BUDAK : Son Of The Devil

BUDAK : Son Of The Devil
Budak : Episode 𝟹𝟸


__ADS_3

Setelah sampai ditempat itu, Farah lalu mengetuk pintunya. Namun tak ada yang membukakan pintu itu, dan sepertinya tak ada satu orang pun disana, termasuk Prapto. Sampai akhirnya Farah memutuskan untuk mendobrak pintunya.


Brrraaaakkkkk!!!!


Pintu itu pun langsung roboh karena tendangan keras dari kaki Farah.


Tak ada siapa pun yang ia temui disana. Hanya sebuah baju yang dipakai oleh Prapto ketika terakhir kali Farah melihatnya. Dan sebuah mangkuk kecil yang masih ada bekas ramuan. Mungkin itu yang anak buah Farah berikan kepada Prapto untuk memulihkan keadaannya.


Tempat ini sangat terawat, meskipun tidak terlalu luas. Bahkan seperti tak ada debu secuil pun. Yang menjadi pertanyaan Farah adalah, kemana anak buahnya membawa Prapto pergi?


Ini sudah satu bulan lamanya Farah dan Prapto tidak bertemu. Meskipun perasaan was-was mulai hadir dalam diri Farah, tetapi Farah tetap berfikir positif. Berharap kalau mantan anak buahnya itu masih dapat ia percaya kesetiaannya.

__ADS_1


"Kalau tempatnya dirawat kaya gini, harusnya mereka tinggal disini sih. Mudah-mudahan Mas Prapto udah sembuh. Dan semoga ngga ada apa-apa." (Farah)


Farah menggumam sendiri.


Dia tetap menunggu beberapa saat di tempat itu. Sampai akhirnya mulai merasakan kantuk, karena rasa bosan yang sedari tadi terus menyerangnya. Apalagi perjalanan ke tempat ini cukup jauh dari rumah Farah.


Lalu Farah membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang sebelumnya dipakai untuk merawat Prapto. Sembari menunggu anak buahnya datang membawa kabar baik dari luar.


Mereka seperti sedang dikejar oleh sesuatu. Farah tak bisa melihatnya dengan jelas, tapi Farah bisa mengenali suara-suara mereka. Salah satunya yaitu Prapto. Farah merasa kalau mereka semakin dekat dengan tempat ini.


Farah pun memaksakan tubuhnya untuk bangun, dan berlari keluar. Melihat keadaan sekitar yang hawanya mulai berubah menjadi aneh. Dia mencoba memeriksa sekitar tempat itu, sembari membawa sebuah tongkat besi yang dia ambil di bawah ranjang.

__ADS_1


Dengan sangat waspada Farah lalu mengangkat pintu yang sudah rusak itu, untuk mengantisipasi kalau ada sesuatu terjadi. Walaupun tempat ini bukan tempat yang asing baginya, tapi dia tetap harus berhati-hati. Karena aura yang ia rasakan ditempat ini sangat gelap dan semakin mengerikan.


Suara-suara itu mulai terdengar jelas di telinganya. Dan dia melihat ada sebuah bola api yang amat besar sedang mengejar Prapto. Dia terlihat lari terbirit-birit karena bola api itu terus mengejarnya kesana kemari.


Farah yang kala itu melihat kejadian itu, tak mau langsung bertindak. Karena bola api itu bukan bola api sembarangan. Bagi Prapto itu memang sebuah bola api. Tapi tidak bagi Farah. Dia melihat sesuatu yang lain dari yang lain.


Dari penglihatan batin Farah, bola api itu sebenarnya berwujud Iblis, dengan badan yang tegap dan merah membara, ekor yang panjang, serta satu tanduk api dikeningnya.


Namun karena rasa takut sudah menguasai Prapto, akhirnya yang dia lihat hanyalah bola api berukuran besar. Sehingga Prapto tak mampu menghadapinya, dan memilih untuk melarikan diri.


Entah apa yang membuat Prapto bisa dikejar oleh makhluk itu. Padahal, terakhir kali bertemu badannya masih sangat lemah dan tak berdaya apa apa. Tetapi sekarang terlihat sangat sehat dan kuat. Bahkan, kedua kakinya pun mampu berlari sangat cepat.

__ADS_1


__ADS_2