Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 44


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat. Tidak disangka akhirnya Leo pun harus menjalankan perpisahan juga. Laura hadir di acara perpisahan laki-laki tersebut sekaligus wisuda. Penampilannya begitu bersahaja dan juga sangat cantik, semua orang yang melihat dirinya sangat terpesona. Tentunya anak-anak murid itu mengenal dirinya dan tidak menyangka bahwa guru mereka yang jarang tersebut juga bisa berpenampilan yang sangat spektakuler.


Beberapa orang tercengang melihat kecantikan yang dimiliki oleh Laura. Sementara itulah orang hanya memberikan senyum untuk menebar pesonanya. Ia benar-benar makhluk tuhan yang begitu sangat cantik. Bahkan Leo juga terpesona melihat wanita itu ketika menolehkan kepalanya ke belakang.


Beberapa anak murid yang merindukan dirinya meneteskan air matanya lalu menghampirinya dan memeluknya. Mereka mengaku dengan tata serangan bahwa merindukan Laura yang mengajar di sekolah ini. Akan tetapi Laura sudah tidak lagi mengajar karena dirinya begitu trauma dengan pembullyan yang terjadi kepada dirinya.


“Ibu Laura, kenapa Ibu tidak mengajar lagi? Kami sangat merindukan ibu.”


Laura terharu mendengar perkataan anak-anak itu. Ia pun melakukan kepalanya dan seolah-olah dengan memberitahukan mereka bahwa dirinya juga sangat merindukan anak-anak tersebut. Ia menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan.


“Sudahlah saat ini kalian sudah semakin besar. Ibu hanya berharap jika kalian bisa menjalani kehidupan kalian masing-masing dan menjadi orang yang dewasa dalam berpikir. Tidak usah pedulikan orang lain, pedulikan diri sendiri terlebih dahulu.”


Itulah nasehat yang diberikan Laura sebagai mantan guru mereka. Beberapa guru lainnya merasa senang ketika kedatangan Laura. Namun ada juga beberapa guru yang tidak menyukainya terlihat tampak judes.


Laura tidak ingin memasukkannya dalam hati apalagi kedatangannya kali ini adalah untuk menghadiri acara perpisahan Leo, itu artinya Ia datang untuk Leo bukan untuk sekolah. Karena sekolah benar-benar melepaskan dirinya tidak ada lagi hubungan dengannya.


Serangkaian acara pun dilaksanakan hingga pada akhirnya Leo maju untuk menerima hasil dari kerja kerasnya selama 3 tahun. Setelah acara wisuda tersebut selesai Ia pun kemudian berfoto dengan Leo dan menghadiahkan laki-laki itu bunga yang berasal dari uang 50an.


Leo yang melihat hal tersebut hanya tertawa. Ia sama sekali tidak membutuhkan uang tersebut akan tetapi kehadiran Laura yang pertama. Beberapa gosip memang terdengar dari anak-anak yang tidak menyangka bahwa ibu guru Laura mereka yang dulu datang ke acara perpisahan ini demi Leo.


Mereka pun berfoto bersama sehingga suasana menjadi sangat heboh. Akan tetapi Laura tidak peduli dan malah memamerkan senyum yang begitu dalam.


“Ibu guru, kenapa ibu guru Laura bisa secantik itu. Lihat mau mantan murid ibu guru semua menatap ke arah kita.”

__ADS_1


“Apa-apaan sih kamu,” ucap Laura sambil menyenggol perut laki-laki itu. Jujur saja Ia juga sangat malu, akan tetapi ia berusaha untuk menahan rasa malunya tersebut. Kemudian laki-laki itu berfoto dengan sangat heboh dan mengajak keluarganya.


Leo tidak menyangka bahwasanya ibunya telah menyetujui hubungannya dengan Laura. Ia berpikir apalagi yang ditunggu, kenapa dirinya tetap tidak bisa mendekatkan kepada Laura agar hubungannya tetap terus bersama seperti ini. Di sini orang yang paling mencintai adalah Leo, cinta laki-laki itu begitu besar. Ia bahkan takut kehilangan Laura berbeda dengan Laura yang berpikir bahwa jika kehilangan Leo maka ia akan mengiklaskannya.


