
Laura menganggukan kepalanya ketika anak muridnya memberikan salam. Karena jam mengajarnya telah selesai maka ia harus keluar dari ruangan tersebut. Sementara itu iya sama sekali tidak memberhentikan Leo yang saat ini tengah berdiri di depan kelas setelah menyelesaikan push up nya.
Leo memasang wajah cemberut ketika ia sama sekali tidak diperhatikan Laura. Padahal skala ada yang upaya ia telah lakukan untuk menarik perhatian wanita itu. Tapi nyatanya Laura memang sangat sulit untuk didekati.
Perhatian Laura tidak ia dapatkan namun Ia hanya mendapatkan tawa geli dari teman-teman sekelasnya. Kali ini, Leo sama sekali tidak memiliki sekutu karena Naufal dan Alex juga dihukum tapi di lapangan. Jika kalian tanya siapa guru yang paling kejam di sekolah ini maka jawabannya adalah Laura. Bahkan ia tidak segan-segan akan menghukum siapapun yang melanggar aturannya.
Sementara guru lain hanya menasehatinya saja dan tidak pernah seperti Laura karena takut akan dengan ancaman penganiayaan siswa. Nyatanya Laura sama sekali tidak takut dengan hal itu.
“Ibu Laura gak punya hati!” ucap Alex yang baru saja datang setelah dijemur di lapangan. “Semoga aja nanti anaknya bakal dihukum kayak gini juga! Dia sebagai orang tua pasti akan marah nanti!”
Seketika itu juga wajah Leo langsung menatap ke arah Alex yang berbicara. Menyumpahi Laura dengan kata-kata buruk tersebut apalagi mengenai anaknya membuat Leo tidak terima karena ia sangat yakin bisa menikahi Laura dan itu artinya anak Laura juga ada anaknya.
“Apa yang lo bilang! Anak buk Laura anak gue juga!” Naufal pun menolehkan kepalanya dan ia terkejut dengan kepercayaan diri Leo yang sangat luar biasa.
Bahkan ia sangat yakin bahwa bisa mendapatkan Laura.
“Lo yakin nikah sama Bu Laura? Nggak ada takut-takutnya lo? Bisa aja nanti kalau dimarahin dia mulu! Cewek banyak kok yang cantik-cantik. Apalagi lo tampan!”
“Gak, gue maunya cuman ibu Laura!” Lantas Naufal dan Alex tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya mempercayai apa yang dikatakan oleh Leo dan berharap bahwa mimpi laki-laki itu segera kesampaian.
“Terus berjuang bro! Walaupun gue nggak yakin kalau lu bisa soalnya Bu Laura itu killer banget.”
Leo memang sangat percaya diri dan ia bisa meyakinkan Laura. Lihatlah dulu kakak kelas yang sangat ia sukai berhasil ia dapatkan walaupun sekarang telah menjadi mantan dan menjadi guru. Leo menarik nafas dan kemudian keluar dari dalam kelas menuju ke kantin.
Pada saat melewati koridor, ia tidak sengaja melihat Pak Andra bersama dengan Laura. Seketika itu juga wajah Leo sangat panas dan ia tidak terima. Laki-laki itu pun menghafalkan tangannya dan membentuk sebuah tinju. Ia pasti bisa menyingkirkan laki-laki tersebut yang berusaha untuk mendapatkan hati Laura.
__ADS_1
Teruslah mereka bermimpi karena pemenangnya sudah pasti Leo. Bahkan belum berhasil mendapatkan Laura pun ia sangat yakin bisa menikahinya.
“Dilihat-lihat Pak Andra memang sangat cocok dengan buk Laura! Mereka sama-sama guru dan juga tidak memiliki hati.” Alex datang dan meletakkan tangannya di pundak laki-laki itu.
“Apakah lo pernah di sekolahin? Dia tidak pantas dengan bu Laura! Sudah tua dan juga tidak terlalu kaya!”
Leo pun memandang tajam ke arah mereka berdua yang sedang mengobrol. Leo yang tidak terima itu lantas melangkahkan kakinya dengan cepat dan menerobos bu Laura dan Pak Andra begitu saja.
Tentu Laura sangat kaget dan begitu pula dengan Andra.
“Leo apa yang kamu lakukan! Kamu sama sekali tidak memiliki sopan santun! Apakah kau pantas melakukan kepada gurumu!”
Leo berhenti berjalan dan mengembalikan tubuhnya. Ia memasang smirk di wajahnya.
“Oh maaf, ternyata ada orang ya di situ!”
••••••
Laura tidak bisa fokus sama sekali ketika dosen Tengah menjelaskan materi yang ada di depan. Wanita itu begitu banyak dibebani oleh pikiran baik masalah pekerjaan maupun masalah sampingan lainnya.
“Laura!” Laura memandang ke arah dosen tersebut dan mengagumkan kepalanya dan mengusap matanya dan berusaha untuk fokus kembali.
“Maaf Pak,” ujar wanita itu dengan suara yang serak dan berharap bahwasanya sang dosen pembimbing bisa memaafkan dirinya. Dosen tersebut mengganggukan kepalanya, kebetulan sekali bahwasanya Laura merupakan anak yang jurus di jurusan ini sehingga dirinya jarang sekali membuat ulah dan Baru kali ini ia tidak bisa fokus.
“Jangan terus melamun! Jika punya masalah jangan dibawa ke sekolah!” Laura rasa yang tertampan dengan apa yang dikatakan oleh dosen itu.
__ADS_1
Waktu terlalu begitu saja dan dirinya telah mengikuti pelajaran dengan baik setelah ditegur oleh sang dosen. Laura kembali fokus dan ia menjadi anak yang sangat aktif di kelas tadi.
“Laura!” ucap Nadine Dan kemudian mengalungkan tangannya di pundak Laura.
Laura pun tersenyum dan melirik Nadine temannya tersebut. Ia memandang Laura dengan seksama dan mencari tahu apa masalah yang membuat Laura sampai termenung di dalam kelas.
“Laura, ada masalah apa? Nggak mau cerita sama sekali?”
“Masalah pekerjaan Nadine. Ada aja masalahnya, gue sampai stres. Nasib seorang guru, belum lagi ngurusin anak-anak yang nggak bisa diurus sama sekali.”
“SMA, gampang lah ngurusnya kan mereka udah pada dewasa.”
“Gampang gimana? Noh si Leo susah banget ngurusnya.”
“Wait Leo mantan lo?”
Laura pun menjadi sangat malas.
“Apaan sih gak usah sebut namanya.”
“Btw tuh dia lagi nungguin lo di depan!”
Laura memandang ke arah jari telunjuk temannya dan melihat Leo yang ada di sana sembari menaikan turunkan kedua alisnya.
•••••
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.