah.


"Bagaimana Anmarah? Kita sudah selesai?" (Teguh)


"Kamu menang sekaran Teguh. Tapi tidak dilain waktu. Aku akan menuntut balas. Dan aku akan kembali untuk menebar angkara murka." (Anmarah)


"Tidak ada jalan untuk pergi. Kamu sudah tidak bisa kemana-mana lagi." (Teguh)


Dengan cepat Teguh menabur garam bercampur abu ke tubuh Anmarah. Hal itu dilakukan untuk mencegah Anmarah menggunakan ilmu menghilangkan diri.


"Kurang ajar kamu Teguh!" (Anmarah)


"Ayo cepat! Sekarang waktunya kamu pulang!" (Teguh)


Teguh menarik Anmarah dan mengikatkan tubuhnya bersama Mozan. Sedangkan para pengikut mereka dengan terpaksa dibunuh dengan cara dibakar. Karena Mozan dan Anmarah sulit untuk mati, maka jasad mereka


harus dipotong menjadi tiga bagian, dan disebarkan di tempat yang berbeda.

__ADS_1


Agar tubuh mereka tidak dapat lagi menyatu. Yang menjadi eksekutor mereka adalah Lidya, karena meski Anmarah dan Mozan bisa


terluka, tetapi mereka tidak bisa mati jika bukan sesama aliran hitam yang membunuh mereka berdua.


"Sekarang bagaimana guru? Mozan dan Anmarah sudah berhasil dikalahkan." (Farah)


"Sekarang kita harus menepati janji kita kepada Lidya." (Kyai Husein)


"Sudah waktunya mas teguh untuk melakukannya. Mumpung sekarang sudah waktu subuh. Ini adalah waktu yang baik." (Farah)


"lya Farah. Bagaimana Lidya? Kamu sudah siap?" (Teguh)


"Maafkan aku Lidya." (Teguh)


Srreeeett!!!


Teguh langsung menusuk dan menyayat leher Lidya dengan pisau milik Lidya sendiri. Tubuhnya pun langsung ambruk. Tanpa siapa pun duga, tubuh Lidya perlahan mulai lenyap seperti sebuah kertas yang terbakar. Yang tersisa darinya hanyalah setumpuk abu berwarna hitam.


Teguh pun langsung mengambil abu Lidya untuk dimasukkan ke dalam sebuah botol.


Lalu diberikan kepada Kyai Husein untuk dibacakan doa-doa, agar Lidya bisa diterima disisi Tuhan-nya. Akhirnya, pertarungan dimenangkan oleh Farah dan semua orang yang mendukungnya.

__ADS_1


Sedangkan tubuh Mozan dan Anmarah sedang dalam perjalanan untuk dimakamkan di tempat yang telah disiapkan oleh Kyai


Husein. Dan tempat-tempat itu adalah tempat tinggal para murid Kyai Husein dari bangsa ghaib yang juga ditugaskan untuk menjaga dan merawatnya. Untuk mencegah tidak akan ada orang yang membangkitkan tubuh mereka berdua.


......................


Teguh dan Parto kembali ke kehidupan normal mereka. Teguh kembali dengan istrinya, sedangkan Prapto dijodohkan dengan Farah oleh Kyai Husein. Istri Prapto sampai sekarang masih belum diketahui


keberadaannya. Semua kasus pembunuhan dan penculikan yang Teguh lakukan tidak pernah diketahui oleh pihak kepolisian, karena di malam kekalahan Mozan dan kelompoknya, semua bukti kejahatan yang


dikumpulkan pun lenyap tanpa jejak.


......................


Kyai Husein kembali ke Yaman bersama dengan membawa anak Prapto, karena selepas ditinggal oleh ibunya, anak Prapto mengalami tekanan mental yang membuatnya menjadi anak pendiam.


......................


Pesan ;


Tidak semua kesenangan di dunia ini harus kita miliki. Utamakan kebutuhan, nomor duakan keinginan. Sekian dan terima gaji.

__ADS_1


__ADS_2