Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 24


__ADS_3

Laura menatap ke arah Leo yang saat ini tengah diam-diam berusaha untuk menemui dirinya yang sedang mengajar di kelas sebelah. Kedatangan Leo tidak disadari oleh siapapun dan hanya dilihat oleh Laura. Laki-laki itu sengaja mengode ke arah dirinya dan mengedipkan mata yang membuat Laura merasa jijik melihatnya.


Wanita itu melirik ke arah jam tangannya yang melingkar di tangan kanannya dan melihat bahwasanya seharusnya kelas sebelah masih belajar Fisika. Tapi entah kenapa laki-laki itu bisa keluar dari dalam kelasnya. Laura diam-diam melirik tajam ke arah Leo memberikan peringatan kepada laki-laki itu. Apalagi lewat telah berjanji kepada dirinya bahwasanya ia akan berubah sifatnya dan mulai mengikuti pelajaran dengan baik.


Leo malah menjulurkan lidahnya dan kemudian kembali ke dalam kelas. Laura akhirnya bisa menghilangkan nafas dengan lega dan mulai melanjutkan mengajar anak-anak.


Anak-anak damai dan beberapa dari mereka malah terlihat sedang bermain-main tidak menghiraukan Ia yang sedang mengajar di depan. Terlihat jelas bahwasanya mereka tidak peduli dengan ucapannya seperti sedang menghina dirinya terutama mengenai masalah Leo. Maka dari itu hubungan Leo dan Laura dirahasiakan untuk sementara waktu. Laura benar-benar merasa sedih ketika anak muridnya tidak lagi menghormati dirinya sebagai guru.


“Kalian kenapa berbicara di belakang? Apakah tidak melihat ada gurumu di depan!” Mereka pun kembali fokus belajar walaupun sesungguhnya beberapa dari mereka tertawa karena menganggap ia tidak adil.


Tapi mau bagaimana lagi seharusnya bukan dirinya saja yang salah di sini. Ia adalah seorang guru BK dan tidak bisa mengeluarkan Leo. Untuk memarahi pria itu tentunya sudah sering ia lakukan. Memenjarakan orang tidak semudah itu, mereka ingin Leo dipenjarakan karena bukti sudah ada di depan mata tapi Laura tidak melapor kepada polisi.


“Sampai saat ini kalian pun tidak bisa belajar dengan benar, apakah kalian benar-benar tidak pernah memikirkan bagaimana seorang guru yang berjuang mati-matian untuk mengajari anak muridnya? Kalian boleh membicarakan saya di belakang, tapi apa yang saya lakukan tentunya saya memiliki pilihan.”


Beberapa orang yang pro kepada Laura membela wanita itu dan memarahi murid yang menjalani Laura. Melihat wajah Laura begitu menyedihkan membuat mereka sangat putus asa karena Laura mengajar dengan baik dan bahkan selama ini ia terlihat adil. Mungkin Laura masih bisa bersabar tapi kesabaran yang ia berikan tersebut dianggap remeh oleh anak muridnya.


Tidak lama bel pun berbunyi dan Laura langsung keluar dari dalam kelas tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu untuk menunjukkan bahwa ia benar-benar marah kepada anak muridnya. Ia hanya menunggu surat pengunduran dirinya keluar. Ia sengaja meminta kepala sekolah untuk tidak lagi mempertahankan dirinya.


Sementara itu Leo yang melihat Laura melintasi kelasnya dalam keadaan lesu lantas langsung keluar dari dalam kelas tidak mempedulikan lagi guru yang masih mengajar. Ia mengejar wanita itu dan membawanya ke tempat sepi. Kemudian ia menatap mata Laura yang memerah. Hati Leo benar-benar teriris melihatnya dan tidak sanggup menatap Laura yang sangat sedih seperti ini. Ini semua pasti salah dirinya dan ia tidak akan membiarkan Laura terus seperti ini dan menanggung penderitaan yang tidak seharusnya wanita itu rasakan.


“Kalau mau nangis, nangis aja,” ucap Leo dan kemudian mengucapkan wanita itu.


Laura tak kuasa menahan tangisnya ketika saya mengatakan hal tersebut. Ia benar-benar menangis dan menumpahkan segala keluh kesahnya kepada Leo dan memeluk pria itu meminta bantuan atas segala perasaan yang saat ini tengah ia rasakan. Benar-benar di luar kendali dirinya. Ia tidak berharap bahwasanya akan dibenci oleh siswanya. Ini benar-benar akhir yang buruk di sekolah ini.


“Ini juga semua salahku, kamu tidak berhak merasakannya sendirian.” Laura memandang ke arah Leo yang mungkin telah merencanakan sesuatu. Ia tak akan membiarkan laki-laki itu bertindak sendiri.


“Ingat jangan terlalu gegabah, tidak semuanya kamu harus menanggung segalanya. Hanya satu yang pantas kau jalankan hukumannya yaitu mulailah berubah menjadi orang yang baik. Itu adalah hukumanku.” Laura tahu betul bahwa hal itu sangat berat bagi Leo yang makanya ia menyatakan bahwa hal itu adalah hukuman untuk laki-laki tersebut.

