
Setelah selesai melakukan negosiasi dan mengganti rugi serta penjelasan dari dua pihak akhirnya masalah itu selesai juga. Leo sangat senang bisa menjelaskan kepada semua orang walaupun orang tuanya terutama sang ayah masih tidak mempercayai dirinya Karena tahu betul bagaimana perangai anak itu. Tapi Leo benar-benar tidak mengetahui kejadian tersebut dan ada orang yang memfitnah dirinya.
Akibat dari kesalahpahaman tersebut menghasilkan dampak yang luar biasa dan di pandangan masyarakat menjadi buruk. Serta kerugian lainnya yang dihasilkan adalah banyak dari siswa dan juga pelajar dari sekolah seberang yang terluka. Sungguh sangat disayangkan hal tersebut bisa terjadi.
Laura selaku guru BK memang merasa sangat tidak becus. Ia tidak bisa menghentikan pereklahian itu hingga membuat beberapa siswa terluka. Tapi di sisi lain itu bukanlah salah dirinya, wajar saja jika ia tidak mampu menghentikan semua itu. Laura menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. Wakatu semakin kejam tapi inilah dampak yang harus diterima.
Laura menarik nafas panjang. Ia pun datang untuk menemui Leo yang tengah menyendiri setelah dimarahi oleh sang ayah. Padahal kenyataannya Leo sama sekali tidak bersalah, maka dari itu ia tahu betul apa yang di tengah dirasakan oleh laki-laki tersebut. Ia datang untuk memberikan semangat kepada laki-laki itu.
“Bagaimana keadaan mu?”
Leo yang tengah menatap danau di depannya yang ada di belakang sekolah lantas menolehkan kepalanya. Ia tersenyum melihat orang itu adalah Laura. Kemudian ia bangkit dan memeluk tubuh Laura. Laura juga tidak kuasa untuk menolak hal tersebut, ia lantas membalas pelukan itu.
Lihatlah anak ini sudah begitu dewasa, tapi sanggup mengemban dunia yang sangat kejam untuknya. Katakan saja bahwa dirinya bangga dengan hal tersebut. Leo memang orang yang hebat dan ia salah telah meremehkan laki-laki itu.
“Aku baik-baik saja selama ada ibu Laura! Ibu apakah ku datang kemari untuk memarahiku?”
Laura menarik nafas panjang dan melepaskan pelukan tersebut. Ia memandang ke arah danau yang menjadi tempat favorit Leo. Senyum di wajahnya yang datar lantas membuatnya ikut bahagia.
Apakah Laura memahami dirinya dan tidak seperti orang lain yang terus menyalahkan dirinya. Sebenarnya Leo tidak peduli dengan tanggapan orang lain selain Laura. Jika Laura senang melihat dirinya dan tidak menyalahkan ia maka Leo sudah menganggap bahwa hidupnya sangat sempurna.
“Tidak tahu entah angin apa yang sebenarnya terjadi. Tapi gue seneng banget.”
Laura menarik nafas panjang. Walau kali ini ia berada di pihak Leo, Tapi tetap saja ia tidak sebaik itu pada Leo. Bakal ada hukuman yang akan diberikan kepada laki-laki tersebut karena ikut juga tawuran.
“Tidak segampang itu untuk lepas dari hukuman.” Kemudian, Laura menang negara Leo yang terkejut mendengar hal tersebut. Ia pun diam-diam tersenyum mengejek laki-laki itu. Sengaja Ia melakukan permainan itu agar membuat Leo permainkan olehnya.
“Lah, tadi katanya udah baikan dan sudah paham sebenarnya apa yang terjadi bukan menyalahkan orang lain.”
__ADS_1
Laura menarik nafas panjang. Apakah pria itu tidak mendengar ucapannya. Padahal dengan jelas ia mengatakan bahwa Leo dihukum karena ia juga turut ikut dalam tawuran tersebut dan melukai beberapa orang tentunya ia harus bertanggung jawab dengan semua itu.
“Tidak mendengar apa yang aku katakan?” Sontak sangsung terdiam ketika melihat wajah Laura yang berubah, setelah memikirkan apa yang membuat Laura marah kepadanya barulah beliau menyadari bahwa ia juga ikut turun dalam tawuran tersebut sehingga mendapatkan hukuman.
Leo terpaksa harus memasang wajah memelas Dan memandang ke arah memohon ampun. Jarang sekali Leo ingin merendahkan harga dirinya di depan orang lain, hanya di depan Laura ia seperti ini.
“Ibu, mengingat hubungan kita yang sebagai mantan apakah Ibu tidak peduli dengan semua ini?” Laura semakin sebal dengan laki-laki tersebut. Ia menarik nafas panjang dan kemudian meninggalkan Leo di danau sendirian.
“Ingat apa yang aku katakan ini, jangan lupa ke lapangan dan berjemur.”
“Hm!” Leo memandang karo Laura yang hendak pergi kemudian Ia berlari mencegat jalan wanita tersebut. Laura lantas mengangkat satu alisnya bingung, ia menyingkirkan Leo tapi tidak bisa.
