BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟼𝟺


__ADS_3

"Aku harus berhati-hati saat pertarungan nanti. Anmarah pasti akan mencuri kesempatan agar bisa membunuhku. Apalagi kekuatanku melemah karena sudah lama tidak aku gunakan." (Mozan)


Hati mereka sama-sama sedang berkecamuk. Mereka sudah tidak bisa saling mempercayai satu sama lain. Diam-diam Mozan juga telah


menyembunyikan lukanya dari pandangan Anmarah. Dia begitu terkejut saat mengetahui kalau lengannya berdarah karena tergores ujung tombak saat bertarung dengan Anmarah.


......................


"Saudara-saudara semua, hari ini adalah hari penentuan kita. Kita akan memenangkan pertempuran ini untuk masa depan yang lebih indah. Mungkin, jalan yang kita ambil adalah jalan yang salah, tetapi jalan ini adalah jalan terbaik bagi kita untuk membuat keadaan menjadi lebih baik lagi. Para kaum penyembah iblis itu sudah banyak melakukan banyak sekali kejahatan. Mereka mempengaruhi generasi pemuda kita agar terjun ke dalam lubang kesesatan." (Kyai Husein)


"Saudara kita, Teguh. Dia adalah bukti yang nyata bagi kita semua. Bahwa semua yang mereka lakukan kepadanya adalah sebuah kejahatan yang harus ditumpas. Jika kita bisa bertahan hidup, maka kita akan melihat anak


dan cucu kita bahagia. Namun jika hari ini kita harus mati, maka ini akan menjadi kesaksian untuk generasi selanjutnya, bahwa kejahatan harus dilawan!" (Farah)

__ADS_1


"Allahu Akbar!"


Semua orang berseru untuk melakukan perlawanan. Mereka semua datang tanpa membawa senjata. Karena mereka semua sudah diwarisi ilmu oleh Kyai Husein untuk melawan Mozan dan antek-anteknya. Mozan berada di barisan paling depan bersama dengan seluruh pengikutnya.


Sedangkan Anmarah dan pengikutnya berada di barisan paling belakang, karena mereka sudah tahu bagaimana kekuatan musuh yang akan mereka hadapi. Terlebih lagi sekarang jumlah mereka hanya menyisakan dua puluh orang. Dan Mozan memiliki anak buah sebanyak tiga puluh orang, itu pun beberapa dari mereka mengalami luka-luka akibat saling bertarung satu sama lain.


Sedangkan Farah memiliki lima puluh orang lebih. Ditambah dengan Kyai Husein, Teguh, dan juga Prapto. Lima puluh orang itu bukanlah orang-orang sembarangan. Karena mereka sudah dilatih bertahun-tahun oleh Farah, jadi mereka semua adalah orang-orang terbaik dari yang terbaik. Sudah pasti mereka akan sangat sulit untuk dikalahkan.


pun. Hal itulah yang membuat Anmarah lebih memilih untuk berbaris di barisan belakang, karena dengan melihat Kyai Husein saja, Anmarah sudah tahu kalau dia akan membunuh Mozan dan bahkan dirinya, jika dia berani ikut campur.


"Jadi ini pasukan muslim? Apa kalian semua sudah yakin kalau kalian bisa mengalahkan kami? Hmm?" (Mozan)


"Bukan kami. Tapi Allah Yang Maha Kuasa yang akan memutuskan segalanya. Kejahatan tidak akan pernah menang dimana pun.

__ADS_1


Bertaubatlah Mozan, mungkin Allah masih mau berbaik hati kepadamu." (Kyai Husein)


"Cuuhhk! Jangan sebut nama itu. Aku tidak sudi menganggapnya sebagai penolongku. Dia bahkan tidak bisa mengembalikan kehidupanku yang indah seperti dulu. Dia bahkan terus menerus menekanku dengan


penderitaan. Masih pantaskah dia aku sebut Tuhan?" (Mozan)


"ltu semua salahmu sendiri. Kamu memahami agama dengan caramu sendiri. Kamu pikir kamu ini siapa? Bagaimana Allah akan membantu segala urusanmu, sedangkan hatimu sendiri dipenuhi dengan dendam dan kebencian. Seharusnya kamu sadar diri, mensyukuri apa yang sudah diberi,


dan bersabar atas segala sesuatu yang tidak lagi menjadi milikmu. Istri dan anakmu mati karena kamu sendiri yang menyebabkannya. Apakah kamu tidak ingat bagaimana kamu memperlakukan mereka saat mereka masih


hidup?" (Kyai Husein)


"Dasar orang tua keparat! Kita buktikan saja, siapa yang lebih kuat. Dan kamu akan tahu kalau iblislah sebenar-benarnya penolong!" (Mozan)

__ADS_1


__ADS_2