BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟺𝟢


__ADS_3

Lea mengambil sebuah golok di dekatnya, rasa haus darah menderu dalam dirinya. Suasana yang ricuh membuatnya terpancing untuk melakukan hal-hal gila. Membayangkan darah yang muncrat dalam tubuh mereka membuat rasa penasarannya semakin besar. Dia ingin membantai setiap orang yang ada disana. Dia ingin menjadi orang yang masuk dalam daftar terpilih.


Kevin yang menyadari kalau Lea akan melakukan sesuatu juga mengambil sebuah tongkat besi kecil untuk jaga-jaga kalau dia menjadi sasaran Lea yang pertama. Namun Lea hanya menatap tubuh Kevin yang bergetar karena ketakutan. Dia hanya menatapnya dengan senyuman tersungging dibibirnya. Dia tidak mau membunuh anak kecil yang masih suka mengompol itu.


Lea dengan cepat menghampiri semua orang yang sedang ada di depan pintu, dan tanpa ba! bi! bu! Lea langsung menarik salah satu dari mereka dan menyayatkan goloknya tepat dibagian leher. Anak perempuan yang tidak siap itu hanya bisa pasrah dengan memegangi lehernya yang sudah bermuncratan darah. Ia sama sekali tidak tahu kalau sasaran utama Lea adalah dirinya.

__ADS_1


Lagi pula, dia juga tidak pernah berfikir kalau Lea akan melakukan hal sekejam itu. Yang lainnya pun langsung berhamburan ke segala arah untuk mengambil senjata. Mereka semua sudah tidak peduli lagi dengan siapa dan apa yang akan mereka hadapi. Mereka saling serang satu sama lain. Saling tusuk dan saling pukul tanpa ampun.


Ruangan itu sudah dipenuhi dengan darah yang segar dan juga mayat. Ada yang terpotong di bagian lengan, ada juga yang terpotong bagian kakinya. Bahkan, ada yang seketika langsung tewas tanpa melakukan apa-apa. Kevin masih tetap kencang memegang tongkat besi ditangannya. Tangannya gemetar hebat. Tubuhnya bermandi keringat.


Lea yang sudah memanas kembali melakukan aksinya dengan menebas setiap orang yang ada di depannya. Alhasil, banyak sekali korban yang berjatuhan. Dalam sekejap ruangan itu sudah dibanjiri dengan darah. Dan sekarang hanya tersisa sembilan orang yang masih hidup dengan beberapa luka di tubuh mereka.

__ADS_1


Lea yang sudah bosan kembali menyerang orang-orang yang ada disana. Namun mereka semua telah bekerja sama untuk mengalahkan Lea terlebih dahulu, sebelum mereka semua saling bantai kembali. Tapi kemampuan mereka berbeda jauh dari Lea yang sudah sangat berpengalaman dalam hal bertarung. Sehingga membuat nyali mereka menjadi ciut.


Hanya Kevin dan anak laki-laki gila itu yang tidak melakukan apa-apa. Anak laki-laki yang tadinya berteriak sekarang dia justru tertawa. Namun tawanya itu disertai dengan tangisan. Dia sudah tidak bisa berfikir dengan jernih. Otaknya sudah tak mampu lagi menampung semua kesadisan itu. Sedangkan Kevin, Lea menarik bajunya dengan sangat kencang dan memaksanya untuk menusuk salah satu dari ke tujuh orang yang ada disana.


"Bunuh mereka. Sisakan tiga orang yang menurutmu pantas untuk masuk ke dalam komplotan kita." (Lea)

__ADS_1


Kevin masih belum menunjukkan reaksi apa pun. Rasa takutnya masih terlalu besar untuk melakukan hal itu. Seorang Kevin harus dipancing oleh sesuatu terlebih dahulu. Lea juga tidak diam begitu saja. Dia mencoba merayu dan membujuk Kevin dengan kalimat-kalimatnya yang membuat Kevin semakin merinding.


__ADS_2