
Waktu berjalan begitu cepat. Laura akhirnya harus meninggalkan Indonesia demi melaksanakan KKN yang telah ditugaskan untuk dirinya. Mau tidak mau ia harus mau pergi ke Thailand lagi pula itu demi masa depannya. Orang tuanya lebih bahagia lagi jika Laura berusaha untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan Leo. Dia benar-benar sangat sedih, tapi berusaha untuk menyimpan kesedihannya tersebut sendirian.
“Laura, berhentilah menangis. Orang tua Leo pasti menjaga anaknya dengan baik. Kamu tidak baik berlarut-larut seperti ini.”
Laura cukup sakit hati apalagi seharusnya Leo sudah masuk bersama dengan dirinya di universitas Indonesia. Kondisinya yang seperti ini yang sangat tidak memungkinkan untuk ia kuliah membuat Laura benar-benar sakit hati karena harus mengingat kembali bagaimana Leo yang berusaha berjuang untuk masuk ke universitas Indonesia namun tidak pernah berhasil hingga pada akhirnya ia mampu menaklukkan universitas itu.
Namun saya sekali ia harus memiliki nasib buruk seperti ini. Laura benar-benar merasa sedikit frustasi dengan hidupnya.
“Aku percaya dengan orang tua Leo, tapi aku tidak percaya dengan hatiku sendiri yang begitu sakit. Aku ingin melihatnya dan aku tidak tahu bahwa akan secinta Ini dengannya.”
Ibunya menarik nafas panjang dan kemudian mengusap kepala Laura dengan penuh kasih sayang. Laura pasti bisa melewati ketegangan dalam hidupnya dan ia kembali menjadi orang yang sangat ceria. Laura juga merupakan orang yang bisa membuat hidup Leo bersemangat dan pastinya Leo di dalam sana sedang berusaha untuk mengembalikan kesadarannya untuk bertemu dengan Laura kembali.
“Ingatlah dia selalu mencintaimu. Bahkan dia selalu memikirkanmu. Ketika kamu berusaha menolaknya berkali-kali dia berjuang dengan penuh semangat untuk mendapatkanmu kembali hingga kamu bisa mengakuinya. Jadi pasti dia juga sedang berusaha untuk mengembalikan kesadarannya.”
Laura menganggukkan kepalanya. Meskipun ia tahu hal tersebut sangat tidak masuk akal karena orang tidak sadarkan diri tidak mungkin bisa berpikir. Tapi kata-kata yang diucapkan oleh ibunya merupakan kalimat semangat yang diberikan olehnya agar Laura tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.
“Mama, terima kasih telah mau menerima Leo dan juga kesedihanku karenanya. Mama, Aku mencintaimu dan pasti akan merindukanmu disana.”
Laura menganggukan kepalanya dan lalu kemudian memeluk ibunya tersebut. Ia menangis dan tidak berhenti menguraikan air matanya. Kemudian wanita itu menarik nafas cukup panjang lalu melepaskan pelukan itu sembari melambaikan tangannya memberikan salam perpisahan kepada sang ibu.
Laura menundukkan kepalanya berjalan ke arah bandara bertemu dengan teman-temannya yang sedang menunggunya. Air matanya masih tertinggal dan wanita itu berusaha untuk melupakannya. Ia sedikit terkekeh.
“Apa yang sedang aku pikirkan sekarang?” ucap Laura dalam hati karena merasa ia ingin sekali tidak ikut KKN kali ini.
“Laura ayo ikhlaskan. Ini demi masa depanmu dan jika kamu terus seperti ini kamu tidak hanya menyakiti diri sendiri tapi juga menyakiti teman-teman satu kelompokmu.” Benar apa yang dikatakan oleh teman-temannya tersebut.
Laura tidak boleh menjadi orang yang egois. Maka dari itu ia berusaha bangkit dan melawan rasa takutnya yang begitu besar.
__ADS_1
“kalian terlalu baik sama gue, gue bingung gimana cara balas kebaikan kalian.”
