BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟹𝟽


__ADS_3

Rintihan dan teriakan Lidya semakin membuat suasana memanas. Mozan yang mengetahui hal itu merasa sangat senang dan bahagia. Karena melihat seorang pemimpin paling ditakuti, sekarang sudah lemah tak berdaya.


"Hahahaha.... bagaimana anakku? Sudahkah kamu menikmati penderitaan ini?" (Mozan)


Dengan jubah yang masih dia pakai dan juga sebuah tongkat yang kini ia genggam, Mozan menengadahkan kepala Lidya. Melihat sedikit demi kulit indah Lidya yang melepuh, lalu pulih seperti sedia kala. Dia begitu menikmati pertunjukkan mengerikan itu. Tawanya yang penuh dengan kepuasan tidak berhenti keluar dari tenggorokannya.


"Ingatlah kalian para pengikutku. Bahwa ini adalah contoh yang paling berharga bagi kalian. Jangan pernah sedikitpun kalian memiliki fikiran untuk mengkhianati pimpinan tertinggi kalian!" (Mozan)


Semua pengikut baru Mozan dibawa kehadapan Lidya. Cara ini adalah cara paling ampuh untuk melemahkan nyali para pengikutnya. Agar semua pengikutnya mau tidak mau tetap berada di sekte ini. Para pemuda dan pemudi itu begitu jijik dan takut melihat hal semacam itu.

__ADS_1


Apalagi perut Lidya kini robek disana sini akibat panas yang begitu menyengat. Bukan hanya perutnya, isi perutnya perlahan meleleh dan keluar. Entah mimpi apa mereka semalam, harus melihat hal paling buruk yang belum pernah mereka lihat.


Terutama Kevin, seorang anak kutu buku dan anak paling bodoh di sekolahnya. Dia mengikuti sekte ini karena ajakan dari teman-temannya yang lain. Dia juga ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih agar dirinya bisa menjadi cerdas.


"Namun ingatlah! Jika kalian tetap setia, dan menjalankan semua perintah yang aku berikan, maka kalian akan mendapatkan apa pun yang kalian inginkan. Bahkan jika kalian menjalankan tugas ini dengan baik, kalian akan mendapat sesuatu yang lebih besar dari pada harta. Yaitu kekuatan. Abadi, tak bisa mati!" (Mozan)


"Kami siap menjadi budakmu."


"Hahaha.... Yah! itulah yang seharusnya aku dengar! Budak tetaplah budak!" (Mozan)

__ADS_1


"Wanita ini hanyalah gambaran kecil dari apa yang kalian lihat. Masih ada hal lain yang bisa membuat kalian lari tunggang langgang. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya kalian mulai berfikir bagaimana caranya menjaga sopan santun kalian kepada semua pemimpin tertinggi kalian. Saat kalian menerima hukuman layaknya wanita ini, maka saat itulah kalian baru berfikir 'andaikan saja aku tidak berbuat kesalahan' dan hal yang kalian anggap lelucon adalah hal paling mengerikan yang tidak ingin kalian rasakan nantinya." (Mozan)


"Kami siap mengikuti segala aturan dan bimbingan yang tetua berikan."


Semua anggota baru itu terlihat begitu memaknai setiap kata yang Mozan berikan. Hanya satu orang saja yang menganggap hal itu aneh tapi biasa saja. Yaitu Kevin. Dia memang anak idiot di kelasnya. Jangankan hal seperti ini, di hidupnya seakan semua hal tak ada yang serius. Semua terasa biasa-biasa saja.


Namun siapa sangka? bahwa ternyata Mozan yang diam-diam memperhatikannya mulai senang dengan adanya anak kutu buku ini berada di kelompoknya. Orang-orang seperti inilah yang nantinya akan dia manfaatkan untuk mempengaruhi dan menjebak semua orang agar masuk ke kelompoknya.


Dalam sekte ini, setiap anggota dididik dengan sangat hati-hati. Agar perasaan mereka tetap pada keyakinan tunggal. Yaitu menguasai dunia. Sekalipun halangan yang mereka hadapi akan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri, bahkan bisa juga orang-orang yang mereka sayangi.

__ADS_1


__ADS_2