Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 52


__ADS_3

Setelah sekian lama menjalani KKN nya di negeri orang akhirnya Laura berkesempatan untuk pulang. Apalagi Laura begitu sangat merindukan rumahnya dan tidak sabar bertemu dengan orang tuanya yang sudah berpisah cukup lama dengannya. Laura menarik nafas panjang dan menatap ke arah bandara dengan pandangan kosong.


Meskipun dirinya begitu bahagia akan pulang ke Indonesia lagi akan tetapi masih ada yang kurang di dalam hatinya. Tidak bisa dipungkiri bahwa ia sangat merindukan Leo. Ia ingin bertemu laki-laki tersebut dan segera terbang ke Amerika Serikat akan tetapi ia sadar bahwa dirinya harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.


Sampai sekarang ia tidak mendapatkan kabar bagaimana keadaan Leo. Orang tuanya juga tidak ingin memberitahukan bagaimana keadaan lalu kepada dirinya karena mereka ingin Laura lebih fokus lagi untuk menjalankan kkn-nya tanpa ada dipikiran. Memang pada saat itu Laura bisa menahan semuanya dan pada akhirnya ia sudah tidak mampu menahan rasa rindunya lagi dan ingin cepat-cepat pulang.


“Sampai sekarang kamu masih kepikiran juga? Nggak papa, dia pasti baik-baik aja. Kamu tidak perlu khawatir tentang itu, apalagi dia adalah orang yang kuat. Aku yakin banget kalau dia misalnya pasti bisa sembuh,” ucap salah satu temannya yang ia dapatkan di Thailand dan sekarang sedang mengantarnya ke bandara.


Ia adalah orang yang begitu mengetahui bagaimana masalah kehidupan Laura. Laura selalu menceritakan masalahnya kepada orang tersebut karena ia tidak ingin terbebani.


Laura menganggukkan kepalanya. Ia harus bisa membuat orang lain merasa lebih nyaman bersama dengan dirinya. Sekarang ia telah melakukan KKN di Thailand dan rasanya ia sudah lega karena telah menyelesaikan beberapa tugas kuliahnya.


Wanita itu melambaikan tangannya memberi salam perpisahan kepada temannya yang dari Thailand tersebut. Tidak disangka bahwa mereka akan berpisah dan rasanya baru bertemu kemarin. Orang-orang yang akan ditinggal pergi dirinya merasa sangat tidak rela. Mereka tahu bahwasanya orang-orang itu begitu baik kepada mereka dan bahkan Laura tidak pernah menyangka bahwa KKN nya kali ini berjalan dengan cukup sukses.


Harapan Laura satu-satunya yang bisa lulus dengan IPK yang cukup tinggi.


Tak lama pesawat pun akan mendarat. Laura tersenyum kepada setiap orang yang sedang menunggunya di dalam yang sedang menunggunya, yakn teman-temannya. Wanita itu menarik napas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan cara perlahan. Hal itu terus lakukan karena dadanya yang berdetak dengan kencang. Tidak biasanya ia seperti ini dan Laura tidak tahu kenapa kali ini ia begitu gugup.


“Tenang saja Laura, tidak usah dibawa terlalu gugup.”


Laura menganggukkan kepalanya. Wanita itu menatap ke arah luar jendela pesawat sambil meratapi kesedihan. Leo, entah bagaimana kak Dani sekarang dan ia tidak mengetahui apakah laki-laki tersebut sudah sadarkan diri atau tidak. Jalan satu-satunya adalah ia bisa pulang secepatnya ke rumah dan bertanya kepada orang tuanya yang tidak ingin memberitahukannya itu.


“Aku tidak mengerti kenapa mereka berusaha untuk merahasiakannya dari ku. Apakah mereka tidak ingin aku bersedih? Justru dengan aku tidak mengetahui apapun aku semakin sedih.”


“Masih aja lo pikirin itu,” Saud Anwar yang tidak sengaja mendengar ucapan Laura tersebut.

__ADS_1


Laura menundukkan kepalanya. Ia memang orang yang paling aneh dan tidak tahu diri. Wajar saja jika ia dianggap orang yang aneh oleh teman-temannya tersebut.


“Gimana aku nggak mikirin? Aku selalu saja kepikiran dan ingin cepat pulang ke rumah.”


“bahasa lo baku gitu.”


“Sudah ah, capek gue ngomong sama lo.”


Anwar yang mendengar tersebut hanya terkekang. Ini yang ya ingin dengar dari Laura. Semoga saja Laura sadar bahwa dirinya terlalu larut dalam kesedihan adalah hal yang tidak baik.


