Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 6


__ADS_3

Leo berjalan dengan gontai menuju ke kelasnya. Langkahnya yang lemah dan wajahnya yang sedih tidak seperti biasanya membuat orang-orang yang berpapasan dengannya keheranan. Kejadian semacam itu sangatlah langka dan tentunya menjadi gosip yang hangat di sekolah.


Bahkan gosip kedatangan orang tua Leo ke sekolah pun menyebar dengan cepat sehingga laki-laki itu menjadi topik hangat di kalangan para siswa.


Laki-laki itu tidak peduli orang-orang mau mengatakan dirinya seperti apa. Ia sudah biasa ditatap dengan sebelah mata oleh orang-orang dan tentunya ini bukan kali pertamanya sehingga ia tidak merasa sedih dengan hal tersebut. Para siswa yang bodoh itu yang tidak mengetahui tapi ingin sok tahu mengatakan jika Leo menangis karena dimarahi oleh ibunya dan kepala sekolah. Padahal tidak sama sekali seperti itu kenyataannya.


Kaum penggosip dan si bodoh yang mempercayainya. Sebuah keserasian yang tidak bisa dilepaskan.


“Lo serius kalau si Leo lagi sedih? Sumpah dia anak mama juga. Dia mah sok jagoan ditegur dikit aja udah ketakutan. Dih sumpah cupu banget dia,” ucap anak IPS sok jagoan itu. Tapi kenyataannya tidak ada yang berani melawan Leo.


“Lo liat tuh wajahnya! Kayak habis nangis dimarahin, dia mah dari dulu emang menang gaya doang. Sok-sokan berani!!”


“Woi! Kenapa lo! Sok jagoan!” Leo memandang ke arah anak IPS tersebut dengan tatapan tajam.


Tentunya tatapan Leo yang begitu mematikan karena memiliki mata yang cukup antagonis membuat orang lain merasa terintimidasi olehnya. Bahkan ia menjadi penguasa di sekolah ini. Para haters Leo banyak yang berdatangan dari para kaum pria sementara itu orang yang memujanya adalah kaum wanita.


Mereka selalu terpesona dengan penampilan Leo. Lihatlah sekarang pria itu berpenampilan dengan ular-uraikan baju sekolah dikeluarkan lalu dasi yang hanya dikalungkan di leher namun tidak dikenakan dan rambut yang panjang tidak dipotong sehingga menutupi keningnya dan tidak disisir sama sekali sehingga tampak berantakan.


Justru penampilannya seperti itulah mampu menarik kaum hawa berteriak kencang menyebut namanya.


“Kenapa lo! Kalah ganteng sama kalah adu jatos mending diem! Gue nggak butuh teriakan kalian!” Mendengar hal tersebut menjadi tersinggung.


Anak IPS yang bernama Lukas langsung naik pitam dan mendorong orang-orang yang menghalangi jalannya untuk mencapai Leo. Leo dengan santainya dan mengeluarkan satu lidahnya menyapu bibirnya seraya menunggu laki-laki tersebut sampai di depannya.


Tangannya dilipat dan ia pun memperhatikan Lukas yang menunjukkan aksi hebatnya di depan para siswa dan siswi agar diakui sebagai orang yang jagoan.


“Lo cuman anak ingusan! Berani-beraninya lo nantangin gue!”

__ADS_1


“Coba lu lawan anak ingusan ini! Untuk membuktikan siapa yang sebenarnya ingusan, lo atau gue! Tapi ingat jangan nangis!” ucap Leo dan mengangkat satu sudut bibirnya membentuk senyum miring membuat Lukas semakin panas.


“Anjing lo!!!” teriak Lukas tidak terima dan kemudian memukul wajah Leo.


Leo mundur beberapa langkah dan memegang pipinya yang bekas ditinjau oleh Lukas. Kemudian ia menjilat sudut bibirnya dan tertawa dengan cukup mengerikan.


“Segini doang kekuatan lo? Dasar lemah!” Leo pun membuang pandangannya dan kemudian secara mengejutkan ia membalas tinjuan ke wajah luka sehingga membuat pria itu tersungkur ke lantai.


Lukas menyentuh hidungnya yang mengeluarkan darah. Ia pun sangat emosi dan memastikan bahwa dirinya pasti bisa mengalahkan pria itu lalu menghilangkan kesombongan yang ada pada diri laki-laki tersebut.


“Ayo berdiri dong kalau lo jagoan!”


