Buk Guru, Ayo menikah!

Buk Guru, Ayo menikah!
Part 22


__ADS_3

Leo akhirnya pulang ke rumah dengan wajah yang lebih ceria. Orang tuanya yang tengah menunggu Leo dengan cemas di rumah sangat terkejut melihat perubahan wajah Leo yang berbeda. Sementara itu Leo yang melihat mereka telah duduk di sofa langsung memasang wajah tidak enak karena dia tidak ingin melihat mereka untuk sementara waktu.


Mereka sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaannya saat orang-orang itu memaksa dirinya untuk menerima kenyataan yang tidak seharusnya diterima olehnya. Pada dasarnya ia menjadi orang yang seperti ini adalah karena orang tuanya. Mereka berdua sama sekali tidak hanya mengakui kesalahan dan melimpahkan semuanya kepada dirinya.


“Leo, kamu ke mana saja? Kebiasaan membuat orang tua selalu merasa khawatir.” Leo mengangkat satu alisnya, kenapa rasanya ia sama sekali tidak merasakan kekhawatiran yang begitu mendalam dari mereka berdua.


Hal itu membuat Leo merasa sakit hati dan kemudian meninggalkan orang yang berdua tersebut ke dalam kamarnya. Ibunya menarik nafas panjang dan menatap ke arah sang ayah, laki-laki tersebut tetap saja tidak ingin disalahkan dan begitu pula dengan istrinya.


“Pantas saja menjadi suami istri, karena suami adalah cerminan dari istri.” Leo menarik napas panjang dan berusaha untuk tidak memedulikan suara mereka yang kembali bertengkar. Padahal mereka sendiri yang membuat anak ya sampai seperti ini.


Yang penting saat ini dirinya sedang dalam keadaan bahagia. Sudah resmi menjalin hubungan dengan Laura tentunya menjadi sesuatu hal yang tidak bisa ia bayangkan. Rasanya masih seperti mimpi bisa mendapatkan seorang Laura. Laura merupakan orang yang paling ia cintai di muka bumi ini dan melebihi cintanya kepada orang tuanya, bukan tanpa alasan akan tetapi dirinya merasa jauh lebih baik jika bersama wanita itu ketimbang dengan orang tuanya yang tidak pernah memikirkan bagaimana dirinya


“Hari ini aku begitu bahagia, semoga saja kebahagiaan ini terus berlangsung selamanya.” Leo tersenyum miring dan kemudian mengambil ponselnya untuk bermain game. Dalam suasana hati yang seperti ini ia begitu bersemangat bermain game sehingga tidak seperti hari-hari sebelumnya ia harus menerima kekalahan.


Leo menarik nafas panjang dan merasa bosan terus bermain game, sementara itu dirinya masih di skor oleh sekolah dan tidak bisa ke sekolah. Maka dari itu ia tidak bisa bertemu dengan Laura. Hal tersebut sangat disayangkan apalagi dirinya sangat berharap bisa menjemput Laura dan pergi ke sekolah bersama-sama.


Leo lantas membuka chatnya dengan Laura. Ia menelpon wanita tersebut dengan tidak sabar dan merasa kesal ketika Laura tidak mengangkat teleponnya. Ia berusaha kembali untuk menelepon wanita itu hingga akhirnya telepon kali ini diterima oleh Laura.


Terdengar helaan napas Laura yang ada di seberang sana. Leo tersenyum dan kemudian mengubah panggilan telepon itu menjadi Videocall. Ia melihat saat ini Laura yang tengah mengerjakan pekerjaannya di sekolah. Ia tidak berbicara sama sekali sehingga Leo menjadi bingung untuk mencari topik.


“Laura, kalau sibuk nggak papa kok nggak ngangkat teleponnya.”


Laura membuka kacamatanya kemudian menatap ke arah Leo dengan satu alis yang terangkat. Kemudian ia menatap hasil pekerjaannya tersebut dengan senyum bahagia karena telah menyelesaikannya.

__ADS_1


“Nggak papa udah selesai kok,” ucap wanita itu dan kemudian memberikan senyum yang paling manis kepada Leo.


Wajah Leo langsung memerah ketika melihat senyum wanita itu. Orang yang paling cantik adalah wanita ini dan ia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya terus terjebak pada kecantikan yang dimiliki oleh Laura. Lihatlah betapa cantiknya wanita itu dan pastinya ia akan mendapatkan wanita tersebut seumur hidupnya.


“Laura kamu tahu hari ini kamu cantik,” ucap Leo dan Laura yang mendengar hal tersebut langsung memalingkan wajahnya sebab tak bisa dipungkiri bahwasanya ia merasa sangat malu ketika mendapatkan pujian dari Leo.


Sudah seharusnya ia merendah dan pasalnya ia tidak secantik itu dan masih banyak orang yang lebih cantik dari pada dirinya. Leo terlalu berlebihan ketika memuji dan ia rasa ia tak mungkin secantik itu sebab saat ini dirinya begitu lusuh dan bahkan belum mandi.