“Ibu, terima kasih selalu ada di sisi Leo. Leo adalah orang yang paling bahagia. Tentu saja paling bahagia karena di sisinya ada ibu guru secantik Ibu Laura.”


“Leo hentikan, aku bukan lagi gurumu. Kau tidak usah berpikir yang aneh-aneh.”


“Baiklah, ibu guru Laura.” Lagi-lagi pria itu membuatnya sedikit kesal.


“Hm, baiklah.”


•••••••


Leo berusaha mati-matian untuk masuk ke universitas yang sama dengan Laura. Walaupun berbagai jalur ia selalu ditolak tapi usahanya tidak sampai di situ saja. Ia seolah-olah menjadi orang yang begitu gigi perjuangannya, bahkan Laura sendiri tidak percaya dengan perjuangan laki-laki tersebut.


Leo menghela napasnya. Sebenarnya ia tidak terlalu sulit untuk masuk ke universitas asalkan masuk di universitas swasta. Masalahnya ia masuk ke universitas negeri untuk sama dengan Laura. Awalnya ibunya pun berharap bahwa Leo bisa masuk ke universitas swasta saja.


“Kenapa selalu saja ditolak? Padahal perasaan gue udah berjuang mati-matian tetep aja nggak diterima.”


“Itu artinya perjuanganmu harus ditingkatkan lagi. Makanya jangan polos belajar dan terus mengejar cita-citamu itu,” ucap Laura seraya menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Ia terus memberikan semangat kepada Leo agar laki-laki tersebut tidak terlalu terpengaruh oleh keadaan yang membuatnya berhenti untuk berjuang.

__ADS_1


“Kalau ada upaya pasti akan aku lakukan demi ibu Laura.”


Laura menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya. Kenapa laki-laki tersebut begitu keras kepala. Padahal Laura berkali-kali mengatakannya bahwa Leo harus berjuang demi dirinya sendiri bukan berarti tidak mencintainya.


“Leo, aku selalu mencintaimu. Di manapun kau berada aku selalu ada di sampingmu untuk menyemangatimu. Jangan pernah takut untuk berjuang.”


Leo menganggukkan kepalanya dan kemudian menarik tubuh Laura ke dalam pelukannya. Ia merasa nyaman jika ada di dalam pelukan wanita itu. Entah apa yang saat ini ia rasakan tapi begitu menyenangkan.


“Perjuangan masih tetap berlanjut masih banyak hal yang belum aku lewati.”


Leo mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri dan mulai kembali belajar bersama dengan Laura. Setiap hari Laura datang ke rumah Leo untuk memberikan kursus khusus untuk laki-laki itu. Terkadang juga ada Nisa yang ikut belajar. Sebagai seorang perempuan tentunya Laura juga bisa merasakan bahwasanya Nisa terkadang mendapatkan sisi cemburunya.


Tapi ia berusaha untuk menjaga perasaan Lisa dan juga begitu pula dengan Nisa yang berusaha untuk menjaga perasaan Laura dan Leo.


Leo kemudian melepaskan pelukan itu. Setelah itu ia pun menarik nafas cukup panjang karena melihat mata pelajaran yang begitu sulit untuk dirinya. Padahal menurut Laura Leo termasuk orang yang memiliki perkembangan yang cukup pesat terlebih lagi laki-laki tersebut merupakan anak yang cerdas turun dari orang tuanya. Laura sangat yakin bahwa Leo pasti akan bisa melakukan tantangan ini.


“Laura, kenapa kamu pintar sekali dan bahkan masuk kedokteran. Itu benar-benar di luar tuh kan sama orang bawa Kamu adalah murid yang paling pintar.”


“Berarti itu baik untuk anak-anak kita nanti. Semoga saja akhirnya akan menurun dari diriku.” Leo yang tidak akan menyangka bahwa Laura akan menyatakan hal tersebut hanya bisa menutup mulutnya. Apakah wanita itu benar-benar telah mengerti bagaimana cara menggombali orang lain? Rasanya begitu sangat bahagia.


"Ciehh Ibu!!"


•••••

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2