Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 46


__ADS_3

Laura menatap ke arah Leo yang tengah malam dengan nekat mencoba mendatangi dirinya. Bahkan pria itu juga telah berhasil masuk ke dalam rumahnya. Laura hanya bisa menarik napas dengan panjang dan kemudian menghembuskannya dengan cara perlahan. Kenapa ia bisa memiliki seorang kekasih yang otaknya sedikit geser modelan Leo.


Hati benar-benar tidak bisa diprediksi akan berlabuh ke mana. Walaupun Leo jauh dari laki-laki impiannya akan tetapi pria itu adalah orang yang paling ia cintai seumur hidupnya dan Laura sampai yakin bahwa ia akan menjalani hari tua bersama dengan pria itu. Entah kapan pikirannya saat ini terlalu jauh.


Terkadang ia hanya bisa tersenyum melihat tingkah konyol laki-laki tersebut. Justru sisi humoris yang dimiliki oleh laki-laki itulah yang membuat dirinya terpesona. Laura menarik nafas panjang dan kemudian melambaikan tangannya membalas lambaian tangan Leo yang ada di bawah.


Ia menatap ke arah jam dinding dan hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat bahwa yang menunjukkan pukul 12.00 malam. Laura pun bergegas turun dari dan kemudian membuka pintu rumah dengan cara perlahan agar tidak membangunkan orang rumah. Apa yang dikatakan oleh ibunya nanti ketika ia dengan nekat keluar dari rumah demi menemui laki-laki tersebut, yang ada Restu yang sudah mereka kantongin akan hilang begitu saja.


Laura mempersiapkan mental terlebih dahulu dan kemudian menemui Leo yang berada di luar pagar. Laura melipat tangannya di dada seolah-olah tengah kenapa laki-laki tersebut dengan sinis bermaksud ingin mengintimidasi pria itu.


“Ada apa dengan otakmu itu? Sebenarnya otak gesrek mu itu diletakkan di mana? Kenapa kau tidak bisa sama sekali mengerti bahwa sekarang sudah tengah malam dan seharusnya kamu ada di rumah.” Leo hanya terkekeh mendengar omelan Laura yang menurutnya malah terdengar menggemaskan.


Laura lantas hanya bisa menarik nafas dengan sabar karena menghadapi laki-laki itu penuh dengan ekstra kesabaran. Kebetulan sekali ia telah mengetahui bagaimana sifat Leo yang sebenarnya. Seharusnya dia tidak kaget lagi melihat laki-laki itu begitu bodoh.


“Terserahmu saja, aku benar-benar muak untuk saat ini. Kenapa ada orang seperti mu.”


Leo makin lagi bermaksud untuk menggoda Laura. Terlihat laki-laki tersebut mengangkat satu alisnya yang terlihat sangat tampan. Setelah itu dia menundukkan kepalanya agar lebih sejajar dengan tinggi badan Laura. Laura hanya bisa terdiam karena menyadari bahwa tinggi badannya yang begitu pendek berbeda sekali dengan postur tubuh Leo. Pasti setelah ini pria itu bermaksud untuk mengejeknya hanya karena postur badannya.


“Muak kok dipacarin. Ih, iya lupa kamu kan masih anak kecil.” Benar dugaan Laura bawa laki-laki tersebut sengaja menggunakan postur badan untuk melawan dirinya. Akan tetapi sayangnya ia tidak akan menyerah, dirinya pasti bisa melawan laki-laki tersebut bagaimanapun caranya.


“Terlalu banyak berbicara sehingga terlalu yakin,” ucap Laura bermaksud untuk menyindir. Setelah itu pria tersebut kemudian memeluk tubuh Laura. Sengaja Ia datang tengah malam seperti ini hanya demi menemui wanita itu untuk memenuhi rasa rindunya yang begitu menggebu-gebu.

__ADS_1


Laura merasa nyaman untuk sesaat, setelah itu melepaskan pelukannya dengan Leo. Ia menarik nafas panjang dan menatap sini sekarang laki-laki itu kembali.


“Jawab kenapa harus tengah malam seperti ini? Bagaimana jika misalnya Mama melihat? Kamu mau tanggung jawab?” Dengan bodohnya laki-laki tersebut malah menganggukkan kepalanya.


Meskipun ada orang yang akan bertanggung jawab Tapi tetap saja Laura merasa takut dengan tatapan ibunya yang paling mengerikan sedunia ini sehingga ia akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh ibunya Karena rasa takutnya yang tidak bisa terobati tersebut. Anggap saja orang tuanya adalah musuh yang paling mengerikan.