“Aku tidak tahu ini adalah sebuah pujian atau tidak yang pasti aku merasa sangat berterimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk mendapatkan pujian dari seorang Leo yang sangat tampan,” pujinya balik dan tak ayal Leo menjadi semakin narsis. Ia tidak pernah merasa insecure dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain.


“Pujiannya saya terima dengan baik Ibu,” ucap laki-laki itu yang sengaja untuk meledek Laura.


Laura menarik napas panjang dan sedikit menyesal kenapa laki-laki itu begitu menyebalkan dan selalu saja membuat dirinya merasa salah tingkah. Entah apa pelet yang digunakan oleh Leo akan tetapi dirinya saat ini benar-benar jatuh ke dalam pesona yang dimiliki oleh laki-laki tersebut.


“Kamu nggak papa berubah menjadi orang yang memiliki sopan santun dan mengubah sikap mu yang buruk itu perlahan?” tanya Laura dan Leo memandang ke arah Laura dengan sangat serius. Ia yakin bahwa dirinya akan memiliki semua itu jika dibawah bimbingan Laura.


“Nggak apa-apa. Demi cantiknya Leo, Leo bakal melakukan apapun demi ibu guru yang cantik.”


Laura sedikit menyesali karena Leo ingin berubah karena dirinya dan ia berpikir jika dirinya pergi mungkin Leo bisa saja kembali ke sifat aslinya. Tapi itu lebih baik daripada tidak berubah sama sekali. Laura menarik napas panjang dan ia meminta agar Leo menghentikan Videocall tersebut karena Ibunya tengah memanggilnya.


Leo menarik napas kesal karena harus menghentikan Videocall dengan Laura pasalnya ia masih ingin berlama-lama dengan wanita itu. Rasa rindu yang saat ini melingkupi dirinya tidak mudah dihentikan begitu saja dan ia berharap jika Laura menemaninya lebih lama lagi. Tapi mau bagaimana karena Laura juga memiliki kesibukannya sendiri dan ia tidak bisa masuk ke dalam privasi yang dimiliki oleh Laura.


“Huh, kenapa aku harus merelakan pacar ku?” tanya Leo dan kemudian memutuskan sambungan Videocall tersebut.

__ADS_1


•••••••


Laura menatap ke arah anak muridnya yang bergosip tentangnya dan Leo. Sudah tidak ada yang perlu dipertahankan lagi di sekolah ini dan ia berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik setelah ini. Ia tahu sangat sulit meninggalkan segalanya yang sudah ia jalani selama bertahun-tahun. Apalagi sekarang ini begitu banyak kenangan tentang dirinya.


Laura menarik nafas panjang dan meninggalkan koridor menuju ke ruangannya. Andra dan beberapa guru lainnya berusaha untuk memberikan Laura agar tidak pindah dari sekolah ini. Tapi Laura sudah tidak tahan dengan gosip yang disebarkan oleh anak-anak. Ia tidak bisa menjadi guru yang baik dan apalagi seharusnya ia menghukum Leo akan tetapi malah menerima pria itu sebagai pacarnya. Rasa bersalah ini hanya bisa diobati jika dirinya keluar dari sekolah ini.


Karena memang itu yang sedang diharapkan oleh anak-anak karena mereka terlalu sakit hati terhadap Leo. Melihat sikap Laura yang kali ini berada di pihak laki-laki tersebut dan jelas-jelas Leo sudah sangat bersalah membuat mereka sangat kecewa. Padahal Laura tetap membela keduanya dan menyalahkan Leo di satu sisi. Tapi tetap saja tidak bisa menghentikan gosip-gosip itu yang semakin menyebar luas.


“Laura, memangnya tidak bisa ya kamu bertahan di sini? Apalagi anak-anak sangat membutuhkan ketegasan mu.”


“Mungkin aku akan bertahan di sini beberapa bulan, setelah itu aku akan pergi. Kau tidak perlu khawatir tentang itu ini adalah yang terbaik untukku. Terlebih lagi aku memang salah di sini. Bukannya aku harus menghukum laki-laki itu? Tapi kenapa aku tetap membiarkannya dan tidak melaporkannya ke polisi? Tentu saja itu karena aku juga terlibat dalam masalah ini. Tidak hanya Leo. Semua yang terjadi di sekolah berhubungan denganku, jadi rasanya tidak adil bagi mereka jika aku masih mengajar di sini.”


Laura meninggalkan Andra begitu saja. Andra sangat kecewa dengan keputusan Laura itu, bagaimana lagi ia sendiri juga kecewa terhadap wanita itu yang tidak memberikan hukuman tegas kepada Leo. Padahal bisa saja Laura melaporkan Leo sebagai pelecehan seksual, akan tetapi wanita itu membiarkannya.


“Kamu benar-benar menyukai Leo? Dia adalah anak murid kita.”


“Aku tahu, tapi sebelum aku menjadi seorang guru aku telah pernah menjalin hubungan dengannya.” Wajah Andra langsung berubah dan dia tidak bisa menghentikan Laura.


••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2