Sementara itu anak murid berkeliling mengelilingi pertempuran tersebut dan bahkan sampai melakukan taruhan. Hal itu membuat heboh satu sekolah.


Lukas berdiri dengan sisa tenaganya. Kemudian Ia pun menyiapkan ancang-ancang untuk memukul Leo. Leo menarik nafas panjang dan ia pun menyiapkan ancang-ancang untuk melawan Lukas.


Leo tidak tinggal diam dan ia berusaha membuka kuncian yang dilakukan oleh Lukas. Lukas pun menguatkan pertahanannya.


Leo menarik nafas dan kemudian berusaha membalikkan tubuh luka sehingga pria itu yang ada di bawahnya dan kemudian ia memukuli wajah Lukas dengan kencang hingga memeluk menyemburkan darah ke baju putih yang dikenakan oleh Leo.


Para guru yang mendengar perkelahian tersebut sangat panik dan segera membubarkan para siswa di situ. Laura yang ingin menenangkan diri namun ketika mendengar perkelahian Lukas dan Leo Ia pun tidak bisa tinggal diam dan memisahkan mereka semua.


Laura yang ada di sana membubarkan para murid yang berkerumun dan mengambil uang taruhan yang dilakukan oleh para siswa. Sementara itu guru lainnya membantu Laura untuk membubarkan para siswa tersebut hingga Laura dengan berani menarik baju Leo yang sedang memukuli Lukas hingga membuat pria itu lemas dan hampir sekarat.


Laura sangat emosi makanya ia menarik baju Leo dengan sangat kasar dan keras. Leo yang 100% dipenuhi dengan amarah tidak menyadari bahwa orang yang menarik dirinya itu adalah Laura sehingga ia berteriak dan hendak memukul Laura.


Tapi saat melihat wajah orang yang begitu berani menatapnya membuatnya langsung menurunkan tangan. Mata Laura benar-benar terapi-api dan kali ini ia tidak bisa memanfaatkan pria itu lagi walaupun dia adalah anak dari pemilik sekolah tersebut. Tapi apa yang dilakukan oleh Leo benar-benar keterlaluan.

__ADS_1


Plakk


“APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA TEMANMU! KAU BARU SAJA INGIN MEMBUNUH ORANG! APA YANG KAU PIKIRKAN SAAT MEMUKULINYA! APAKAH KAU SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI OTAK?!”


Laura memang benar-benar tidak mampu menahan emosinya lagi. Bahkan ia menampar dengan sekuat tenaga pipi Leo yang sama sekali tidak pernah ditampar oleh orang tuanya.


Tentu saja ia merasa tidak terima karena dirinya disalahkan padahal orang yang pertama kali mencari masalah adalah Lukas.


“KENAPA GUE YANG HARUS DIMARAHIN! GUE JUGA DIPUKULIN! LIHAT INI WAJAH GUE LIHAT! INI PIPI GUE JUGA BABAK BELUR DIPUKULI DIA CUMAN KALIAN YANG TIDAK MELIHAT GUE DIPUKULIN! JADI KENAPA GUE YANG DISALAHIN?!! DIA YANG MEMULAINYA DULUAN BUKAN GUE! LIHAT DIA, DIA DIBAWA KE UKS SEDANGKAN GUE YANG BABAK BELUR BEGINI YANG LUKA-LUKA SEPERTI INI!”


Leo berteriak kencang di depan Laura dan tidak peduli lagi siapa yang ada di depannya karena ia benar-benar kecewa. Ia pun meninggalkan Laura. Sementara itu Laura yang syok mendengar teriakan Leo di depannya terdiam.


Saat melihat Leo yang pergi begitu saja Ia pun mengejarnya karena laki-laki tersebut tidak akan bisa lepas dari hukum.


“KAMU MAU KE MANA! KAMU INI CUMAN MURID TAPI BERANI SEKALI BERTERIAK DI DEPAN GURUMU! CEPAT PERGI KE LAPANGAN DAN BERJEMUR SAMPAI PULANG!”


Naufal dan Alex yang ada di sana mengepalkan tangannya karena ia tidak bisa membantu Leo sahabat mereka.


Laura menghembuskan nafas kesal ketika melihat Leo yang tidak mendengarkannya dan seolah-olah tuli. Ia mengejar Leo dan kemudian menarik tangan laki-laki tersebut.


Leo marah dan menghempaskan tangan Laura lalu kemudian memberikan tatapan tajam kepada Laura.


“Jangan sentuh gue!”


•••••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2