
Seharian penuh Laura menemani Leo untuk menghibur diri. Mereka pergi ke berbagai tempat agar Leo bisa melupakan masalahnya dan mulai bangkit. Ia sendiri telah menyesalkan perbuatan orang tua Leo yang berdampak pada pria itu. Seandainya Leo bisa menjadi orang yang memiliki hati dan tahu cara memperlakukan seseorang mungkin ia akan bisa menerima laki-laki tersebut dengan baik. Tapi kenyataan begitu menyakitkan membuat dirinya tidak bisa melakukan apapun selain menghibur Leo dan membantu laki-laki itu mengubah etitutnya mulai dari sekarang.
“Tidak ada yang terlambat jika kamu berubah mulai saat ini. Aku akan berusaha untuk membantumu,” ucap Laura dan kemudian menepuk pundak Leo memberikan laki-laki itu semangat. Pasalnya Leo masih terlihat lesu dan tidak memiliki gairah hidup sama sekali, tidak seperti pria itu biasanya.
“Benar yang ibu katakan, memang tidak ada yang terlambat untuk berubah mulai dari sekarang. Tapi bagaimana caranya aku mau merubah sifatku yang sudah mendarah daging seperti ini? Ibu hanya pedulian kepadaku sebagai anak muridnya saja, bagaimana jika aku telah tamat dan tidak bertemu ibu guru lagi? Apakah ibu guru masih bisa membimbingku dan masih mengingatku? Tentunya tidak, kan?” Leo tersenyum kecut kemudian memandang ke arah langit dengan pandangan sedih.
Laura menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, wanita itu menundukkan kepalanya dan sedikit merasa sedih. Ia harus bisa memperjuangkan Leo, aku lagi setelah laki-laki itu begitu terus mengejarnya dan juga telah banyak perubahan pada fisik yang membuat Laura merasa ada yang berbeda dari laki-laki tersebut.
“Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu sampai kapanpun. Aku berjanji, tidak sebagai Laura gurumu, tapi sebagai Laura orang yang mencintaimu.”
Leo terkejut dan memandang ke arah Laura. Ia tampak senang dan tidak bisa mengekspresikan kebahagiaannya tersebut sehingga dirinya memeluk Laura begitu kencang hingga membuat Laura tidak bisa bernapas dengan benar. Laura berulang kali menepuk dada Leo untuk melepaskan dirinya.
“Tenangkan diri mu dulu, kalau begini jantungku ingin lepas rasanya.” Leo kemudian mengecup kening Laura dan meyakinkan bahwasanya Laura adalah orang yang sangat baik untuknya.
“Aku harap Ibu Laura yang cantik ini mengatakannya dari hati bukan hanya sekedar mengkasihani anak muridnya.”
__ADS_1
“Kenapa kau menganggapku sebagai guru dan anak murid? Bukankah kita sedang di luar sekolah? Sekarang ada di depanmu ini adalah Laura orang yang kamu cintai.”
Leo ternganga dan tidak menyangka Laura akan mengatakan seperti itu. Benar-benar di luar dugaan, Laura adalah orang yang saat ini ia cintai dan sekarang wanita itu tampaknya sudah mulai menerima cintanya.
“Laura, aku harap kamu tidak terpaksa untuk menerima ku.”
“Tenang saja, aku juga tidak pernah melupakan mu.”
Leo lantas memeluk Laura dengan semangat. Sebenarnya mereka sudah saling mengenal cukup lama karena ayahnya Laura merupakan teman dari ayahnya Leo. Sehingga mereka pun diam-diam berpacaran di saat Leo SMP. Pada awalnya Laura tidak mengetahui bahwa Leo masih sekolah di bangku SMP karena rawa kan pria itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa ia adalah anak SMP.
“Aku baru tahu ada anak SMP yang begitu mencintai pacarnya dan bahkan sikapnya sudah menjadi seperti orang dewasa. Sampai bahkan aku mengira kau sudah tamat kuliah.”
Laura mengatakan apa yang ia pikirkan terhadap Leo dahulu. Leo memandang ke arah Laura dan kemudian mengusap kepala wanita itu. Ia dahulu juga tahu bahwa Laura selamat berpikir seperti itu dan sengaja tidak mengatakan bahwa ia masih SMP karena tidak ingin membuat Laura menolaknya.
Effortnya dulu juga untuk mendapatkan Laura tidak semudah itu. Berbagai hal yang lakukan hingga akhirnya ia mendapatkan kepercayaannya. Leolantas memeluk tubuh Laura dan memperhatikan kepada publik bahwa wanita ini adalah satu-satunya orang yang sangat ia cintai.
__ADS_1
“Lantas sekarang kita udah CLBK?”
“Hm apalagi? Sudah jelas kita sekarang memiliki hubungan sebagai pacar, sekarang kamu mau ke mana? Aku bakal bawa kamu kemanapun.”
“Kita makan dulu nggak sih?” Laura tersenyum dan Leo melihat itu bahagia dan mencubit pipi Laura yang menggemaskan.
“Nanti setelah aku tamat sekolah aku akan meminta kepada Papa dan Mama buat nikahin kamu.”
Laura terdiam karena ini sungguh di luar dugaan.
•••••••
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1