Laura memang sempat menjadi beban di team nya. Tapi untungnya dirinya memiliki teman-teman yang begitu baik dan membantu Laura untuk keluar dari masalahnya. Karena peran Laura di tim mereka juga cukup penting. Laura tergolong murid yang berprestasi dan memiliki pengetahuan yang lebih dari mereka.


••••••


Laura tersenyum lebar melihat rumahnya yang sudah ada di depan matanya. Ia berlari dengan sangat kencang dan memeluk ibunya yang sedang menonton TV. Ibunya sempat kaget karena tiba-tiba seseorang memeluk dirinya dan menyangka bahwa itu adalah orang jahat. Namun ketika sudah mengetahui bahwa itu adalah anaknya Ia hanya bisa menghela nafas cukup panjang.


Tapi untungnya dia masih bisa bersabar karena orang yang ada di depannya adalah anak yang paling ia cintai Apalagi itu adalah anak satu-satunya. Laura kemudian membawa barang-barangnya masuk ke dalam rumah.


“Kenapa sampai tidak memberitahu mama?”


“Mama aj gak nungguin di bandara. “


“Emang kamu nggak bisa pulang sendiri? Biasanya aja pulang sendiri.”


“Mama nggak kangen sama anaknya?” tanya Laura dengan wajah cemburu karena ibunya sama sekali tidak mempedulikan kedatangannya seolah-olah itu adalah hal yang biasa. Padahal mereka sudah tidak bertemu dengan cukup lama. Kenapa rasanya ibunya sama sekali tidak peduli dengan kehadirannya.

__ADS_1


“kangen lah, setiap hari Mama selalu mikirin kamu. Gimana nggak kangen coba, kamu nggak usah berpikir yang aneh-aneh dulu deh. Mama nggak jemput kamu bukan berarti mama nggak menyukai kamu.”


Laura menganggukan kepalanya mengerti. Ia paham apa yang sedang dipikirkan oleh ibunya tersebut. Laura menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya secara perlahan. Masih banyak yang ia ingin tanyakan. Laura menundukkan kepalanya dan sedikit tertawa untuk mencairkan suasana.


“Mama, apakah mama mendapatkan kabar dari Leo?”


Mamanya sendiri sudah menikah bahwa anaknya akan bertanya hal itu. Ia menganggukan kepalanya dan meminta agar Laura lebih dekat lagi duduk bersamanya. Kemudian tidak lama terdengar helaan nafas dari sang ibu yang cukup panjang sebelum memulai ceritanya.


“Seperti yang kamu tahu kalau sekarang dia sedang dirawat di Amerika Serikat. Cederanya cukup serius dan bahkan dia harus kehilangan ingatannya. Maka dari itu orang tuanya membawanya ke Amerika Serikat untuk melakukan pemulihan yang lebih efektif lagi.”


Laura ternganga. Apakah benar yang dikatakan oleh ibunya tersebut? Itu artinya Leo sudah tidak mengetahui hubungannya bersama dengan Laura? Tidak, Laura tidak bisa membayangkan hal itu akan terjadi dalam hidupnya. Apalagi ya begitu mencintai Leo dan tidak bisa berpisah dengan laki-laki tersebut namun setelah kejadian ini lalu tidak mengingat dirinya sama sekali.


Laura langsung meneteskan air matanya, namun ketika ia menyadari bahwa dirinya Tengah menangis di depan ibunya ia langsung menyukai air mata tersebut. Wanita itu tertawa untuk mencairkan suasana sebelum akhirnya ia benar-benar merasa sedih dan masuk ke dalam kamarnya.


Ibunya memperhatikan sarana yang begitu menyedihkan. Perasaannya sangat sesak namun ini sudah menjadi takdir dirinya. Laura mengepalkan tangannya dan menutup pintu.


Setelah itu dia ntar duduk di depan pintu sambil menggigit bibirnya. Air mata yang dari tadi dia berusaha tahan akhirnya keluar begitu saja. Laura sudah tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya yang begitu sangat dalam. Wanita itu hanya terkait yang mana tahu akan kehidupan yang begitu malang.


“Laura, dirimu memanglah orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Sekarang kamu akan kehilangan orang yang begitu mencintaimu. Jika aku tahu akan terjadi masalah seperti ini maka aku tidak akan memintamu untuk menjemput lu. Aku bisa pulang sendiri dan tidak harus mengorbankan dirimu. Sudah terjadi seperti ini aku yang merasa sangat bersalah. Bahkan aku tidak ada di sisimu sekarang.”


Laura menyeka air matanya dan kemudian menarik nafas panjang. Ia harus menghubungi ibunya Leo untuk bertanya kondisi laki-laki tersebut.


••••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2