
Laura menatap ke arah Leo yang saat ini tengah menemui dirinya dalam keadaan gembira. Entah apa yang membuat laki-laki tersebut begitu sangat bahagia, melihat hal itu ia juga turut merasa gembira dan memeluk tubuh Leo dengan penuh semangat.
“Leo, apa yang sebenarnya terjadi? Ibu lihat wajah kamu sangat bahagia sekali!”
Leo kemudian menarik nafas panjang dan menatap ke arah Laura dengan pandangan serius. Mendengar Laura mengatakan dirinya sebagai ibu guru membuat perasaan Leo menjadi sangat bersalah. Tentu saja saat ini Laura bukan lagi seorang gurunya dan dirinya tidak bisa menyebut Laura sebagai ibu. Apalagi hubungan mereka sudah jauh ke tahap yang lebih serius.
“Laura kamu bukan lagi guruku.”
Laura yang mendengar hal tersebut langsung tertawa. Berbeda dengan Leo yang merasa sedih mendengarnya. Ia menundukkan kepalanya merasa sangat bersalah. Entah kesalahan seperti apa saja yang telah Ia perbuat, akan tetapi ini sangat fatal.
“Aku tahu, aku hanya sedang bercanda.”
Leo tersenyum tipis dan kemudian menjentik kening Laura dan kemudian mengecupnya. Laura sangat marah dan bahkan pura-pura merajuk. Dan ekspresi Laura yang seperti itu malah membuat Leo semakin gemas kepadanya.
“Lucunya pacar Leo. Leo emang benar-benar laki-laki beruntung. Apalagi sebentar lagi akan tamat dan akan menikahi ibu guru Laura. Tenang saja biaya kuliah ibu guru Laura, Leo yang akan menanggungnya.”
Lasensasikejut mendengar ungkapan tersebut. Ia tidak pernah berharap bahwasanya Leo akan melakukan hal itu kepadanya. Biaya kuliahnya tentu saja tidak mahal dan apalagi Leo belum bekerja. Laki-laki itu ingin menikahinya, sementara itu Laura berpikir bagaimana laki-laki itu akan menafkahi dirinya.
“Jangan terlalu gegabah, kamu tahu apa yang saat ini terjadi? Kenapa masih memanggilku ibu guru?”
__ADS_1
Leo menarik nafas panjang. Anggap saja itu adalah ungkapan sayangnya kepada Laura. Apalagi menikahi gurunya sendiri adalah sebuah sensasi yang tidak pernah ia bayangkan.
“Memangnya kenapa? Apakah salah jika memanggil seperti itu? Kan Ibu guru Laura pernah menjadi gurunya Leo? Selamanya akan tetap menjadi gurunya Leo.”
Laura menarik nafas panjang. Ia menundukkan kepalanya dan tersenyum malu. Apa yang saat ini terjadi adalah sesuatu yang begitu memalukan.
“Ingin menikahiku ya? Tapi tidak segampang itu, masih banyak ritual yang harus kamu lalui dulu.”
Leo mengangkat satu alisnya. Ritual semacam apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan Laura. Apapun ritualnya ia akan tetap menjalankannya karena hadiahnya adalah mendapatkan Laura. Sebuah hadiah yang tidak bisa terhitung nilainya.
“Ritual? Ritual seperti apa? Lihat saja aku pasti bisa menaklukkan ritual itu.”
Leo menarik nafas panjang dan apa yang dikatakan oleh Laura benar juga. Ia tidak bisa berbuat apapun dan terpaksa harus mencari pekerjaan terlebih dahulu karena ia yakin bisa menaklukkan ritual yang dimaksud oleh Laura.
••••••
Leo pulang ke rumahnya dan melihat Nisa yang saat ini tengah bermain dengan kucingnya. Entah kenapa wanita itu begitu hobi bermain dengan kucing yang begitu jelek tersebut.
Ia duduk di samping Nisa, Nisa yang melihat kedatangan pria itu merasa malu dan menundukkan kepalanya. Tapi ia tetap bersikap normal seperti biasanya.
__ADS_1
“Lo tau nggak Sa kalau gue lagi bahagia?” Nisa menaikkan satu alisnya.
“Kenapa emangnya lo?”
“Lo pikir kira-kira cepat nggak kalau misalnya gue nikah muda?”
Nisa tentu sangat terkejut mendengar keinginan Leo tersebut. Keinginan yang luar biasa sekaligus melukai hatinya, apakah Leo telah menemukan tambatan hatinya? Tentu saja, orang yang bernama Laura itu adalah membuat hati Leo yang dingin telah berubah.
“Untuk apa nikah muda?”
“Biar bisa mengikat Ibu Laura.”
Nisa diam-diam merasa sedih dan hampir menangis ketika mendengar hal tersebut. Apakah ia bisa merelakan Leo? Tapi rasanya entah kenapa ini sangat sulit bagi dirinya sehingga wanita itu tidak mampu berkata-kata lagi untuk menanggapi ucapan Leo.
•••••••
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1