__ADS_1


Tidak ada hukuman enak untuk dijalani. Wanita itu ingin mendapatkan segalanya dan tidak menyakiti orang lain. Yang Lalu biarlah berlalu biar masa depan terus berjalan di depan mereka.


“Laura, aku benar-benar mencintaimu. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu.” Laura melakukan kepalanya percaya, laki-laki itu pasti akan menepati janjinya dan tidak akan mengingkarinya. Lagi pula ia telah mencintai laki-laki tersebut dan tidak akan melepaskan barang sedikit.


“Terima kasih, tapi kamu juga harus tahu bahwa semua ini terjadi gara-gara kamu. Bukan ingin menyalakan, tapi setidaknya kamu memiliki rasa bersalah dan mulai ingin berubah menjadi orang baik. Karena semuanya terjadi karena sifat burukmu.”


Leo menganggukan kepalanya dan berjanji kepada Laura untuk mengubah sikap buruknya tersebut. Ia juga tidak menginginkan sikap seperti ini lagi. Sikap yang benar-benar membuat Laura ke dalam masalah. Lihatlah sekarang Ia hanya bisa menyesal di belakangan.


Mereka saling berpelukan dan menguatkan satu sama lain. Laura benar-benar bahagia, ia harap selamanya akan seperti ini. Mungkin ia tidak bisa menunda lagi kepergiannya dari sekolah tersebut dan mulai fokus untuk menjalankan kuliah. Walaupun uang kuliahnya di bidang kedokteran sangat mahal, Aulia akan berusaha semaksimal mungkin bekerja demi bisa membiayai kuliahnya dan tidak tergantung pada orang tuanya.


•••••••


Leo menghentikan motornya dan menjemput Laura yang saat ini pulang berjalan kaki. Karena Laura memiliki segudang masalah maka ia hari ini tidak bisa masuk kuliah. Leo juga memahami wanita itu dan tidak ingin mengganggunya. Semua masalah berasal dari dirinya, jika dikatakan menyesal maka ia akan mengakuinya. Tapi mau bagaimana lagi penyesalan selalu datang terlambat.


“Laura! Masih memikirkan hal itu?” tanya Leo dan Laura menganggukkan kepalanya lesu.


“Dunia memang sangat tidak karuan. Sampai kapanpun kamu akan menjadi orang yang paling menawan,” ucap Leo yang sengaja menggoda Laura.


“Apaan sih ucapannya sok ganteng banget.”


“Karena orangnya memang ganteng,” ujar laki-laki itu penuh dengan percaya diri. Leo juga tidak bisa menghentikannya dan hanya bisa menarik nafas panjang lalu tersenyum tipis.


“Benar-benar di luar dugaan, kenapa bisa ada orang kayak kamu di dunia ini?” tanya Laura tidak mengerti dan kemudian wanita itu menghela nafas panjang.


“Karena dia tercipta hanya untuk ibu Laura yang cantik.”


Laura tidak bisa menyembunyikan rasa malunya dan tampak wajahnya memerah. Leo yang melihat hal tersebut ikut tersipu malu dan kemudian mengangkat tubuh Laura ke motornya. Ia akan mengajak wanita itu berjalan-jalan terlebih dahulu untuk mengurangi rasa stressnya.

__ADS_1


Leo membawa Laura ke taman nasional Indonesia untuk menikmati waktu sore. Laura bener-bener bahagia karena jarang sekali mendapatkan kesempatan seperti ini. Saat ini akan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.


Laura berlari-larian dan kemudian tertawa meminta Leo untuk mengejarnya. Laki-laki itu senantiasa mengejar Laura kemanapun wanita itu pergi. Buktinya dari SMP hingga sekarang ia masih mengejar orang yang sama tidak peduli dengan penolakan berkali-kali. Laura merasa salut dengan pengorbanan Leo yang luar biasa.


Saat ini mereka tengah kelelahan dan kemudian beristirahat di bawah pohon. Laura menatap ke arah Leo yang tampak lelah. Ia memeluk tangan laki-laki tersebut Leo memandang ke arah Laura tersenyum.


Ia mengambil telapak tangan Laura dan kemudian mencari jari manis tangan wanita itu. Tidak terduga Laura merasakan sebuah cincin terselip di jari manisnya. Ia menatap ke arah jarinya tersebut Lalu melirik ke arah Leo.


“Untuk apa ini?” tanya Laura tidak mengerti.


“Anggap saja cincin ini adalah cincin tunangan. Jadi ceritanya aku baru saja melamarmu, tidak ada penolakan ibu Laura orang yang cantik harus menerimanya tidak peduli apakah ibu akan marah atau tidak.”


“MARAH KARENA MELAMARNYA BEGITU AMAT!”


Leo pun terkekeh dan kemudian ia benar-benar bersimpuh di depan wanita itu dan menawarkan cincin kepada Laura.


“Will you marry me?” tanya laki-laki tersebut, “yes,” jawabnya.


Laura ternganga karena aku belum sempat memberikan jawaban kepada laki-laki itu namun telah dijawabnya lebih dahulu.


“Ish nggak jelas banget,”


••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2