Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 54


__ADS_3

Laura dan Leo terlihat gat canggung seperti mereka tidak saling mengenal. Sebenarnya Laura yang berusaha untuk mendekati Leo namun Leo yang telah kehilangan ingatannya tersebut merasa sedikit tidak nyaman. Fakta tersebut membuat Laura hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah.


Wanita itu mencoba untuk melayani Leo namun respon laki-laki tersebut hanya seperti menganggapnya orang asing. Laura menatap ruangan ini dengan pandangan kosong. Hatinya terasa ngilu dengan keadaan yang benar-benar menyakiti dirinya tersebut.


Tapi mau membantah seperti apa lagi, semuanya telah terjadi dan Laura hanya bisa memesan penyesalan. Andai saja dia tidak meminta Leo untuk menjemputnya mungkin kejadian seperti ini tidak akan ada. Laura kemudian menatap ke arah Jenar manisnya yang terdapat cincin tunangan yang disematkan langsung oleh pria itu. Setiap kl mengingatnya perasaannya menjadi campur aduk dan rasanya hendak menangis.


“Leo, bagaimana apakah kau baik-baik saja?” tanya wanita itu sengaja untuk mengalihkan perasaannya yang begitu sedih.


“Ya aku baik-baik saja, Kau tidak perlu khawatir denganku. Ada Nisa dan ibuku yang merawatku.”


Laura mengagukkan kepalanya karena merasa dirinya tidak dihargai sama sekali oleh laki-laki tersebut dan hanya dianggap seperti orang asing dalam hidup laki-laki itu. Begitu mengenaskannya kisah kehidupannya, Laura pikir ini adalah kisah yang paling tragis pernah dialami olehnya, seperti di novel-novel saja.


“Jika mu merasa tidak nyaman tidak apa-apa pergi dari sini. Aku juga tidak masalah karenaasih banyak yang akan menjaga ku.”


“Leo, apa yang kau katakan?’ tanya Laura tidak mengerti. Justru dia sangat merasa senang jika menjaga pria itu dari pada pergi ke luar sana tanpa melakukan apapun. Mengetahui bahwa sebenarnya Leo tidak menyukai kehadirannya membuat dadanya terhenyak.


“Justru Aku sangat merasa senang jika bersama-sama denganmu. Kenapa kau seolah-olah tengah mengusir ku.”


“Mungkin karena tidak terbiasa dengan orang baru.”


“Orang baru?” Tanpa sadar ia telah meneteskan air matanya dan Laura hanya bisa tertawa dengan nasibnya yang sama sekali tidak dianggap. “Jadi selama ini kau hanya menganggap ku sebagai orang baru? Apa maksud dari perkataan mu itu? Apakah kamu bisa mempertanggung jawabkannya? Leo aku adalah kekasih mu dan kita telah melakukan banyak hal bersama.”


“Itu masa lalu.”


Laura lantas keluar dari dalam kamar itu namun tidak terlihat terlalu marah dan hanya memberikan senyum tipis yang menandakan bahwa dirinya adalah manusia kuat. Mungkin terlihat kuat dari luar, tapi nyatanya hatinya sama sekali tidak bisa menerima kenyataan itu. Hanya ada senyum pahit setelahnya.


“Apakah dia sama sekali tidak mengingat hubungan kita di masa lalu? Betapa menyedihkannya aku, semua ini salahku.”

__ADS_1


Kebetulan Nisa datang sedang membawa pakaian baru untuknya. Setiap hari ia harus menjaga Leo di sini dan menggantikan orang tua Leo. Sementara itu Laura sangat merasa iri dengan Nisa. Tapi ya berusaha untuk menyimpan rasa irinya tersebut.


“Laura, aku mengerti dengan perasaanmu saat ini. Tapi aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu.” Aulia menetapkan Nisa yang terlihat jelas Ia juga menginginkan hubungan dengan Leo. Akan tetapi Leo juga sudah tidak mengingat apapun di masa lalu pastinya berkemungkinan ia menjalin hubungan dengan Nisa. Dulu Nisa yang merasa iri dengan Laura namun sekarang keadaan sudah berubah menjadi terbalik.


“Aku tahu. Kamu juga tidak menginginkan hubungan seperti itu. Tidak usah berpikir panjang lagi, aku akan pergi dan jaga dia untukku. Tapi aku tidak akan pernah menyerah dan mencoba untuk berjuang kembali mendapatkan ingatan Leo.” Nisa yang mendengar hal tersebut menundukkan kepalanya. Ada baiknya juga jika Leo mengingat masa lalu namun tidak berdampak baik untuk dirinya.


“Aku harap dia terus bersamaku seperti ini, apakah keinginanku salah? Aku harap aku tidak merasa salah sama sekali dan apa yang aku lakukan ini adalah suatu hal yang sangat normal.”


Nisa meneteskan air matanya. Keduanya sama-sama merasa sangat sedih akan cintanya kepada Leo. Sementara itu Leo tidak mengetahui apapun apalagi ia telah kehilangan ingatannya yang ia tahu hanyalah bagaimana caranya untuk mengingat sesuatu yang sudah ia lupakan.