“Apalagi?”
Kemudian kejadian yang tidak terduga adalah Leo kembali memeluk dirinya. Lalu pria tersebut juga mencium keningnya dan pipinya serta bibirnya sekilas mereka sudah tampak seperti orang yang tengah berpacaran, tapi nyatanya mereka tidak memiliki hubungan apapun. Laura lantas meninggalkan tempat tersebut dan tidak menyadari bahwasanya ada orang yang memotret kejadian itu.
•••••••
Berciuman di sekolahan dan di negara ini tentu saja hal tersebut masih menjadi hal yang tabu, maka dari itu ia tidak bisa bersikap seenaknya saja. Orang-orang menganggap bahwa ialah yang telah melecehkan ibu guru Laura mengingat semua orang juga mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dan Laura. Leo terus mengejar Laura Itu adalah sebuah fakta yang tidak bisa dihilangkan dari sekolah ini.
“Demi apa Lo berani banget cium ini Laura! Yang benar aja lo!” teriak Alex frustasi dan tidak terima melihat foto tersebut. Bukan ia cemburu tapi hanya perasaannya saja yang seperti itu.
Naufal yang tengah menggigit bibirnya juga turut merasa heran dengan foto tersebut. Takkan Ia tidak menyangka bahwa Leo sangat berani. Tapi mengingat Leo sangat berani dan tidak memiliki etika tersebut barulah ia menyadari bahwa apa yang tidak bisa dilakukan oleh Leo? Pria itu mampu melakukan apapun yang ia inginkan.
“Ini benar-benar gila! Gue sendiri masih tidak menyangka!”
Sementara itu termenung di depan jendela. Tentunya hal ini akan membuat reputasi Laura semakin memburuk. Anda siapa yang telah memotret dirinya iya pasti akan mencari tahu kebenarannya dan kemudian memberikan pelajaran yang setimpal kepada orang tersebut. Berani sekali melanggar privasi yang dimiliki oleh orang lain.
__ADS_1
“Menurut kalian siapa yang telah memotret gue dan menyebarkannya?”
“Anak dari sekolah ini yang jelas! Tapi gue bakal bantu cari,” ucap Alex yang ingin membantu Leo.
Sementara itu di dalam kantor, Laura menjadi pembicaraan para guru dan beberapa guru lainnya geram dengan sikap Leo yang terlalu berani. Bahkan mereka menyuruh Laura agar bisa melaporkan kepada polisi untuk menindaklanjuti hal tersebut. Tapi nyatanya Laura sendiri tidak melawan ketika Leo melakukan itu dan Laura merasa bahagia ketika Leo menciumnya.
Jadi tidak mungkin ia akan menghianati laki-laki tersebut. Laura akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan Leo.
“Kalian berdiskusilah dengan kepala sekolah, lebih baik seperti apa untuk memberikan efek jera kepada Leo yang selalu saja lepas dari hukuman! Aku yakin banyak anak murid yang juga merasa tidak adil dan adanya standar ganda!” Laura pergi dari kantor dan ingin menyendiri. Sebenernya ia sangat malu tapi tidak bisa berbuat apapun ketika foto tersebut menyebar dengan begitu cepat.
Bahkan ia rasanya malu ketika ingin mengajar. Tapi karena kewajibannya sebagai guru maka ia tetap masuk ke dalam kelas walaupun mungkin anak kelas akan membicarakan dirinya. Tapi setidaknya Laura telah melakukan hal yang terbaik.
Laura masuk ke dalam kelas dan melihat anak-anak yang menutup kerah dirinya dengan pandangan yang memiliki arti. Cara menundukkan kepalanya dan kemudian fokus untuk memberikan pelajaran kepada mereka semua. Anak murid yang sangat senang dirinya memberikan support kepadanya, Laura tidak menyangkal kejadian seperti ini akan ada di dalam hidupnya.
“Ibu, kalau tidak senang ayah saya adalah seorang pengacara dan mungkin saja bisa membantu ibu!”
Laura yang baru saja memberikan latihan tersebut menatap ke arah murid itu dan kemudian memberikan senyum.
“Terima kasih Dewi, tapi ini adalah saatnya ulangan dan bukan untuk membahas hal lain!”
Dewi menganggukan kepalanya dan paham dengan maksud gurunya tersebut. Lagipula salah dirinya berbicara di saat kelas lagi hening dan mengerjakan soal ulangan. Laura memperhatikan anak muridnya dengan seksama, ada berapa hal yang begitu membahagiakan diri kita melihat mereka sangat fokus mengerjakan ulangan tersebut. Sementara dirinya tidak bisa berbuat apapun selain tersenyum menutupi kepedihan setelah orang-orang bersimpati kepadanya dan menganggap bahwasanya Leo adalah orang yang jahat.
“Kenapa kau terlalu bodoh sehingga melakukan semua itu di depan umum apalagi di sekolah.” Laura berbicara pada batinnya sendiri dan merutuki sikap Leo tersebut. Bagaimana jika ibunya akan mengetahui?
••••••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.