Laura menarik nafas panjang. Kemudian ia meraih tangan pria itu dan menggenggamnya. Laki-laki tersebut begitu baik dengannya, jadi semua hal yang ia lakukan benar-benar demi kebaikan Laura.


“Apakah salah seorang pacar merindukan kekasihnya? Sekarang kekasihnya sudah ada di samping dan perasaan rindunya telah berhasil dicurahkan. Maka dari itu aku nekat datang ke sini untuk menemui mu.”


“Baiklah aku akan percaya dengan ucapan mu.” Laura menganggukkan kepalanya dan meletakkan kepalanya tersebut di pundak Leo.


••••••


Jadi kesimpulannya apakah itu benar-benar mimpi? Laura meletakkan kedua tangannya di kepala dan kemudian berusaha untuk mengingat kejadian sebelumnya. Ia merasa bahwasanya bertemu dengan Leo benar-benar terjadi. Laura menarik nafas panjang dan menghabiskannya perlahan, untuk apa yang memikirkan hal yang tidak berguna itu.


Laura pun keluar dari dalam kamarnya dan tiba-tiba melihat ayah dan ibunya yang telah duduk di ruang tamu sambil menatapnya dengan tatapan tajam. Laura yang baru bangun tidur tentunya tidak mengerti apapun. Tatapan yang diberikan oleh orang tuanya masih membuatnya bertanya-tanya.


Sebenarnya apa yang telah membuat orang tuanya tersebut tampak terlihat sangat marah seperti itu. Entah kenapa perasaan takut ini menggebu-gebu.


“Ada apa dengan kalian? Sepertinya kalian sedang marah.”

__ADS_1


“Sekarang kamu mengerti bahwa kami sedang marah? Dari mana saja kalian tadi malam?”


“Kalian?” tanya Laura dengan bingung.


“Ya, kau tertidur tadi malam sambil dibawa oleh Leo,” ucap sang Ibu dan barulah Laura teringat bahwa dirinya teringat bahwa ia tertidur di pundak Leo. Laura pun ternganga dan kemudian menatap ke arah ibunya memohon untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya. “Kamu ini anak gadis kenapa malam-malam bersama dengan pria? Meskipun tiada pacarmu tetap saja dia berbahaya, apakah sekarang dia lebih penting daripada orang tuamu ini? Kamu benar-benar tidak memikirkan perasaan orang tuamu sendiri.”


Laura hanya bisa menundukkan kepalanya dengan pasrah. Lagi pula sekarang ia tidak peduli lagi dengan hal tersebut. Hanya bisa duduk di samping ibunya sambil memohon permintaan maaf wanita itu. Laura memandang ke arahnya yang acuh tak acuh. Padahal ayahnya juga sangat menyukainya dengan Leo. Tapi kali ini tampaknya laki-laki itu tidak ingin membela Laura karena Laura jelas-jelas melakukan sebuah kesalahan.


“Laura apa yang kau lakukan? Kenapa bisa berbuat sampai seperti ini? Dasar pria itu mencari masalah saja,” dumel Laura dalam hatinya. Tampaknya wanita itu kali ini benar-benar sudah sangat lelah dengan masalah tersebut.


“Laura dengarkan apa yang ibumu katakan. Papa juga sangat membela hubungan kalian namun tidak dengan cara yang seperti ini. Kamu keluar malam justru membuat Papa juga merasa khawatir. Meskipun papa percaya kepada Leo akan tetapi seorang pria tidak bisa dipercaya. Papa berbicara seperti ini karena papa juga merupakan seorang pria dan paling mengerti dengan pemikiran seorang pria.”


Laura menganggukkan kepalanya. Ia juga tidak akan kemana-mana dan ia semalam hanya pergi di luar gerbang dan duduk berduaan bersama dengan Leo. Meskipun dengan Ia menceritakan kejadian sebenarnya bisa membuat amarah ibunya sedikit reda akan tetapi Laura tidak ingin mengatakannya.


“Baiklah Laura tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.” Wanita tersebut menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya perlahan.


Ia mencoba untuk meninggalkan ruang tamu dan membiarkan ibunya terlebih dahulu meredakan amarahnya dan barulah ia akan berbicara dengan wanita itu. Sementara sang Ibu masih berharap anaknya memohon ampun kepadanya. Tapi suaminya laki-laki membela Laura. Mau bagaimana lagi pada kenyataannya seorang ayah begitu mencintai putrinya melebihi seorang ibu.


•••••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2