•••••••


“Lo ngerasa nggak kalau ada yang aneh sama gue akhir-akhir ini? Gue kayak ngerasa merindukan seseorang. Tapi gue sama sekali nggak tahu siapa yang gue rindukan. Apakah benar Laura memang memiliki hubungan dengan gue?”


Nisa menatap ke arah Leo dengan pandangan tajam. Terlihat tangannya di bawah sana terkepal begitu keras yang menandakan bahwa dirinya benar-benar memendam amarah yang luar biasa. Kemudian wanita itu berusaha untuk tersenyum dan meneladani ucapan Leo.


Ketika Leo mengetahui hal tersebut pasti akan membenci Nisa sampai kapanpun dan tidak pernah menyangka bahwa wanita itu yang sangat ia percaya dari kecil bisa berbuat hal semacam itu kepadanya. Pada kenyataannya Nisa telah mengatur semua ini dan berpura-pura di depan Laura bahwa ia Tengah mendukung hubungan Laura dengan Leo.


“Nggak tahu Apa yang sebenarnya terjadi. Kayaknya gue bakal berusaha untuk mendapatkan ingatan gue. Apalagi hidup kayak gini nggak enak.”


“Dokter sudah bilang kalau berusaha untuk mengingat masa lalu akan berdampak buruk pada saraf otak lo. Mending lo nggak usah mengingat apapun, serahkan saja semuanya kepada Tuhan dan memulai hidup baru. Apalagi lo pasti akan marah kalau tahu sebenarnya orang yang ngebuat lo sama kayak gini adalah Laura.”


Leo membelalakkan matanya. Benarkah Laura yang membuat dirinya sampai kecelakaan seperti ini? Ia benar-benar tidak menyangka dengan Laura.


“Kayaknya tuh cewek emang licik banget.”


“Bukan kayaknya lagi tapi banget.”

__ADS_1


Leo menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya perlahan. Terlihat jelas wajahnya sangat marah namun ia berusaha semaksimal mungkin menahan amarah itu.


••••••


Sedangkan Laura tengah menangis di dalam toilet. Ia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa Leo sudah tidak mengingatnya dan malah menganggap dirinya sebagai orang asing. Laura tidak pernah sanggup dan dia tidak siap, tapi apa boleh buat semuanya terpaksa ia lakukan dan harus melupakan Leo. Itu mungkin adalah cara tbauj untuk kabur dari rasa sakit hati. Tapi itu tandanya ia menyerah begitu saja ketika banyak kesempatan untuk ia berjuang kembali.


Entahlah Lara bingung dengan dirinya sendiri. Isakan tangis yang keluar dari mulutnya begitu menyedihkan dan siapapun yang mendengarnya pasti merasakan kasian. Laura harus apa? Apakah dirinya harus mengikhlaskan Leo atau berjuang kembali?


“Tidak, Laura. Kamu bukanlah orang yang lemah. Kamu adalah orang yang hebat dan penuh dengan tanggung jawab. Kamu pasti akan mendapatkan yang terbaik dan memiliki orang yang sangat peduli dengan mu yang masih mau membantu mu. Ingatkah perjuangan Leo pada saat berusaha untuk mendapatkan mu? Dia tidak melakukannya begitu saja dan penuh dengan keberanian demi diri mu. Masa lalu harus berhenti di tengah jalan?” Laura kembali menasehti dirinya sendiri agar tidak menyerah d saat ia sedang terpuruk seperti ini.


Laura menghapus air matanya dan kemudian menatap ke dalam kaca yang ada di depannya. Ia kembali berlatih tersenyum. Ia harus bisa membuat orang lain percaya kepada dirinya bahwa ia baik-baik saja dan tidak pernah menyerah sama sekali. Laura adalah orang yang tangguh tidak akan mungkin menyerah.


“Leo aku akan datang untuk berjuang mendapatkanmu. Tidak peduli bagaimana responmu nanti tapi aku akan terus mengejarmu.”


Laura lantas mencuci wajahnya terlebih dahulu dan kemudian keluar dari dalam toilet. Tatapannya begitu sangat yakin, setelah itu wanita tersebut menutup pintu kamar mandinya dan hendak kembali untuk menemui Leo. Kalau boleh ya berusaha untuk menjauhkan dirinya tapi ia akan terus datang meneror laki-laki itu.


Laura juga berencana ingin membawa Leo ke tempat yang pernah ia kunjungi dan mengingat kembali masa lalunya. Meskipun lewat tidak bisa mengingat masa lalunya kembali maka ia akan berusaha untuk menjadi masa depan Leo dengan cara memaksakan diri dan mengejar laki-laki tersebut. Sebut saja ia sedang berjuang dari nol.


Laura mengetuk pintu. Ia tidak terlalu jelas mendengar percakapan antara Nisa dan Leo yang terdengar saling beradu mulut. Entah apa yang terjadi di dalam sana namun Laura cukup panik. Karena ketukan pintunya telah membuat mereka berhenti berkelahiran kemudian membuka pintu sehingga Nisa yang membukakan pintu untuknya terkejut melihat Laura ada di depan pintu.


"Ada apa dengan kalian? Kenapa aku merasa jika kalian sedang bertengkar? Apa yang sebenarnya kalian lakukan?”


••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2