
Hingga pada akhirnya Laura benar-benar bisa menerima Leo yang sedang dirawat di rumah sakit. Ia juga telah mencoba untuk memperhatikan kesehatan tubuhnya sendiri. Ia melakukan semua itu demi Leo agar ketika Leo telah membuka matanya ia tidak merasa kecewa orang yang dicintainya dalam keadaan baik-baik saja.
Laura juga sudah mulai berani untuk menjenguk keadaan Leo. Ia selalu menunggui Leo yang sampai sekarang masih belum sadarkan diri tersebut. Leo benar-benar menjadi orang yang begitu mempengaruhi kehidupan Laura. Pun begitupula kesetaraan Laura patut diacungi jempol karena wanita itu merupakan definisi orang yang sangat setia.
Laura tersenyum melihat wajah Leo yang masih menutup mata itu. Ia menarik napas dan kemudian meletakkan tangannya di kening pria itu. Meskipun wajahnya cukup mengerikan tapi entah kenapa di mata Laura pria itu masih tetap tampan dengan wajahnya yang lebam dan luka-luka.
Mungkin sebagian orang akan merasa takut dengan fisik Leo yang seperti itu. Sementara itu Laura berusaha untuk memberanikan diri dan lagi pula Dia adalah seorang calon dokter dan seharusnya ia tidak takut jika melihat hal semacam ini.
“Kau harus tetap hidup demi diriku. Aku tidak ingin tahu kau harus berada di sisiku selamanya.”
Naura begitu menuntut namun semua itu ia lakukan karena dirinya benar-benar mencintai Leo dan takut kehilangan laki-laki itu. Leo adalah segalanya dan Laura selalu merasa bahagia menatap Leo yang ada di sampingnya.
“Leo, apa yang sebenarnya kamu pikirkan sekarang? Apakah kamu tahu jika aku ada di sini sedang menunggumu? Aku benar-benar mencintaimu dan lebih dari segalanya. Setelah membuka mata kau harus tetap bersamaku,” ucap Laura sembari mengukir senyum di wajah polosnya itu.
Laura meraih tangan Leo dan kemudian menggenggamnya. Ia mendongakkan kepalanya menahan air matanya, ia harus tegar seperti yang diperintahkan oleh orang-orang di sekitarnya. Laura menjalani hidupnya seperti biasa kan tetapi rasanya begitu hampa tidak ada Ldo yang selalu membuat lelucon.
Sekarang ia mengerti bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa Leo.
__ADS_1
“Aku berjanji akan memenuhi apapun yang kau inginkan setelah membuka mata.”
••••••
Laura menatap ke arah dosennya dengan pandangan kosong. Sang dosen lantas menegur Laura yang menatap ke arah depan namun tidak mendengarkan penjelasan darinya. Wanita itu menarik nafas dan kemudian menghembuskannya secara perlahan. Ia mulai mengerti bahwa dirinya harus lebih fokus lagi dan tidak mengecewakan dosen yang tengah memberikan materi di depan.
“Semua orang juga memiliki masalah, tapi mereka tahu tempatnya di mana mereka harus mencurahkan masalah mereka dan memikirkan masalahnya. Saat ini bukanlah tempat yang cocok untuk kau mencurahkan masalahmu itu, kau harus sadar bahwa kau begitu penting bagi orang lain karena dirimu bisa saja orang lain terkena dampaknya dan juga kau harus memperhatikan orang yang ada di depan sedang mengajar.”
“Iya Pak saya mengerti,” ucap Laura seraya menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
Laura oh Laura kamu jangan membuat orang lain dalam masalah. Masalahmu harus tetap disimpan biarkan orang lain tidak mengetahui masalahmu yang begitu berat ini.
Leo membutuhkan dirinya. Wanita itu menatap ke arah ayahnya yang telah menjemputnya. Jujur saja Laura masih trauma dengan jalan Raya Karena daerahnya tersebut tempat kecelakaan Leo. Padahal dirinya dengan susah payah menunggu laki-laki tersebut sampai untuk menjemputnya namun ia tidak tahu bahwa Leo telah mengalami kecelakaan di sekitar universitasnya.
Dikatakan sakit hati, tentu saja ia merasa sakit hati. Maka dari itu Laura tidak ingin pergi sendiri lagi dan harus dijemput oleh ayahnya ketika pulang dari kuliah.
“Sekarang masih takut?”
__ADS_1
“Hm,” ucap Laura kepada sang ayah. Terdengar helaan yang cukup panjang dari ayahnya tersebut yang menandakan bahwa ayahnya itu sudah pasrah dengan anaknya.
“wajar saja jika kamu trauma dengan jalan raya. Papa sangat berharap jika kamu bisa menerima takdir ini perlahan-lahan. Papa melakukannya karena sangat khawatir denganmu bukan berarti membencimu.”
“Laura juga paham pa,” ucap wanita itu dengan suara yang serak.
“Sekarang kamu ingin pulang ke rumah dulu atau pergi ke rumah sakit langsung?”
“Pergi ke rumah sakit langsung.”
“Kamu sudah lama tidak pulang ke rumah Laura, mamamu merindukanmu. Papa tahu jika kamu ingin terus bersama dengan Leo, tapi kamu juga harus memperhatikan kesehatan mamamu.”
“Laura cuman sebentar kok di rumah sakit nanti langsung pulang,” tutur wanita itu dengan memelas.
•••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.