Anwar yang juga satu kelompok dengan Laura kemudian mendekati wanita itu sambil mengajaknya tertawa kecil. Awalnya Laura sama sekali merasa heran dengan tingkah Anwar yang tidak jelas tersebut. Akan tetapi dirinya sekarang mulai bertahan ikut tertawa bersama dengan Anwar hingga sejenak ia melupakan masalahnya tersebut.
Anwar benar-benar laki-laki yang begitu baik dengan Laura. Ia tidak tahu ada sosok sempurna seperti Anwar tersebut yang rela membujuk dirinya padahal Ia tahu bahwasanya Anwar sempat patah hati karena mengetahui Laura telah memiliki pacar.
“Lo yakin aja kalau dia bakal sembuh setelah balik dari Thailand.”
Laura menganggukkan kepalanya. Ya dia akan berusaha untuk meyakinkan hatinya bahwa pasti akan kembali untuk memberikan kejutan kepada Leo.
•••••••
Derttt
Laura mengerutkan keningnya ketika tengah menjalankan tugasnya. Ia pun mengangkat telepon tersebut dan kemudian keluar dari pekerjaannya.
“Oh kalau gitu baik-baik aja kamu di sana. Tidak ada yang menyakiti kamu, kan? Semuanya berjalan dengan lancar?” tanya sang ibu yang terdengar khawatir dari seberang sana.
Laura menarik nafas panjang. Kemudian ia sedikit terkekeh sehingga ibunya yang ada diseberang sana mendengarnya. Wanita itu kemudian mengalih panggilan tersebut menjadi video call.
“Laura, kamu tahu kalau mama benar-benar rindu sekarang.”
“Laura juga rindu mama.”
“Oh iya nak sebenarnya Mama mau kasih tahu kamu kalau kesehatan Leo semakin memburuk.”
Seketika itu saja Laura langsung berubah menjadi panik. Ia langsung berlari ke tempat sepi untuk bertanya kepada ibunya yang lebih jelas lagi. Tentu saja jantungnya berdetak dengan sangat kencang dan ketakutan begitu berlebihan pada dirinya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Leo. Namun bebannya begitu berat karena ia harus melakukan KKN di sini dan tidak bisa pulang sama sekali.
__ADS_1
“Mama Apa maksud Mama? Jadi menurut mama Leo sekarang tidak bisa diselamatkan?”
Terdengar helaan napas yang cukup panjang dari ibunya di seberang. Laura semakin bergetar tubuhnya dan tidak bisa membayangkan sesuatu yang terburuk akan terjadi kepada Leo.
“Tidak usah terlalu khawatir seperti itu. Ibunya akan membawanya ke Amerika Serikat untuk dilakukan perawatan yang lebih canggih lagi. Semoga saja dia semakin membaik.”
Laura menggelengkan kepalanya belum siap untuk berpisah dengan Leo dengan kurun waktu yang cukup lama. Apalagi ia sebentar lagi akan menyelesaikan kuliahnya. Itu artinya ya tidak memiliki waktu untuk pergi ke Amerika Serikat. Tubuh Laura bergetar dan ia meneteskan air matanya. Kapan ya harus bisa mendapatkan keadilan dan perasaan yang lega.
“Kenapa mereka tidak memberitahuku?*
“Takutnya kamu belum bisa menerimanya. Maka dari itu mereka telah membawanya ke Amerika Serikat kemarin. Antara Mama diamanahkan untuk memberitahukan kamu. Mama berharap setelah kamu mendengar kabar ini kamu bisa menjalankan kuliahmu dengan baik dan cepat-cepat menyelesaikannya lalu bisa pergi ke Amerika Serikat.”
Aulia menganggukkan kepalanya. Sementara itu tidak terhitung bagaimana perasaannya saat ini. Ia tidak tahu harus seperti apa lagi karena dirinya benar-benar membenci bahwa ia tidak bisa berbuat apapun.
“Baiklah, tempatnya Laura harus melanjutkan tugas Laura.”
“Hati-hati di sana,” ucap ibunya memperingati Laura.
*Hm baiklah.*
Panggilan telepon tersebut dihentikan sebelah pihak. Laura menarik nafas panjang dan tiba-tiba Anwar datang dan mengusap pundaknya.
*Aku tidak sengaja menguping pembicaraan kalian. Kamu pasti kuat.”
•••••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.