
Semakin lama kesabaran Teguh semakin habis. Teguh sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi untuk membunuh setiap orang yang ia temui. Layaknya orang gila, Teguh berkeliling di jalanan kota. Orang-orang menatapnya dengan sinis. Bahkan ada salah satu pemuda berandalan yang meludahinya. Tapi Teguh tidak mempedulikan hal itu, karena itu sama sekali tidak berguna baginya.
Kejadian aneh pun mulai dirasakan oleh pemuda yang meludahi Teguh. Dia merasa kalau bibirnya terasa perih dan seakan mau robek. Entah apa yang terjadi, yang jelas pemuda itu mulai berteriak kesakitan. Teman-temannya melihat kalau bibir pemuda itu mulai berdarah, seperti habis disayat dengan sebuah silet.
Mereka pun mengejar Teguh yang masih berjalan dengan santainya. Beberapa dari mereka juga menggunakan senjata tumpul untuk menyerang Teguh. Tetapi hal itu sama sekali tidak berlaku apa-apa. Teguh hanya tertawa terbahak-bahak sembari menatap mereka. Lalu salah satu dari mereka menggunakan sebuah besi berkarat untuk memukul Teguh.
__ADS_1
Seketika Teguh langsung menahan besi itu ditangannya. Dan tiba-tiba Teguh merasa kalau tangannya mulai terbakar. Tangannya tiba-tiba memerah, seperti baru saja dimasukkan ke dalam air mendidih. Pemuda itu kebingungan, karena itu dirasa sangat aneh. Dan saat itu juga Teguh langsung menghantamkan tinjunya ke arah perut pemuda itu.
Hal yang sangat mengerikan pun terjadi. Tangan Teguh dengan mudahnya bisa menembus perut pemuda itu. Bahkan, beberapa organ bagian dalamnya pun sampai keluar. Orang-orang yang melihat kejadian itu pun berhamburan pergi dari tempat tersebut. Begitu juga dengan para berandalan yang sebelumnya bersikap tidak sopan kepada Teguh.
Pemuda yang terkena pukulan itu seketika langsung meregang nyawa. Tubuhnya juga mulai membusuk dengan sangat cepat. Darahnya muncrat kemana-mana. Beberapa bagian tubuhnya tercecer di segala tempat. Namun seperti biasanya, iblis berwujud manusia itu hanya tertawa melihat kengerian yang dilakukannya.
__ADS_1
Dia memanggil bantuan polisi karena mengira Teguh adalah seorang penjahat. Tapi Teguh sudah mengetahui hal itu terlebih dahulu.
"Tidak perlu memanggil mereka. Kamu tidak akan aku habisi selama kamu tidak berulah. Lagi pula kamu terlalu bersih untuk dibunuh. Orang-orang sepertimu sangat sulit untuk dihabisi. Orang yang suka berbuat baik kepada orang lain. Memberikan makan kepada yang lapar, dan memberikan air kepada yang kehausan. Itu suatu hal mulia. Aku pernah melakukan hal itu, tapi sepertinya aku kurang beruntung." (Teguh)
Teguh sibuk berdandan di depan kaca. Dia melucuti pakaian kotornya satu persatu, sembari terus berbicara. Pemilik toko itu hanya bisa berdoa dan terus berdoa agar Teguh tidak melakukan hal yang buruk kepadanya.
__ADS_1
"Teruslah berdoa. Itu bagus untukmu. Tapi jika kau terus berdoa tanpa melakukan sebuah usaha, itu akan sia-sia saja. Aku tidak memiliki niat untuk menyakitimu. Sekarang keluarlah dari meja payah itu dan tunjukkan wajah tuamu." (Teguh)
Wanita tua itu tidak menggubris ocehan Teguh, dia terus berdoa dengan memegang sebuah kalung ditangannya. Lalu tak berapa lama kemudian Teguh sudah selesai dengan kesibukannya berganti baju. Dia menggeser meja itu hanya dengan tatapan mata. Kemudian Teguh mengambil sebuah kursi kecil dan duduk tepat di depan wanita tua itu.