Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 14


__ADS_3

Pemandangan hari ini sangat indah hingga membuat Laura tersenyum setiap kali melihat apa yang saat ini dilihatnya. Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. Sementara orang yang ada di sampingnya yang telah membawanya ke tempat ini juga tersenyum bangga saat melihat wajahnya yang berseri-seri sangat bahagia.


“Gimana Buk? Indah, kan? Makanya ikut sama saya aja buk setipa hari, dijamin penumpang aman dan nyaman. Bahkan bisa dapat bonus pelukan!” Laura menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya tidak mengerti kenapa ia bisa memiliki mantan yang memiliki otak tidak berguna seperti Leo.


Laki-laki tersebut hanya menang kekayaannya saja, walaupun di sisi lain Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa. Namun kecerdasan itu tiada arti jika tidak dibarengi dengan keteguhan dan kerajinannya untuk mengembangkan diri. Apalagi orang ini sangat terlalu pede dan tidak tahu malu sama sekali.


“Sungguh saya sangat berterima kasih sekali kepada murid saya yang satu ini.” Leo pun langsung menelan ludah dengan sangat tidak nyaman. Bentuk kekecewaan yang ia lakukan tersebut hendak membuat Laura yang menatapnya tertawa.


“Tapi saya tampan Bu! Saya juga tinggi, biasanya cewek suka sama cowok yang tinggi. Terus saya juga kaya, biasanya cewek suka sama cowok yang kaya!” Apa yang baru saja ia dengar? Pria itu sangat sombong sekali dan sangat narsis.


Lagi pula melihat Leo yang seperti ini sangat lucu. Laki-laki yang sangat pendek dari dirinya dulu dan sekarang telah tumbuh menjadi tinggi dan menjadi laki-laki yang gagah. Benar-benar di luar dugaannya.


“Kamu kalau ngomong jangan terlalu bangga banget, ingat dulu kamu adalah anak yang pendek dan bodoh. Bahkan kau sama sekali tidak ada memiliki ketampanan!” anta sadar atau tidak ketika Laura mengatakan semua itu kepada Leo. Sementara Leo terdiam dan sekaligus tersenyum ketika Laura mengingat semua tentang dirinya di masa lalu.


Ia sangat percaya diri sekali bahwa Laura tidak pernah melupakannya dan masih mengingat hubungan mereka yang dulu. Walaupun Mungkin setelah mereka putus Laura pernah berpacaran dengan orang lain dan juga memiliki kenangan yang sama.


“Saya tidak menyangka kalau ibu mengingat semua itu!” Laura refleks terdiam dan menarik nafas panjang. Ini kesalahan dirinya mengatakan semua itu kepada Leo.


Ia baru saja ingat bahwa Leo adalah orang yang sangat berbeda daripada orang lain. Laura tersenyum kecut dan dalam waktu hitungan detik senyumannya pun hilang begitu saja.


“Gak jelas banget sumpah,” ucap Laura dan kemudian pergi dari tempat itu menuju ke motornya Leo.

__ADS_1


Leo mengusap kepalanya dengan prestasi karena telah membuat Laura marah kepadanya. Ia ingin meminta maaf kepada wanita tersebut sebelum amarahnya terlalu dalam.


Apalagi ada perasaan trauma setelah ia diputuskan oleh Laura. Dirinya merasa di bayang-bayangi oleh rasa ketakutan dan juga perasaan yang sama seperti waktu itu. Melihat Laura meninggalkannya sungguh membuat dadanya terasa sesak, benarkah Laura sudah melupakan hubungan mereka dan tidak memiliki perasaan sama sekali kepada dirinya? Benar juga bahwa kemarin itu hanyalah hubungan sesaat dan merupakan cinta monyet Laura.


“Laura! Ini di luar sekolah, jadi aku menganggapmu bukan guruku. Sekali lagi aku katakan dengan tidak bosan-bosannya bahwa aku mencintaimu! Apakah kau masih memiliki perasaan yang sama?”


Laura memandang ke arah Leo dengan tatapan tajam. Kemudian ia memperhatikan sekujur tubuh Leo untuk mencari penilaian.


“Leo kau sangat tampan, kau juga memiliki penampilan dan tubuh yang bagus. Pasti banyak orang lain yang menyukai mu! Kau tidak perlu berpatokan hanya kepadaku! Ingat orang lain jauh menginginkanmu daripada aku yang tidak memiliki kepastian ini!”


Leo menarik nafas panjang dan membuang wajahnya. Kenapa Laura belum juga mengerti.


“Tapi saya maunya cuman ibu!" Laura menarik napas panjang. Tidak masalah laki-laki tersebut memiliki anagan yang sangat tinggi seperti itu. Ia tidak melarangnya sama sekali, akan tetapi perlunya sadar diri dan menghargai apa pendapat orang lain setelah mendapatkan penolakan dan malah bukannya memaksa orang lain setuju kepada dirinya.


Laura menarik napas panjang dan kemudian hendak memesan gojek. Leo yang menyadari hal itu langsung melarangnya dan menyuruh agar wanita itu ikut dengannya saja.


“Izinkan aku mengatakan mu, maafkan kemarin aku bersikap lancang dan tidak mengetahui bagaimana ibu mu.”


“Aku rasa dari dulu kau mengetahuinya dan hanya tidak ingin mengingatnya saja.”


Leo tertawa kecil karena apa yang dikatakan oleh Laura ada benarnya juga bahwa dirinya memang sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwasanya orang tua Laura tidak menyetujui hubungan mereka dahulu karena alasan Leo yang masih terlalu dini serta Laura yang masih sekolah dan hanya boleh fokus belajar.

__ADS_1


“Ya begitulah orang yang sangat menolak kenyataan. Tapi akan tetap berusaha.”


Laura menarik napas panjang dan ia rasa apa yang dikatakan oleh Leo tidak peduli dilakukan oleh laki-laki itu karena ia memiliki keyakinan keyakinan baisa bahwa Leo akan lebih berkembang jika hanya melakukan hal yang berguna.


“Tidak usah membuang banyak peluang. Sebagai seorang guru aku berpesan kepada mu yang sudah kelas tiga untuk lebih banyak memanfaatkan peluang dan belajar untuk mendapatkan nilai yang cemerlang.”


Leo seakan tutup telinga dan mengatakan bahwa tidak ada gunanya ia belajar karena mengingat kemampuannya yang selalu di bawah rata-rata dan tidak ada juga orang yang mau peduli apakah ia akan menjadi anak yang pintar dan juara. Oleh karena itu Leo tidak memiliki motivasi sedikit pun dan lebih cenderung jadi anak yang sembarangan.


“Gak ada gunanya dan tetap gitu-gitu aja.”


“Kamu punya masalah dengan ibu Ruri? Kamu tahu dia adalah guru mu dan meremehkan mu, apakah kau tidak ingin melihatnya terkejut ketika kau mendapatkan juara atau peringkat mu naik?”


Ibu Ruri itu sudah terlanjur membuatnya sangat kesal dan tidak ingin mendengar namanya. Entahlah ia benci dengan nama wnaita itu yang hanya tahu mengatakan seenaknya saja.


“Dia mengatakan aku tidak terdidik karena aku berasal dari keluarga miskin. Padahal kenyataannya aku tidak terdidik karena berasal dari keluarga kaya yang tidak memiliki waktu dan hanya hidup dengan semau ku dan belajar dari apa yang aku lihat.”


Laura menarik napas. Rupanya Leo juga tahu bagaimana dirinya dan apa yang menyebabkan laki-laki tersebut sampai seperti itu.


••••••


Tbc

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2